2. Harvod Wolf

355 29 23
                                        

Rambut yang agak kusut dan penampilan tubuh yang agak kotor karena berjalan ke sana kemari di hutan ini. Rambutnya yang agak panjang hingga menutupi dahinya, membuat sebagian penglihatannya terhalangi beberapa helaian rambut.

Pemuda itu hanya mengalahkan Slime dengan cara menjatuhkan batu ke atas mereka. Seraya mencari jalan utama di hutan yang penuh dengan pepohonan, ia menemukan baju bekas yang bagian belakangnya robek.

Dari pada kedinginan tanpa mengenakan pakaian, ia memungut pakaian tersebut dan kini ia terlihat seperti pengemis. Hanya saja tidak ada cara lain, kini ia menemukan jalan lurus yang ukurannya cukup besar dan terdapat jejak roda serta langkah kuda yang tekanannya kuat.

Ketika ia tengah berjongkok seraya melihat ke bawah. Terdapat suara ranting pohon yang terinjak di belakangnya, ia segera pergi ke balik semak-semak lalu menunggu.

Dalam beberapa detik, terdapat sekelompok orang yang membawa pedang serta perisai bundar dan terdapat salah seorang manusia yang menyeret seekor serigala berbulu hitam menggunakan tali.

   “Bagaimana yang di sana? Apakah sudah kau buru salah satu teman Serigala Harvod ini?”

Tanya salah seorang yang berjalan paling depan seraya membawa pedang di bahunya. Lima temannya menggelengkan kepala seraya menjelaskan bahwa mereka tidak menemukan Serigala Harvod yang satunya lagi.

Pemuda tersebut tidak sengaja saling bertatapan dengan Serigala Harvod yang diseret menggunakan tali. Matanya yang sayu dan napasnya yang sesak, membuat makhluk hidup yang diseret tersebut dapat ia rasakan perasaan dan penderitaannya saat ini.

   “Yah ... membunuh enam orang sekaligus akan membuatku kesulitan setengah mati. Tapi karena aku belum pernah membunuh manusia, apa yang harus kulakukan?”

Pikirnya, meski begitu mereka pun tidak segan-segan pastinya untuk membunuh makhluk hidup yang lainnya. Karena itu, Pemuda tersebut pun beranggapan bahwa ia membunuh manusia karena mereka juga pembunuh makhluk hidup yang lainnya.

Ia menggenggam dua batu seukuran genggaman tangannya. Mengatur napas terlebih dahulu lalu mengalirkan seluruh mana ke setiap sel yang ada di tubuhnya.

Keluar dari semak-semak, berdiri di belakang keenam orang yang sudah lewat dari tadi. Ia mengambil napas panjang, berlari dengan cepat seraya mempersiapkan kedua tangannya.

Melompat dengan cepat, ia menghantamkan dua batu yang digenggam olehnya ke bagian belakang kepala dua orang yang ada di belakang. Serigala Harvod yang diseret itu pun terjatuh, luka di kakinya masih terbuka dan sepertinya ia terkena jebakan dan gagal kabur.

Empat orang sisanya langsung panik karena terdapat seorang Pemuda barbar yang menghantam dua kepala temannya. Dari pada melawan sisanya, pemuda tersebut langsung menarik tali yang mengikat serigala tersebut lalu kabur dengan langkah kaki yang cepat dengan sisa mana yang akan habis jika dipakai lebih lama.

* * * * *

Berdiam diri di bawah pohon, merobek sebagian bajunya lalu mengikatkan bagian yang dirobek tersebut tepat pada luka Serigala Harvod yang terkena jebakan di bagian paha.

Pemuda tersebut mengelus-elus kepala serigala tersebut seraya mengatakan baik-baik saja beberapa kali agar serigala tersebut tetap tenang. Karena ia masih lelah setelah berlarian seraya memangku serigala yang terluka, Pemuda tersebut pergi untuk mencari air.

Tidak jauh dari tempat sebelumnya, ia menemukan genangan air yang cukup bersih di atas permukaan tanah. Setelah menemukan air, ia segera kembali ke tempat di mana serigala yang terluka ia tinggalkan.

Dengan harapan serigala yang terluka itu masih hidup, ia segera kembali dengan cara berlari. Namun, terdapat serigala yang lain tengah menjilati luka yang telah ditutup menggunakan bagian robekan baju.

The Cursed One: CompanionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang