Seminggu kemudian ...
Di pagi hari yang damai, Rindou bersama dengan Liese sarapan di lantai satu. Entah kenapa, Liese mengajak Rindou untuk jalan-jalan di akhir pekan ini.
Dan pemilik penginapan pun untung banyak setelah kedatangan Rindou di penginapan miliknya. Itu tidak masalah, asalkan Liese dapat hidup sebagai penebusan dosa yang Rindou lakukan karena tidak tahu bahwa orang tuanya terbunuh.
Setelah sarapan, Liese menarik-narik lengan Rindou untuk segera pergi ke kota. Tetapi, Rindou cukup khawatir karena bekas lukanya masih terlihat jelas dan mungkin saja membuatnya pesimis akan keadaan tubuhnya saat ini.
Tetapi, Rindou melihat wajah bahagianya ketika ia menarik lengannya untuk segera pergi mengelilingi Kota Morez. Rindou mengenakan pakaian yang biasa ia kenakan, setiap ia berubah menjadi Werewolf maka pakaian dan sepatunya harus diambil kembali.
Liese mengenakan kemeja hitam, rok merah yang sebelumnya ia gunakan ketika pertama kali bertemu dengan Rindou. Mata kirinya disembunyikan dengan poninya, luka bakarnya masih sedikit kelihatan di wajahnya.
Dan luka bakar yang ada di tangannya tentunya disembunyikan oleh kemeja hitam lengan panjang dan memakai sarung tangan hitam. Meski itu usulan Rindou, Liese tetap menuruti usulan darinya.
Ke mana pun Liese pergi, Rindou selalu ditarik lengannya untuk ikut bersamanya. Tentunya Rindou yang membayar semuanya, sultan mah bebas.
Ketika mereka melewati suatu toko pakaian, Rindou teringat dengan luka bakar yang ada di wajahnya dan mata kirinya tidak bisa melihat lagi. Untuk kali ini, pertama kalinya lengan Liese ditarik oleh Rindou lalu memasuki toko pakaian tersebut.
Mereka disambut oleh seorang perempuan yang menjadi pegawai toko. Rindou membisikkan beberapa barang yang ia minta, pegawai tersebut segera mencari barang yang diminta oleh Rindou.
Rindou mempersilahkan Liese untuk melihat-lihat pakaian yang dipajang di toko ini. Sedangkan dirinya duduk bersantai di ruang tunggu, memandangi sosok perempuan yang tengah mencari pakaian cocok dengannya.
Beberapa menit kemudian, Liese datang menghampirinya lalu memperlihatkan mantle hitam dan pakaian hitam. Ia meminta pendapat Rindou tentang pakaian yang dipilih olehnya.
“Keduanya sama-sama bagus, tetapi kau tidak keberatan dengan warna hitam?”
“Tentu ... karena ... aku mengagumi sosok Tuan Werewolf yang menyelamatkanku. Rambut hitamnya selalu teringat, layaknya rambutmu saat ini.”
“Begitukah, sudah seminggu ini dia tidak menepati janjinya untuk menemui. Baiklah, coba kau berdandan agar penampilanmu sempurna ketika bertemu dengan Tuan Werewolf. Ah! Bagaimana kalau aku mengajaknya makan malam nanti?”
“Eh!? Aku dapat bertemu dengan Tuan Werewolf?”
“Tentu saja.”
Jawaban dari Rindou disertai senyuman kecilnya membuat Liese senang. Ia memiliki rencana agar Liese dapat bertemu dengan Werewolf yang merupakan wujudnya yang lain ketika menggunakan kemampuan Companion.
Beberapa menit kemudian, pegawai toko yang sebelumnya diminta oleh Rindou menghampirinya seraya membawa barang yang diminta olehnya.
Setelah ia menerima pesanannya, Rindou memanggil Liese yang tengah mencari pakaian yang cocok untuknya. Liese yang mendengar namanya dipanggil, menghampiri Rindou yang tengah duduk.
“Ada apa Rindou?”
“Ini hadiah dariku, jika kau mau memakainya ... ”
Rindou mengulurkan tangannya, ia menunjukkan sebuah penutup mata berwarna hitam. Liese terpaku kepada penutup mata tersebut yang memiliki warna hitam, ia pun menerimanya lalu berbalik badan kemudian memakainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cursed One: Companion
FantasíaPemuda yang dipanggil oleh Raja Iblis untuk memenuhi ambisinya yang pupus. Pemuda yang menerima ambisinya, diberi perintah untuk membawa kekacauan dan menghancurkan para Pahlawan. Dunia permulaan yang baru baginya, namun kehidupan yang ia miliki tid...
