Tamparan Telak

1.4K 85 7
                                        

Budidayakan VOTE sebelum membaca dan COMMENT di akhir cerita:)
***********

Keke menatap lurus ke depan dengan tatapan yang kosong serta air mata yang terus mengalir.

"Udah dong Ke nangisnya.Gue nggak tega lihat lo kayak gini.Ngapain lo tangisin cowok brengsek kayak dia.Nggak ada gunanya tau nggak."kata Nana lembut sambil mengelus puncak kepala Keke,

Sedari tadi Nana terus bersama Keke untuk menenangkannya dan Kenzo serta yang lainnya membiarkan Nana melakukannya karena Nana juga sesama perempuan yang notabene nya sebagai sahabat Keke.Tapi segala usaha Nana untuk mendiamkan Keke nampaknya sia sia saja,karena Keke masih saja menangis dan tak berbicara sepatah kata pun.

"Masa hanya karena hal ini lo langsung ngedown banget sih Ke.Sumpah ini bukan Keke yang gue kenal."lanjut Nana sambil menatap Keke nanar,

Mendengar hal itu Keke menatap Nana dalam,

"Maksud lo hal ini nggak penting gitu?"tanya Keke kemudian,

"Bukan itu maksud gue Ke."

"Terus maksud lo apa hah?Gue terlalu kekanak kanakan gituh?!"seru Keke yang nadanya sudah naik satu oktaf,

"Lo salah paham Ke.Gu-"

"LO NGGAK TAU RASANYA NA DIGINIIN!KARENA LO NGGAK PERNAH NGARASAINNYA!"seru Keke marah sambil menatap Nana tajam,

Nana terhenyak.Ia kaget dengan apa yang diucapkan Keke barusan.Jujur ia terluka sekarang,

"Ya gue emang belum pernah ngerasainnya.Tapi lo salah kalau gue nggak tau apa yang lo rasain.Lo itu sahabat gue Ke.Kita udah sahabatan lama.Bahkan gue udah nganggap lo saudari gue sendiri.Mana mungkin gue nggak ngerasain apa yang lo rasain sekarang."kata Nana serak dengan air mata yang sudah siap meluncur keluar,

"Saat lo bahagia gue juga bahagia.Saat lo sedih gue juga sedih.Apa yang lo rasain gue juga rasain Ke.Dan jujur gue kecewa waktu lo ngomong kalau gue nggak tau apa lo rasain.Gue rasa persahabatan kita yang udah begini lama rusak hanya karena orang baru yang brengsek kayak Bryan.Lo egois Ke.Banget malah."lanjut Nana sambil menghapus air matanya yang rupanya sudah mengalir,

Keke yang mendengar hal itu merasa tertampar namun mulutnya serasa kaku untuk berbicara,

"Lo sadar nggak sih kalau persahabatan kita jadi kayak gini karena ke egoisan lo itu?Dan karena ke egoisan lo,lo bahkan nggak ngasih Clara kesempatan untuk ngejelasin apa yang terjadi.Bukannya gue memihak Clara atau apa.Tapi gue ngerasa di sini ada yang ganjal.Dan lo malah nggak mebiarkan Clara menjelaskan hal itu.Karena apa?Karena lo egois Ke.Lo hanya mau mendengar apa yang 'mau' lo dengar dan bukan mendengar apa yang 'harus' lo dengar."lanjut Nana lagi,

"Sekarang gue jadi nyesal.Karena waktu itu gue nggak ada bareng Clara di saat semua orang bahkan sahabatnya sendiri ngecap dia sebagai penjahat.Gue malah ngerasa gue lah yang jahat di sini.Karena udah nyia nyiain sahabat gue hanya karena bukti kosong  yang nggak jelas asal usulnya."lanjut Nana lagi dan langsung pergi dari sana.

Keke terduduk di lantai.Perkataan Nana barusan sungguh menamparnya dengan kuat.Tepat saat itu seseorang datang menghampirinya,

"Yang di katain Nana benar.Lo emang egois."kata orang itu-Alex-

Keke tak menjawab dan hanya terisak sambil memandang ke depan,

"Maaf gue nggak bisa ngasih lo sapu tangan karena gue lupa bawa sapu tangannya.Jadi gue langsung to the point aja."kata Alex,

"Nih."lanjut Alex sambil menyerahkan handphone nya,

Keke sempat ragu menerimanya tapi tatapan Alex membuatnya menerima handphone itu dan melihat apa yang di tunjukan Alex,

"Ini-"

"Yaps bukti kosong yang di maksud Nana tadi.Gue nggak tau Nana bisa mengatakan itu karena apa tapi gue setuju dengan apa yang di katakan Nana."kata Alex yang ternyata menunjukan foto itu,

Alex duduk di sebelah Keke dan kembali mengambil handphone dari genggaman Keke.Lalu ia menzoom foto yang ada di layar handphoneya.

"Lo lihat tato itu?"tanya Alex,

Keke tak menjawab.Matanya terpaku pada layar handphone Alex sekarang,

"Gue tau lo lebih mengenal Clara.Baik secara fisik maupun sifatnya.Jadi lo pasti bisa tau itu Clara atau bukan."lanjut Alex,

Sekali lagi Keke merasa tertampar keras dengan segala kenyataan yang terus mendatanginya.

"Seperti yang Nana bilang tadi.Lo egois.Banget malah.Lo bukan hanya ngehancurin persahabatan lo tapi juga ngehancurin hubungan antara Kenzo dan Clara.Kenzo emang nggak nunjukin hal itu ke lo.Tapi yang harus lo tau.Kenzo selama ini kayak orang gila yang uring uringan mencari keberadaan Clara yang entah kemana."kata Alex yang membuat Keke terkejut,

"Lo masih ingat kejadian waktu di rumah sakit?Lo sendiri kan yang nyuruh Clara pergi dari hidup lo?Dan sepertinya Clara menuruti hal itu."lanjut Alex,

"Cinta emang buta Ke.Tapi jangan sampai lo sebuta itu dan mengabaikan segala sesuatu yang ada di sekitar lo."

Lagi dan lagi Keke merasa tertampar.Dadanya terasa sesak.Rasa bersalah memenuhi pikiran dan hatinya.

"G-gue jahat banget ya Lex?"tanya Keke sambil terisak,

"Lo emang jahat."jawab Alex,

"Tapi apa selamanya lo bakal jadi orang yang jahat?Nggak kan?Lupain Bryan dan selesain masalah lo.Gue yakin lo bisa balikin semuanya.Dan soal trauma lo.Gue yakin itu bakal hilang dengan kehadiran orang orang yang sayang sama lo.Ada Kenzo,Nana,Gerald,bokap nyokap lo."

"Dan gue."lanjut Alex dalam hatinya yang hanya ia dan Tuhan saja yang tau,

Alex bangun dari posisi duduknya dan menatap Keke serius.

"Sekarang hapus air mata lo dan berdiri dengan tegap.Lo harus jadi Keke yang kuat dan dewasa."lanjut Alex sambil menyodorkan tangannya,

Keke merasa seperti ada kekuatan dan energi yang mengalir dalam darahnya.Langsung saja ia menghapus air matanya dan menerima sodoran tangan Alex.

"Fighting!"seru Keke sambil tersenyum,

"Fighting!"seru Alex juga,

Alhasil mereka berdua malah tertawa bersama sama.Dan tanpa mereka ketahui,sedari tadi Kenzo menyaksikan mereka.Dan sekarang senyum hangat pun terbit di wajah tampannya itu.

"Dari awal gue udah yakin.Lo yang terbaik untuk adik gue Lex."kata Kenzo dalam hatinya.

KEKE(Complete)✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang