02. Lahiran

4.7K 291 13
                                        

(Sejujurnya gue lagi gak ada ide buat update, tapi tiba-tiba barusan pas gue ketiduran gue didatengin lewat mimpi sama mas Rian dan Fajar. Mereka berdua lewat depan gue, terus gue teriak "Mas Riannnnn..." terus gak lama diciee-cieein gitu sama Fajar. Terus gue bilang "Selamat makan." Random banget ya Tuhan, sampe pas bangun belum kekumpul semua, langsung deh update nih hahah.)


(Second of all, maafin ya kalau ada adegan yang kurang tepat, atau salah, atau gak jelas, atau gimana gitu lah pokoknya. Bcs gue blm pernah hamil hehe. Kalau ada yang kurang tepat bisa kalian koreksi ya. Thank youuu)








Minggu ini minggu yang diprediksi dokter bahwa gue bakal lahiran. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda adanya kontraksi. Gue benar-benar siaga kalau gue harus melahirkan prematur, secara kalau hamil kembar itu rawan resiko. Gue dan mas Rian udah nyiapin barang-barang yang diperlukan kalau nanti harus langsung pergi ke rumah sakit.

"Han, ini kamu belum kerasa?"

Gue menggelengkan kepala,"Belum mas, ya kalau kerasa pasti aku teriaklah." jawab gue

Mas Rian khawatir banget kayaknya liat gue jalan dengan perut gede ini. Iyalah bayi satu aja gede, apalagi dua.

"Hati-hati jalannya, sini duduk." suruh mas Rian

"Lagi mau banyak gerak dulu mas, pegel banget." balas gue

Dia melirik ke gue, "Apanya yang pegel?"

"Punggung bawah sama paha mas. Eh bentar aku mau ke kamar mandi dulu."

Gue kebelet buang air besar, iya akhir-akhir ini emang lagi sering buang air besar. Tapi pas gue tanya-tanya, ternyata itu normal menjelang melahirkan.



"Perlu ditemenin?"

"Gak usah, bentar kok."

Ya kali gue minta mas Rian nemenin.













"Minum air putih yang banyak," kata mas Rian sambil menyerahkan segelas air.

"Iya makasih mas."





"Ayo ke kamar aja, istirahat disana." suruh mas Rian

Gue senyum dan ngangguk, "Iya mas."

"Maaf ya kalau sekarang gak bisa gendong kamu."

Gue kaget dan menatap ke arah mas Rian yang kalem banget. Gue ketawa, apa salah dia sih?

"Ya gila aja kalau aku suruh kamu gendong aku. Nanti susah dua-duanya, kamu susah aku susah." balas gue



"Bener-bener membengkak ya badanku, untung aja berat badan stabil enggak naik lagi." keluh gue

Karena semenjak hamil berat badan naik drastis, dan banyak hal terjadi.

"Makasih ya,"

Jangan mas, jangan.

"Jangan ngomong gitu, nanti aku nangis." kata gue

Mas Rian malah senyum dan nyium kening gue.


Udah jadi suami tapi masih degdegan gini Ya Allah.


"Ayo ke kamar."

Mas Rian meninggalkan gue ke kamar dengan segala kelembutannya.
















Di kamar gue lagi tiduran di kasur, tapi sumpah gue tidak menemukan posisi yang nyaman. Dari tadi gue gerak-gerak mulu, karena susah tidur.

Athlete [Rian Ardianto]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang