Mas Rian benar-benar mengajak ke Kebun Binatang. Ya sudah gue ikut saja. Kapan lagi coba bisa jalan-jalan bersama world top 10 men's double.
Mungkin semenjak kita berpacaran, ada sesuatu yang sulit terwujud. Padahal menurut orang lain itu tuh gampang banget.
Foto di foto studio bareng mas Rian.
Sangking susahnya, banyak banget gue bikin editan photoshop. Meskipun lower quality. Dan tau gak sih waktu mas Rian liat, ekspresinya gimana? Yap betul banget, dia cuma diam.
Sekarang mas Rian sudah kembali dari membeli tiket masuknya, menghampiri gue lagi, sambil membawa tasnya.
"Mas kemarin banyak yang nawarin mas Rian endorse tauu." ujar gue
"Aku belum minat buka endorse gitu, apalagi harus promosi ini itu. Dan belum tentu barangnya cocok sama kita juga. Lagian aku sibuk." jelas mas Rian
Ya Allah, tumben banget ngomongnya panjang. Ada gerangan apa hari ini?
Sudah mengajak rekreasi, sekarang ngomongnya enggak sedikit lagi. Lalu menggombal terus nih mas jom, kemajuan sedikitlah.
Semoga kamu gak suka update twitter atau facebook lagi ya mas.
Aku takut flashback waktu zaman dulu kita saling mention dan DM-an. Atau saling like dan komen postingan di facebook. Hehe.
By the way, gue dulu yang nge-add Rian duluan.
"Mas, inget gak sih zaman dulu di facebook, tiba-tiba kamu nge-inbox aku. Terus kamu nanya, aku anak Jogja bukan? Haha" gue ngobrolin ini ke dia dan gue malah ketawa ngakak.
Ya gak menyangka aja bisa menjadi pacar dia beneran.
"Terus kamu jawab bukan, kamu bilang kamu orang Bandung. Tapi lagi merantau di Jogja." kata mas Rian menanggapi.
Gue ngangguk, rasanya lucu aja. Pertemuan yang tidak sengaja, malah berujung kayak gini.
"Terus pertama kali kita meet up di Borobudur, dan kamu pakai kaos biru dongker, jeans, sama topi."
"Kamu pakai rok item, kaos putih sama ransel kecil, dan jangan lupa kacamata gold kamu."
Kita berdua sama-sama ketawa. Ketemu waktu zaman masih kucel, zaman dunia maya gak banyak hoax kayak sekarang.
"Masih suka Bigbang?" tanya mas Rian tiba-tiba.
Gue melirik ke arah doi yang lagi senyum.
"Kok masih inget sih? Padahal udah lama bangeettt, aku gak bahas kpop." jawab gue
"Gimana gak inget sih, pas kita pertama kali nonton kamu pakai kaos tulisan VIP BIGBANG."
Gue meringis, ternyata dulu waktu pdkt sama mas Rian, masih sempat fangirlingan. Kalau sekarang masih, tapi gak seheboh dulu.
"Jadi masih suka Bigbang?"
"Sekarang aku lebih suka mas Rian sih hehe. " jawab gue
"Waduh, udah ada peningkatan nih ngegombalnya." ujar mas Rian
Demi mas Rian, apa sih yang enggak?
"Ayo turun," suruh mas Rian yang gue angguki.
Setelah keluar dari mobilnya, mas Rian menghampiri gue dan— memegang tangan gue.
Haduh, aku gak kuat mas. Bahagia sekali aku hari ini.
"Mas,"
"Ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Athlete [Rian Ardianto]
Fanfiction#Badmintonseries Dia adalah mas jom yang pemalu dan pengertian. Meskipun terkadang dinginnya berlebihan, tapi ya namanya juga sayang. Related to another athlete series ©2018, oneflowerisme
![Athlete [Rian Ardianto]](https://img.wattpad.com/cover/161142956-64-k774342.jpg)