hatinya untuk siapa?

58 2 0
                                    

Karna sekarang ayana tidak kerja lagi, ia hanya menghabiskan waktunya di rumag untuk  membersihkan

"Alhamdulillah akhirnya selesai juga"

Tok..tok..tok

Ayana kemudian membukakan pintu

"Istrinya den alfin"? Tebak wanita tua itu sekitar berumur 60 an

Ayana mengangguk

"Saya mpok ira non, pembantu di sini"

"Ohh mpok ira, Suami saya sudah menceritakan kepada saya, silahkan masuk mpok " kata ayana ramah

"Ternyata den alfin pintar cari istri yah, udah cantik baik lagi, setidaknya lebih baik dari sbeelumnya deh" ujar mpok ira

"Makasih bi, sebelumnya emang ada yang ke sini yah mpok? Tanya ayana

"Aduh kenapa harus  kecoplosan atuh " batin mpok ira " mpok kerja yang mana non" tanya mpok ira mengalihkan pembicaraan

"Ohiya ayana hampir lupa, mpok bersihkan ruang tengah  aja , cuci piring, biar ayana yang beresin kamar,  cuci baju dan membersihkan ruangan pribadi kak alfin"

"Syukurlah non ayana nggak banyak tanya"    siap non"

.....

Sesuai perjanjian, mpok ira akan pulang setelah sore hari sebenarnya mpok ira ingin menemani ayana sampai alfin pulanh tapi ayana lah yang menolak

9 malam

Ayana blum tidur juga ia sedang menunggu kedatangan alfin

Suara deru mobil yang begitu dikenal ayana, ia kemudian berlari membukakan pintu

"Assalamu'alaikum  " salam alfin

"Waalaikumsalam, " balas ayana  menyalami alfin dan mengambil tas kerja  alfin

"Kenapa kamu belum tidur"?

Ayana merasa senang setidaknya alfin menanyakan tentang dirinya

"Ayana tunggu kakak pulang "

Alfin mendengar itu tak tega jika ayana terus terusan menunggunya pulang

"..."

Alfin berjalan meninggalkan ayaan yang diam di tempat

"Lain kali tidak usah menunggu saya pulang"  lanjutnya  dan pergi meninggalkan  ayana

"Kenapa dia cepat sekali  berubah ya allah, hamba tau engkau yang membolak balikkan hati seseorang, tapi hamba ingin suami hamba seperti dulu" ayana kemudiab berjalan untuk menyiapkan makan malam untuka alfin

Seburuk apapun sikap alfin kepadanya ia tidak akan pernah meninggalkannya, kecuali alfin lah yang meminta sendiri untuk ayana pergi
ayana akan berusaha agar alfin bisa mencintainya

"Semoga kak alfin suka makanannya"

Ayana kemudian berjalan menuju kamar untuk memanggil alfin makan

Ayana yang melihat alfin sudah rapi dengan baju santai yang ia gunakan

"Kak alfin, pasti laparkan? Ayana udah buatin makanan buat kakak" kata ayana tersenyum

" saya  sudah kenyang"

" tapi kak.."

"Kamu budeg saya bilang saya sudah kenyang, kamu pengen saya muntah karna kekenyangan " bentak alfin. !

Alfin bukanlah  tipe pria yang kasar lebih tepatnya dingin

"Maaf kak"  ayana kemudian keluar dan kembali ke dapur

Dia Bukan SurgakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang