pertemuan dan penentuan

61 3 0
                                    

Hari ini ayana benar benar bersyukur, pepatah itu memang benar usaha tidak akan mengkhianati hasil . Dan Alhamdulillah  ayana bisa bekerja di perusahaan yang besar  itu dan mungkin impian beberapa orang.
.
.
.

Subuh tadi ayana sudah bangun untuk sholat dan menyiapkan dirinya untuk hari pertamanya bekerja, hari ini adlah hari pertamanya ia ingin menampilkan kesan yang baik pada bosnya itu

"Anak umi udah cantik, memangnya anak umi di terima kerja di mana"? Tanya fatima merapikan pashmina ayana

"HG Group umi"

"UHukkk..uhukk..HG group "? Ujar fatah terkejut

"Abi tau perusahaan itu"?

"Gak, abi terkjut aja ternyata anak abi kerja di sana" alibi fatah yang sebenarnya ia tau jika Ayana kerja di perusahaan milik temannya itu,  ia akan merahasiakannya hingga waktu itu akan tiba

"Oo gitu bi, Ayana pamit dulu umi abi takut telat"!

"Iya sayang, hati-hati "

"Assalamu'alaikum abi umi"

"Waalaikumsalam "

Ayana sangat cantik dengan gamis hitam putih yang terkesan formal dan pashmina yang ia gunakan dan polesan make up yang tidak tebal membuatnya sangat cantik pagi ini

"Selamat  pagi  dek ayana" sapa salah satu karyawan yang tertuliskan  nama bayu di nametagnya

"Waalaikumsalam, pagi pak! Sapa ayana acuh

"Adik cantik ini kok buru buru" kata bayu centil yang berusaha memegang tangan ayana namun langsung di tepis oleh ayana

"Tolong anda bersikap sopan"! Kata ayana penuh dengan penekanan dan berlalu begjtu saja

Bayu memang menaruh hati pada ayana, namun ayana tak pernah mengubris ucapan bayu, menurut ayana itu hanya omong kosong belaka!

"Pagi pak, maaf saya telat"

Alfin menatap intens ayana, bukan karna kesalahannya melainkan ayana terlalu cantik pagi ini
Lupakan!!

Aisyah lebih cantik dari ayana

Sadar alfin!!!

"Ekhmm no problem tapi sekali lagi kamu telat saya tidak akan segan segan memecat kamu" kata alfin dengan penuh penekanan

"Ck , ini semua gara gara bayu" ujar ayana dalam hati , dan mengikuti langkah besar bosnya itu

Rapat pun selesai, seperti biasa selesai rapat mereka akan bersalaman sebagai tanda menyetujui sebuah kerja sama dan di akhiri dengan pelukan khas ala pria

"Alfin, apa ini sekertaris baru lo "? Tanya andre mengamati penampilan ayana, ayana yang di perlakukan seperti itu terlihat risih

"Iya, emang kenapa"?

"Pintar juga yah lo milih sekertaris" puji andre

Andre adalah sahabat  SMA alfin dulu, sebelum alfin pindah ke jakarta dan mereka di pertemukan lagi di perusahaan.

"Bisa aja lo, oh iya ayana saya akan pergi bersama pak andre jadi tidak usah mengikuti saya"

"Baik pak," ucap ayana menurut

Ayanaa bisa melihat keakraban dua pria itu

Saat mereka berjalan Samar samar ayana mendengar obrolan mereka

"Lo nggak ada niat gitu jadikan ayana jadi bini lo" tanya andre

"Emang lo mau"?

"Yah kalau ayana mau pasti gue mau lah" kata andre dan diikuti tawa oleh alfin

Dia Bukan SurgakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang