Ketika jam makan siang Maudy mencari keberadaan Pak Wahyu untuk menyelesaikan masalahnya.
Didepan pintu kantin Maudy celingukan mencari keberadaan Pak Wahyu yang keberadaannya tidak terdeteksi
"Dorrr"
"Astaga" Ucap Maudy kaget
"Nyari siapa nona cantik?" Tanya seseorang yang mengageti Maudy tadi
"Nyari mati" Ucap Maudy ketus, jantungnya hampir copot karena tiba tiba ada yang mengageti dia
"Yah jangan mati dulu dong, nanti abang nikahnya sama siapa kalau jodohnya mati duluan" Ucap seseorang tadi
Tanpa merespon ucapan orang itu, Maudy berlalu pergi karena sudah menemukan keberadaan Pak Wahyu"Pak Wahyu" sapa Maudy
"Lho Maudy, sini ayo makan bareng" kata Pak Wahyu sambil menepuk bangku kosong di sebelahnya
"Pak kok saya jadi sekretarisnya boss itu sih, kan kemarin saya ngelamar kerjanya dibagian staff keuangan"
"Maudy santai dulu aja, jangan ngomongin masalah itu dulu ah, sepertinya kamu butuh makan biar gk makin meledak" kata Pak Wahyu
"Pak serius saya gk mungkin betah kalau kerja sama boss kampret kayak dia" ujar Maudy menggebu-gebu
"Siapa kampret?" Tanya seseorang yang tiba tiba muncul dan duduk didepan Maudy"Lo lagi!" Tunjuk Maudy kesal pada sosok yang tadi mengagetinya dipintu kantin
"Alfin, nama gue Alfin A-L-F-I-N"
Maudy hanya mendengus kesal, rasa kesal dengan bossnya belum tuntas dan sekarang ditambah dengan cowok tengil didepannya.
Plak, "Aww" ringis Alfin karena mendapat tamparan yang tak diundang
"Inget bini lho dirumah fin, jangan godain perawan" titah seseorang yang menampar Alfin tadi
"Kamu masih perawan?" Tanya Alfin dengan muka polosnya pada Maudy
Maudy hanya melotot tajam pada Alfin karena keperawanannya diragukan.
Alfin mengibaskan tangannya didepan agar Maudy tak memikirkan pertanyaannya tadi.
"Bercanda kok, jaman sekarangkan cewek cantik dan masih muda kayak kamu kalau udah nikah, ya udah jadi jandis" ucap Alfin sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V"Jangan diambil hati ya, Alfin emang gitu orangnya tenang aja dia udah nikah gak bakal macem-macem sama kamu," "Kenalin aku Maya, manager divisi keuangan" kata Maya pada Maudy tak lupa dia mengulurkan tangannya pada Maudy
"Maudy mbak" jawab Maudy sambil menjabat tangan Maya"Mbak? Pftttt hahaha, ya ampun May bener kan kata gue kalau muka lu itu udah keliatan tua" Kata alfin sambil terbahak-bahak
"Sialan" desis Maya dan tak lupa dia mengeplak kepala Alfin agar berhenti tertawa
"Tau nih mas Alfin, sama-sama tua jangan diketawain ahh" ucap Maudy dengan polos
"Noh Mas Alfin dengerin junior yang masih unyu ini" kata Maudy dan Maya sambil bertos riaUmur Maya memang sudah 29 tahun memiliki satu suami dan 2 orang anak yang masih kecil-kecil, wajar saja kalau mukanya mulai tumbuh keriput, dia jarang perawatan lagi karena sibuk bekerja dan mengurus rumah tangganya. Sedangkan Alfin umur 28 tahun dan baru menikah tahun kemarin karena istrinya ngotot banget pingin cepet-cepet dinikahi oleh Alfin.
Ohya Alfin itu paling anti manggil Maya dengan embel-embel Mbak, kak, senior atau apapun itu, menurutnya akan lebih akrab kalau dia memanggil namanya langsung, meski terkesan gak sopan dia gak peduli, toh Maya juga gak masalah dengan itu."Sudah-sudah kalian ini berantem mulu" lerai Pak Wahyu
"Terus nasib saya gimana pak" kata Maudy memelas
"Emang kamu kenapa, Dy?" Tanya Maya sambil melahap makanannya.
"Saya gak sanggup mbak kalau jadi sekretarisnya Dicky"
"Lho jadi kamu sekretarisnya Pak Dicky yang baru, yang pas diruangannya tadi kamu bikin ketawa Pak Dicky? Sumpah demi apa? Baru tadi gue denger Pak Dicky ketawa? Lu kasih apa dia Dy?" Tanya Maya tanpa henti"Mbak Maya gak usah lebay deh, denger orang ketawa kayak denger mantan yang udah nikah ngajak balikan aja" ujar Maudy sedikit kesal karena baginya kejadian itu tidak patut untuk diperbincangkan.
"Tuh mbak Maya denger mbak," kata Alfin sambil menekan kata mbak pada Maya untuk balas dendam.
Maya hanya menatap sebal pada Alfin dan tidak melanjutkan asumsinya karena Maya melihat Maudy yang tampak sedang terpuruk."Maudy gini, bukannya pas tanda tangan kontrak kerja, saya sudah mengingatkan kamu lebih baik membacanya terlebih dahulu, tapi kamu malah ngenyel kalau kamu percaya dengan kontraknya dan dengan semangat langsung kamu tanda tangani kontrak itu" ucap Pak Wahyu meluruskan apa yang terjadi
"Emang kenapa dengan kontraknya pak?" Tanya Maudy
"Dikontrak itu kamu akan menjadi sektretaris Pak Dicky selama satu tahun full, karena kamu jadi sekretarisnya Pak Dicky cuti pun kamu harus ijin ke Pak Dicky, mengingat jadwal Pak Dicky yang padat sepertinya kamu gak dapat cuti selama setahun ini"
"APA? Ya sudah saya mau resign aja kalau gitu" ucap Maudy sambil menggebrak meja
"Resign? Dalam kontrak itu juga tertulis apabila pihak kedua yaitu kamu resign sebelum kontrak itu habis kamu akam kena denda sebesar 500juta""Bapak gila? Gaji saya setahun juga gak mungkin sampai segitu pak"
"Justru itu daripada kamu tekor mending nikmati saja jadi sekretarisnya boss ganteng selama setahun, iya kan?" ucap Pak Wahyu sambil menaik turunkan alisnya
"Arghhhhh, bapak bercanda kan?""Apa perlu saya ambilkan kontraknya supaya kamu percaya Maudy?" Ucap Pak Wahyu lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Perlu kamu tahu Maudy dan kalian semua, saya capek setahun ini boss kita udah ganti sekretaris 5 kali, tiap saya dapat gantinya ada aja masalahnya, baru 2 bulan kerja udah pada resign karena gak kuat dengan sikapnya Pak Dicky, untuk mengantisipasi lagi saya buatkan aja kontrak kerja seperti itu, yang jelas gak bakal merugikan kedua belah pihak"
Maudy hanya mengacak-ngacak rambutnya saking kesalnya, dia bingung harus seperti apa lagi sekarang."Boss emang gak rugi saya yang rugi,kenapa harus Maudy sih..hiks"
"Kamu gak rugi Maudy gaji sekretaris lumayan gede lho, kamu setahun disini bisa buat tanah 2 hektar, mobil 10 unit, menaikkan haji kedua orangtua" ucap Maya memberi semangat
"Mbak.." lirih Maudy yang tanpa sadar air matanya keluar perlahan
"Maudy gak kuat mbak, apalagi gosipnya dia itu jahat, tadi aja dia udah ngebentak Maudy cuman Maudy sok tegar biar gak dikira lemah"
"Sabar Dy, sebenarnya boss itu baik kok, tapi ya gitu keseringan marah jadi keliatannya jahat gitu, terus mukanya gak ada senyumnya keliatan judes, aslinya enggak kok, malah lebih nyeremin lagi" kata Alfin ikut memberi semangat pada Maudy"Hiks.. hiks.. " Maudy tak bisa lagi menahan tangisnya
"Lo sih fin ngasih semangat malah kayak nakutin gitu," ujar Maya
"Mbak kalau kelamaan sama si boss bisa-bisa gue gila mbak, fisik gue emang gak ke siksa, tapi batin gue kalau tiap hari ngadepin sikapnya boss yang gak jelas itu lama-lama mati mbak" kata Maudy di sela tangisnya"Siapa gak jelas?"
"Tuhkan mbak, belum genap sehari gue udah gila gini, masa gue denger suara boss lagi ngomong hiks.. hikss"

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Bos Galak
RomanceMaudy Yolanda Putri Ardana gadis yang memiliki kecerdasan tinggi, namun tak pernah peka dengan lingkungannya. Bahkan ketika ada seseorang yang mencintainya pun dia tak pernah sadar Setelah bekerja dengan Dicky Saputra (Bossnya Maudy) banyak yang ber...