"Siapa gak jelas?"
"Tuhkan mbak, belum genap sehari gue udah gila gini, masa gue denger suara boss lagi ngomong hiks.. hikss"
"Dy.. coba kamu lihat kebelakang" ujar Maya.
Maudy langsung menegakkan tubuhnya, dan dengan gerakan slow motion Maudy menoleh kebelakang.
"Astaga, bapak ngagetin saya aja"
"Nih kontrak yang kamu minta tadi"
"Gak usah pak, saya percaya kok kalau Pak Wahyu gk mungkin bohong" ucap Maudy sambil berdiri dan meninggalkan tempatnya
"Mau kemana?" Tanta Pak Wahyu
"Mau semedi dulu, biar tahan banting ngadepin bos macem titisan genderuwo gitu"
Semua hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Maudy.
Sebenarnya mereka cukup prihatin juga dengan keadaan Maudy yang baru mentas dari kuliah langsung kerja dengan bos seperti Dicky yang terkenal dingin dan galak, tapi mau bagaimana lagi mungkin itu sudah menjadi takdirnya.
***
Ketika tiba dirumah Maudy langsung merebahkan dirinya diatas sofa ruang tamu
Bugh. "Anak gadis baru pulang bukannya langsung mandi malah leha-leha diruang tamu"
Siapa lagi kalau bukan bundanya yang melempar bantal sofa ke Maudy
"Gini ya bun, aku tuh capek jiwa raga, gak cuman otak aja yang diperas fisikku direnggut paksa juga sama boss"
"Kamu.. kamu diapain sama boss kamu? Boss kamu pasti udah nikah? Terus tua? Perutnya buncit? Kumisan? Terus kamu mau dijadiin simpanannya? Astaga Maudy jangan mau kamu, siapa boss kamu sini bunda samperin berani banget nyentuh anak bunda"
Maudy hanya melongo karena pertanyaan bunda menurutnya terlalu berlebihan, sebelum bunda bertanya yang aneh lagi Maudy segera beranjak dari sofa
"Bundaaaa... sakit aduhh aduh lepasin bun,Ya Allah sadarkanlah bunda Maudy, bunda kuping Maudy nanti jadi lebar kayak gajah kalau bunda tarik gini aww aduhh, bunda ini namanya KDRT pada anak aww"
"Lagian kamu bunda tanya malah pergi"
"Hiks.. hikss"
"Eh dy sakit banget tah?ini udah bunda lepasin"
"Maudy capek bun hiks.. Maudy gak kuat.. Maudy.. Maudy sakit, Maudy mau.....hiks" ucap Maudy lalu memeluk bundanya erat
"Maaf sayang tadi bunda gak maksut buat nyakitin kamu" sambil mengelus kepala Maudy
"Maudy mau ke kamar dulu bun"
Sebenarnya Maudy menangis bukan karena jeweran bundanya, tapi karena lelah seharian ini ngadepin boss yang mulutnya sekali ngomong bisa bikin mencret, pedesss.
Andai waktu itu dia gak keukeh ingin kerja, andai waktu itu dia patuh pada ayahnya, dan andai semua ini hanya mimpi.
****
"Selamat pagi"
"Pagi juga mbak"
"Mbak Maudy mana nggi? Udah berangkat ya?"
"Belum, mbak sal semalem denger suara orang nangis nggak? Ihh serem mbak"
"Kalian ini pagi-pagi udah gosip aja" bunda tiba-tiba menimpali obrolan para anak gadisnya diruang makan.
"Hehe, mbak Maudy gak kerja bun, kok belum kesini?" Tanya Salwa
"Kerja kok, nih gue udah disini"
Maudy yang muncul tiba-tiba membuat semua terkejut
"Astaga mbak, itu mata kenapa?" Anggi sekamin terkejut melihat keadaan Maudy yang sangat kacau.
"Mbak ini mau kerja apa mau ngamen di perempatan sih?" Salwa menimpali
Maudy sama sekali tak berniat menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari adiknya.
Sekarang yang terpenting perutnya harus di isi agar nanti dia kebal menghadapi bossnya.
"Sekarang bunda tau, pasti kamu kan dy yang semalem nangis?" Tanya bunda
"Emang aku semalem nangis ya? Gaktau bun lupa"
"Kamu semalem nonton drakor kan?"
"Iya, kenapa bun?"
"Kamu kalau nonton drakor suka gak sadar diri, kadang nangis, kadang ketawa gak jelas, kadang gigit bantal"
"Serem tau mbak malem-malem denger suara orang nagis, pas mau dicari suaranya tiba-tiba gak ada" ucap Anggi sambil mengedikkan bahu.
"Sudah-sudah ini kalian mau berangkat jam berapa? Bukannya makan malah ngobrol" Ayah yang baru datang menegur istri dan putri-putrinya.
Semua hanya nyengir lalu melanjutkan sesi makannya.
***
Tiba dikantor Maudy langsung duduk ditempat kerjanya
"Dy semalem pak Dicky ngirim pesan ke saya, katanya besok mau rapat di luar kota kamu disuruh nyiapin berkas ini, dan segala keperluan untuk besok" Pak Wahyu datang sambil memberikan berkas pada Maudy.
"Iya pak"
"Kamu ikut juga lho, Pak Dicky sekarang gak masuk ada acara lain yang harus dihadiri"
"APAAAA?" Maudy mendongak menatap Pak Wahyu tak percaya
"Astaga, kamu kenapa dy?" Tanya Pak Wahyu terkejut
"Eh maaf pak, tadi saya reflek teriak pasti Pak Wahyu kaget"
"Saya terkejut bukan karena kamu teriak, ini tampilan kamu kayak emak-emak galau sinetron kesukaannya gak tayang"
"Emang saya kenapa pak?"
"Tuh mata kamu kayak disengat lebah, kantung matanya gede lagi, bibir pucet banget, pipi kayak tomat rebus, hidung kayak badut"
Seketika Maudy mangambil kaca dari tasnya yang selalu dia bawa, dia melihat betapa kacaunya penampilannya saat ini.
Lalu dia memerosotkan tubuhnya dikursi karena dia merasa seluruh jiwanya hilang entah kemana.
"Kenapa harus saya sih pak yang nemenin?" Ucap Maudy dengan nada sedikit frustasi
"Kamu kan sekretarisnya, itu juga sudah kewajiban kamu"
"Saya gak mau pak, pokoknya gak mau"
"Lah kamu mau makan gaji buta? Gak mau menjalankan tugas yang memang seharunya kamu lakukan?"
"Arghhhh" Maudy tampak semakin frustasi karena membayangkan dirinya dan Dicky di luar kota bersama, tanpa ada orang yang dia kenal satupun.
"Kamu disana itu kerja Dy, bukan kencan jadi gak usah grogi gitu ahh" Alfin yang baru datang langsung menimpali karena tak sengaja mendengar obrolan Maudy dengan Pak Wahyu.
"Nanti kalau bunda gak ngasih ijin gimana?" Tanya Maudy nampak melas
"Ettdah bocah, lo bukan anak sd lagi yang apa-apa gak dibolehin, lagian itu tugas kantor jadi gak mungkin lah emak lo ngelarang" Alfin sedikit greget
"Bunda gak bakal ngebolehin kalau anak gadisnya keluar cuman berduaan sama yang bukan muhrim, apalagi orang baru dikenal kayak pak Dicky gitu, kata bunda gak menutup kemungkinan Pak Dicky bisa saja khilaf terus ngapain2 Maudy gimana, kan cowok gudangnya khilaf"
"Yaudah sono minta halalin dulu ke Pak Dicky, biar kalau ada tugas ke luar kota lagi gak perlu minta ijin ke bunda lo, bereskan?" Kata Alfin
"Nah bener itu, satu lagi Dy cowok gak mungkin khilaf kalau gak digodain dulu" Pak Wahyu menimpali
Lalu Alfin dan Pak Wahyu pergi meninggalkan Maudy yang masih terbengong dengan ucapan mereka.
"Emang dasar cowok, gak pernah mau ngerti perasaan cewek" teriak Maudy pada Alfin dan Pak Wahyu.
Vote dan komen jangan lupa❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Bos Galak
RomansaMaudy Yolanda Putri Ardana gadis yang memiliki kecerdasan tinggi, namun tak pernah peka dengan lingkungannya. Bahkan ketika ada seseorang yang mencintainya pun dia tak pernah sadar Setelah bekerja dengan Dicky Saputra (Bossnya Maudy) banyak yang ber...
