Tunangan Boss

5.1K 213 0
                                        

Pagi harinya Maudy berangkat kerja dengan tidak semangat dan mood berantakan.
Maudy tahu pasti bahwa mood di pagi hari akan menentukan mood pada siang hari dan selanjutnya.
Bagaimanapun Maudy tidak bisa melupakan kejadian kemarin yang gagal jogging dan malah menimbun lemak.

"Eh kamu sini" Maudy baru saja masuk tapi dihentikan oleh suara dibelakangnya.
"Saya pak?" Tunjuk Maudy pada dirinya sendiri.
"Emang disini ada orang selain"
"Ada kok"
"Mana?"

"Lah bapakkan juga orang, gak mungkin kan bapak bidadari yang nyamar jadi cowok?" Mampus lo dy, mulut lo emang gak bisa dijaga batin Maudy kesal karena suka asal ceplos.
Apalagi seseorang yang di depannya sekarang adalah Dicky bossnya.

Dicky mendelik lalu berjalan mendekat ke arah Maudy.
Astaga gue mau diapain ini, ayo kaki kenapa gak bisa digerakin sih, bangsat Pak Dicky makin dekat lagi batin Maudy meronta-ronta.

"Laporan yang lusa saya suruh revisi udah kamu kerjakan?"
"S-sudah pak, tinggal memperbaiki covernya saja"
Dicky hanya menganggukkan kepala lalu berlalu pergi meninggalkan Maudy yang gemetaran dari tadi.

"Kamu sini" Dicky kembali lagi memanggil Maudy.
"Ada apa lagi pak?"
"Siapa namamu?"
"Maudy"
"Nama kamu gak cocok buat kamu, Maudy yang saya kenal itu orangnya lemah lembut, kalem, pinter, sopan gak kayak kamu"
Setelah mengucapkan itu Dicky berlalu pergi tanpa menolah lagi kearah belakang. Sedangkan Maudy hanya bisa melongo ditempatnya.

"Emang dasar boss gila apa hubungannya coba nama sama perilaku, ya kali kalau namanya sama perilakunya juga sama ajaib dong" gerutu Maudy
"Ngomong apa kamu?"
"Astaga bapak ngagetin aja"
"Ya lagian kamu kayak orang gila, ngomong sendiri"
"Tadi ada Pak Dicky sekarang orangnya udah ilang tuh, Pak Wahyu baru datang?"
"Iya, eh iya maaf ya kemarin gak ikut kemarim saya nganterin anak les terus bantu-bantu istri"
"Kalem aja pak, orang kemarin cuman makan bubur terus pulang, kampret emang mereka semua ngajakin jogging malah makan bersama"
"Hahaha niatnya nurunin lemak malah nimbun lemak ya dy"
Maudy hanya manyun sambil menganggukkan kepala.
Lalu mereka berlalu pergi ke tempat kerja masing-masing.

***
Ketika makan siang Maudy sengaja gak ke kantin, dan memilih makan buah saja yang dibawa dari rumah.
Maudy tipe orang yang suka banget menjaga berat badan, bukannya dia gak suka gendut hanya kalau berat badannya bertambah rasanya seperti gak nyaman dan gak enak.

"Gak ke kantin?" Tanya Dicky yang lewat depan tempat Maudy.
"Enggak Pak"
"Diet?"
"Ha? E-enggak kok ngapain diet" ujar Maudy sambil mengibaskan tangannya kedepan.
"Bapak gak ke kantin?"
"Saya order makanan, nanti kalau sudah sampai bawa kedalam sekalian siapkan"
"Siap pak"

Setelah 5 menit orderan Dicky akhirnya sampai juga
"Ebusett! Nih orang apa buto ijo makannya banyak banget"
Maudy terperangah dengan orderan Dicky yang begitu banyak. Porsinya saja cukup untuk makan Maudy 2 hari.

Maudy langsung masuk dengan kedua tangannya membawa kresek berisi full makanan.
Setelah menyiapkan semua makanan untuk Dicky diatas meja Maudy langsung keluar. Belum sempat Maudy membuka pintu ada suara seseorang dibelakang yang mengintrupsinya.
"Maudy, temani saya makan dulu ada yang mau saya bicarakan juga"
"Iya pak" tumben baik biasanya ngegas kalau ngomong batin Maudy
Maudy berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Dicky.

Setelah 10 menit Dicky memanggil Maudy untuk ke ruangannya.
"Ini kamu beresin makanannya. Saya mau mengerjakan laporan ini sebentar"

"Loh pak ini kan belum bapak makan semua mubadzir lho"
"Kalau kamu mau makan aja atau bungkus aja bawa pulang" ucap Dicky namun tatapannya masih pada laptop.
"Bapak aja sini saya bungkus"
Dicky mendelik dan melihat ke arah Maudy

Dasar mulut gak pernah sekolah, kalau ngomong gak punya aturan, duhh dy mulut lo emang perlu les privat batin Maudy

"Maksud saya, ini makanannya saya bungkus ya Pak buat makan sama teman-teman yang lain" ujar Maudy yang di akhiri dengan cengiran.
"Hmm"

Lalu Maudy bergegas merapikan dan membungkus makanan yang hampir separuh tak tersentuh oleh bossnya itu dan dengan segera meninggalkan ruang kerja bossnya.

Maudy duduk di tempat kerjanya langsung memakan makanan yang dibungkus tadi. Dengan hati was-was karena takut bossnya marah dengan ucapannya tadi.

"Lah kampret kok gue makan semua sih ini, kan lagi diet, duhh"

Setelah menuntaskan penyesalan karena diet yang gagal terus akhirnya Maudy melanjutkan aktivitas kernya dengan sesekali menghembuskan nafas berat.

"Permisi mbak, maaf mengganggu sebentar Pak Dickynya ada?" tanya seseorang dari balik meja Maudy.
Maudy hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban tanpa menoleh ke arah orang yang mengajaknya bicara dan tetap fokus pada lembaran-lembaran yang sudah menjadi tugas Maudy untuk dikerjakan.

"Pak Dicky lagi gak sibuk kan?"
Lagi lagi Maudy hanya menganggukkan kepala
"Berarti saya boleh masuk ke ruanganya?"
Dengan menghembuskan nafas berat Maudy tetap menggangguk dengan kesal.
"Mbak sekretaris baru ya?"
Maudy semakin kesal karena orang di depannya sekarang terus mengajak ngobrol sedangkan mood Maudy masih hancur.

Maudy menggebrak meja lalu melihat ke arah orang yang mengajaknya bicara tadi. Setelah melihat orang tersebut Maudy melongo dan tak bisa bersuara sama sekali. Padahal dia tadi sudah siap menyumpah serapahi orang tersebut.

"Pasti mbak sekretaris baru, ya sudah saya masuk dulu semangat kerjanya" ujar seseorang tadi dengan senyum yang sangat tulus dan menawan.

"Gila! Itu tadi orang apa bidadari cantik banget, sumpah sempurna banget kuman aja paling minder mau deketin dia gue aja sampek gak bisa berkata apa-apa" Maudy baru bisa bicara ketika orang di depannya sudah menghilang dibalik pintu

"Woyy jomblo ngelamun aja, mikirin apa hayoo? Pasti mikir jorok nih sampek bengong gitu" ucap Alfin yang kebetulan lewat tempat kerja Maudy

"Mas yang diruangannya Pak Dicky itu siapa?" Bahkan Maudy sampai mengacuhkan ucapan Alfin demi mendapatkan jawaban karena kepo dengan orang yang berada di ruang kerja bossnya.

"Oh itu Vallen tunangannya Pak Dicky yang pernah gue ceritain dulu, gimana naksir kan lo?"
"Bener kata mbak Maya jangankan cowok gue aja yang cewek kesemsem apalagi kalau dia ngomong adem banget gitu alus gak kasar" ujar Maudy sambil membayangkan tunangan bossnya sedang bicara tadi

"Nah itu baru cewek idaman, gak kayak lo kalau ngomong ngegas mulu pantes jomblo terus, pasti cowok-cowok takut nanti kalau udah nikah makin jadi cerewetnya minta nambah jatah bulanan"

"Bangsat! Pergi lo! dasar mulut cewek" kata Maudy sambil melempar notebook ke arah Alfin. Sayangnya Alfin sudah menghindar jadi sia-sia saja Maudy melemparnya.

Maudy masih kesal dengan Alfin namun tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya
"Dy ini tolong kamu kasih ke Pak Dicky ya minta tanda tangan" ternyata Maya yang menepuknya.

"Eh iya tadi kamu kenapa gak ke kantin? Lagi sibuk apa gimana?"
"Lagi diet mbak, eh sama boss dikasih makanan malah kemakan semua padahal tadi niatnya mau bagi-bagi"
"Lagian ya udah kurus gitu mau diet, apanya yang mau dikecilin?"
Maudy hanya cemberut.

"Mbak ini nanti aja minta tanda tangannya, ada tunangannya boss disana" ucap Maudy sambil memegang laporan yang diberikan Maya tadi.

"Iya tau makanya mbak nitip kamu"
"Lah mbak tau dari mana?"
"Kan setiap kesini Vallen selalu bawa makanan buat karyawan lain, makanan kecil sih tapi kan lumayan"
"Mbak Maya kenal?"
"Satu kantor juga kenal kali dy, nih ya Vallen itu baik banget, ramah, tutur katanya sopan, pokoknya beda kayak cewek-cewek jaman sekarang deh, padahal dia anak konglomerat tapi mau aja berbaur sama kacung kayak kita gini"

"Ya Ampun beruntung banget Pak Dicky dapet jodoh kayak mbak Vallen bagaikan langit dan bumi sifatnya" ucap Maudy mulai melebih-lebihkan
"Ya gitu dy namanya juga jodoh kadang yang baik dipertemukan dengan yang baik, atau yang baik dipertemukan dengan seseorang yang siap dirubah menjadi baik"

"Yah mbak jomblo kayak Maudy mah cuman bisa ngehalu habis dengar ucapan mbak Maya"

"Jangan cari yang baik, jadilah yang terbaik maka kamu akan dipertemukan dengan yang baik" ucap Maya sambil menepuk-nepuk pelan pundak Maudy.

Maudy hanya menganggukkan kepala mendengar ceramah Maya.
"Yaudah mbak balik dulu, semangat mblo jagain orang pacarannya hahaha" ucap Maya berlalu pergi"

"MBAK MAYA LAMA-LAMA KAYAK MAS ALFIN JOMBLA JOMBLO TEROSS" teriak Maudy pada Maya.

Maapkeun kalau ada typo
Vote dan komen selalu ditunggu😚

Cinta Bos GalakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang