Hi

872 127 41
                                        

"Anjing!"

Seungyoun menggebrak meja kantin teknik mesin membuat ketiga temannya ingin melayangkan gelas yang masih terisi penuh es teh ke arahnya.

"Apasih lo dateng-dateng manggil diri sendiri."

"Gila gue mau mati kali ya."

Seungyoun duduk menghimpit Hangyul menyuruhnya geser.

"Lo kenapa sih, Youn? Ga jelas banget."

"Bentar, aus." Ucapnya sebelum meraih gelas Byungchan dan meminumnya hingga tandas.

"Bangsat! Es teh gue!" Byungchan menggeplak kepala Seungyoun.

"Gue liat malaikat anjir." Ucapnya tanpa peduli Byungchan yang memakinya.

"Emang bener-bener udah mau dijemput ni bocah. Utang lo lunasin dulu."

"Serius!!!"

"Malaikat apaan sih, setan?!"

"Asli indah banget. Ga boong gue."

"Buseettt udah mulai gila dia."

"Ketemu dimana?"

Emang Wooseok doang lah yang paling waras.

"Di depan kampus ekonomi. Gila tau gak gue terpana liat dia tiba-tiba aja rasanya dunia sekeliling gue jadi blur cuma dia doang yang jelas banget di mata gue."

"Siapa sih?"

"Ya kalo gue tau juga udah gue sebutin dari tadi namanya anjir."

"Tapi kok tumben lo ga kenal?" Tanya Wooseok sambil mengunyah roti bakarnya.

"Lah? Iya ya?"

Baru sadar dia.

"Iya. Bukannya anak-anak semua jurusan lo kenal semua?"

"Padahal cakep gini kok gue ga kenal yak?"

"Maba kali."

"Bukan deh bukan. Gayanya udah macem anak tingkat akhir." Ucapnya mengingat-ingat orang yang dilihatnya tadi.

"Tauk ah! Pokoknya dia malaikat. Malaikat hatiku." Sambungnya.

"Bodo ah, Youn. Yang tenang disana aja gue doain yang terbaik buat lo."

"Ya ga gitu setaaaannn!!"

.
.
.

Seungyoun cuma pasang muka melas pas dia masuk ruang laboratorium geologi.

"Males banget gue masuk kelas hari ini."

Seungyoun langsung nemplok di bahu Hangyul yang mendorong kepala Seungyoun disuruh jauh-jauh.

"Kayak yang kemaren-kemaren lo kuliah rajin aja. Padahal tiada hari tanpa bilang males."

"Diem lo."

Seungyoun membekap mulut Hangyul yang dibalas geplakan di dahi Seungyoun.

"Kita sekelompok ada empat orang kan?" Tanya Byungchan pas liat kelompok lain udah lengkap dan sadar kelompoknya baru tiga orang.

"Tiga doang orangnya satunya setan nih." Ucap Hangyul menunjuk Seungyoun.

"Lo kali yang setan, setan! Udah mau kesini kok dia." Sahut Seungyoun yang kayaknya kenal sama anaknya.

Ya pasti kenal sih orang dia kayaknya sefakultas teknik temen dia semua.

Gak lama ada anak tinggi yang masuk dengan muka celingukan bingung.

"Sini coy!" Panggil Seungyoun.

"Kenalin nih yang jamet satu namanya Hangyul. Yang jamet dua namanya Byungchan. Yang paling ganteng ini namanya Seungyoun." Sahut Seungyoun yang udah gak nemplok di bahu Hangyul lagi pas anak yang tadi baru datang udah duduk di depannya.

Candle Light +Seungzz+Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang