Sebelum kalian baca, tolong hargai apa yang sudah di tulis. Cukup dengan vote ataupun komen bakalan bikin seneng dan pasti bakalan up terus.
Itu gak susah sama sekali kok, cukup tekan aja bintang di bawah pojok, udah selesai.
' menghargai adalah menghormati keberadaan, harkat, dan martabat orang lain. Menghormati hasil karya orang lain artinya menghormati hasil usaha, ciptaan, dan pemikiran orang lain '
Enjoy!
.
Suara tangisan tak percaya serta keadaan yang semakin memburuk membuat semua yang berada di sana merasa sangat bodoh, suasana yang menyedihkan membuat mereka semua hanya terduduk lemas diam sambil menangis dalam kepedihan, yang mereka lakukan hanyalah terduduk pasrah di depan ruang operasi.
Rose, wanita itu hanya bisa terduduk lemah air matanya sudah tak bisa dia bendung lagi, usaha untuk dirinya tak ingin terlihat cengeng kini telah gagal, tapi bukan hanya Rose disana juga terdapat Jennie yang terlihat sangat berantakan, Jennie hanya bisa menenggelamkan wajahnya di antara kedua kakinya, sedangkan Sung Ryung wanita paru baya tersebut memilih untuk menenangkan putrinya.
Anne disana, di dalam sana, anak berusia 5 tahun itu kini sedang memperjuangkan nyawanya antara hidup dan mati, dirinya di tabrak sebuah mobil yang melaju sangat kencang hingga membuat Anne terpental jauh hingga darah mengalir di kepala, telinga, hidung serta mulutnya membuat wajahnya tak terlihat saking banyaknya darah yang terbuang.
Lisa syok, di depan mata kepalanya sendiri, anaknya, putrinya, di tabrak oleh pengendara yang tak bertanggung jawab, Lisa syok melihat Anne hampir merenggang nyawa di depan matanya, dia syok melihat putrinya terlempar jauh di depan matanya.
Saking syok nya, Lisa bahkan tak bisa berkata apapun, badannya seolah mematung dengan jiwa yang pergi entah kemana, seolah jiwanya telah di ambil oleh sang pencabut nyawa membawanya pergi dengan jauh hingga tak bisa Lisa gapai kembali. Bahkan menangis pun rasanya Lisa tak bisa, terlalu sakit rasanya hanya sekedar mengeluarkan air mata.
Selang 5 jam menunggu ruang operasi terbuka, kini terlihatlah dokter yang keluar dari ruang operasi, semua orang beralih menatap sang dokter menunggu penjelasan apa yang akan di berikan olehnya, sang dokter yang melihat bahwa mereka semua menunggu penjelasannya membuatnya menghela nafas.
Dia membuka maskernya sejenak dan menarik nafas, "Dengan keluarga pasien?" Sang dokter membuka suara, membuat mereka semua berdiri dari duduknya, walaupun rasanya Lisa tak bisa menumpu dirinya dengan kakinya sendiri.
"Begini.." menghentikan sejenak pembicaraannya, "pasien mengalami luka yang serius, pasien mengalami beberapa patah tulang, seperti patah kaki di sebelah kiri, dan juga tangannya di sebelah kanan, beberapa tulang rusuknya juga retak hingga membuat pasien sulit untuk bernapas, dan pasien juga mengalami cedera otak yang parah, kami bahkan tak bisa berbuat apa apa kecuali berdoa yang terbaik untuk pasien, kami tidak tau sampai kapan pasien bisa bertahan, melihat bagaimana parahnya yang di alami pasien, karena tubuhnya yang masih sangat lemah"
Penjelasan sang dokter semakin membuat mereka histeris, Rose menutup mulutnya tak percaya hingga kembali menangis terisak, sedangkan Jennie yang sudah meluruh ke lantai dengan ibunya yang juga tak bisa membendung air matanya, Jennie tau saat ini dia menyesal.
Sedangkan Lisa, wanita itu hanya menunduk dengan wajah yang datar, dia berjalan menjauh meninggalkan mereka semua, tak ada yang menyadari jika dirinya pergi dari sana, semuanya sibuk dengan tangisan masing masing, menyisakan Lisa disana.
