Sebelum kalian baca, tolong hargai apa yang sudah di tulis. Cukup dengan vote ataupun komen bakalan bikin seneng dan pasti bakalan up terus.
Itu gak susah sama sekali kok, cukup tekan aja bintang di bawah pojok, udah selesai.
' menghargai adalah menghormati keberadaan, harkat, dan martabat orang lain. Menghormati hasil karya orang lain artinya menghormati hasil usaha, ciptaan, dan pemikiran orang lain '
Enjoy!
.Sudah 1 bulan lamanya Lisa dan Jennie berpisah, dan semenjak itu juga pun mereka tak pernah berbicara satu sama lain, Jennie pun tak pernah mengunjungi putrinya selama ini. Bahkan Lisa tau nyatanya Anne sangat merindukan ibunya.
Selama ini Lisa selalu mencari keberadaan Jennie, dia tidak tega melihat sang anak yang setiap malamnya meraung-raung menangis meminta untuk bertemu dengan ibunya, bahkan bagaimana pun usaha Lisa untuk membuat tenang putrinya tak berhasil sama sekali.
Anak itu terlalu merindukan ibunya.
"Sajang-nim, ada tuan oh diluar ingin bertemu dengan anda" Lisa mendongak dan menatap asistennya yang kini berdiri di hadapan mejanya.
Lisa tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya, "baiklah," ujar Lisa sambil keluar dari ruangan nya menuju ke ruang tunggu untuk bertemu dengan tuan oh.
Tuan oh, atau oh Sehun merupakan pengacara Lisa saat persidangan perceraiannya waktu itu, Lisa sedikit bingung ada apa tuan oh datang ke kantornya padahal masalah rumah tangganya sudah usai sejak 1 bulan yang lalu.
Lisa memasuki ruangan khusus untuk tamu, dia melihat di sana tuan oh sudah duduk dengan beberapa berkas di hadapannya, tuan oh tersenyum menyambut kedatangan Lisa dan di balas juga dengan senyum kecil oleh Lisa.
S
etelah mengambil duduk di kursi hadapan tuan oh Lisa membuka suara.
"Sepertinya ada yang ingin anda bicarakan, apa itu penting?" Tanya Lisa membuat tuan oh mengangguk dan mulai mengeluarkan kertas yang berada dalam map coklat.
"Ini soal hak asuh milik Anne, semuanya milik anda. Karena Jennie selaku mantan istri anda yang menyerahkannya begitu saja" kata tuan oh sambil menyodorkan kertas tersebut pada Lisa.
Perlahan Lisa membacanya, dan benar saja di sana sudah tertulis bahwa dialah yang mengambil hak asuh Anne putrinya, Lisa menghembuskan nafas pelan rupanya Jennie tak main main dengan apa yang ia katakan, semua hak asuh Anne Lisa yang ambil.
"Baiklah, apakah masih ada lagi?" Tanya Lisa sambil memasukkan kertas tersebut kembali ke dalam map coklat.
"Tidak ada, jadi begitu apakah saya sudah boleh pergi?" Tanya tuan oh membuat Lisa mengangguk, tuan oh berdiri diikuti oleh Lisa, mereka berjabat tangan untuk mengakhiri pembicaraan hari ini.
"Semoga anda tetap diberkati Tuhan dan diberi kebahagiaan" ujar tuan oh membuat Lisa tersenyum dan melepas jabatan tangannya.
"Makasih doanya tuan oh, dan aku menghargai itu" ucap Lisa dengan tulus, perasaannya saat ini masih belum tenang semenjak perceraian itu, sungguh dirinya tak masalah bahkan jika Jennie sudah tak mencintainya sama sekali, namun dia memikirkan anaknya, bahkan Lisa sama sekali tak bisa melihat putrinya yang setiap malamnya mengigau karena merindukan ibunya.
