part 17 "Kecerobohan"

8.7K 877 30
                                    

Sebelum kalian baca, tolong hargai apa yang sudah di tulis. Cukup dengan vote ataupun komen bakalan bikin seneng dan pasti bakalan up terus.

Itu gak susah sama sekali kok, cukup tekan aja bintang di bawah pojok, udah selesai.

' menghargai adalah menghormati keberadaan, harkat, dan martabat orang lain. Menghormati hasil karya orang lain artinya menghormati hasil usaha, ciptaan, dan pemikiran orang lain '

Enjoy!

.

"U--unnie" Jennie berkata dengan terbata bata saat melihat Jisoo yang berada di ambang pintu kamar mandi miliknya sambil melipat kedua tangannya di depan dada, wajahnya terlihat datar menatap Jennie membuat wanita itu sedikit meringis.

"Kenapa? Sudah selesai muntah nya?" Tanya Jisoo, dia berjalan masuk ke dalam sedikit memijat tengkuk Jennie dan menahan rambut Jennie agar tak terkena muntahan.

Setelah di rasa cukup, Jennie menyalakan air keran untuk membersihkan muntahan nya, dan mencuci muka nya, dia kembali menegakkan badannya dan memegang keningnya setelah menutup kembali air keran yang tadi dia hidupkan.

Jisoo menuntun Jennie segera keluar dari sana dan mendudukkan Jennie di kasur miliknya, Jisoo langsung mengambil semangkuk bubur di atas meja nakas dan menyuapkan nya ke Jennie.

"Apa ini?" Tanya Jennie sambil menutup mulut nya saat melihat bubur yang ingin di suapkan oleh Jisoo.

"Makanlah ini, bodoh. Atau kau akan tambah sakit seperti ini" Jisoo berkata masih dengan wajah datarnya dan kembali memaksa menyuapkan bubur ke dalam mulut Jennie, membuat Jennie mau tak mau membiarkan sesuap bubur yang tak ia ingin kan itu masuk ke dalam mulut nya.

Jennie mengunyah bubur tersebut dengan sangat pelan di sertai ekspresi muka nya yang terlihat menahan agar tidak memuntahkan bubur tersebut.

"Telan lah bodoh, bubur tidak perlu di kunyah selama itu!" Ketus Jisoo hingga membuat Jennie langsung menelan bubur yang Jisoo suapkan tadi dengan setengah mati.

Jisoo kembali mengambil sesendok bubur dan menyuapkan nya ke Jennie, namun lagi lagi Jennie menutup mulutnya tak mau menerima suapan Jisoo, sekali lagi Jisoo memaksa namun Jennie semakin memberontak, Jisoo melototkan matanya pada Jennie namun di balas oleh pelototan mata juga dari Jennie.

"Habiskan ini cepat, aku tidak punya banyak waktu, stupid!"

Jennie menghempaskan sendok yang Jisoo pegang hingga sendok tersebut terlepas dari genggaman Jisoo hingga sendok yang di pegang oleh Jisoo terlempar.

Jisoo melotot kan matanya menatap Jennie, dia menaruh mangkuk bubur ke atas nakas kembali dengan cukup keras hingga menimbulkan bunyi.

"Bodoh, aku pergi sekarang"

Jisoo berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah sofa sejenak untuk mengambil tas selempang nya, setelahnya dia berjalan keluar dari kamar Jennie tidak mempedulikan Jennie yang sedaritadi menatapnya dengan aneh, dia tak peduli.

"Ada apa dengan anak itu?" Gumam Jennie sambil menggelengkan kepalanya.

"Aww.." ringisnya sambil memegang kepalanya yang terasa pening, dia membaringkan tubuhnya kembali dan menarik selimut untuk menutupi setengah badannya, memaksa dirinya untuk tidur agar pening di kepalanya berhenti sakit.

Tak berselang lama ponsel Jennie berbunyi, dia berusaha untuk bangun dari tidur nya dan mengambil ponselnya di atas nakas miliknya, dia mengerutkan keningnya saat nomor tak di kenal tertera di sana.

MOMMY! I need you Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang