Boughh...
“MINO” teriak irene saat melihatku memukul Sehun diacara pesta pernikahan yeri
Irene pergi keluar meninggalkan ku sendiri, dengan kesadaran diri yang masih tersisa ku ikuti irene keluar menjauh dari orang-orang
“Irene tunggu”
“apa yang kamu lakukan hah...apa kamu sudah gila?” tanya irene dengan menahan amarahnya
“Yeah...pertanyaan yang bagus, iya aku gila saat aku mendengar apa yang dia ucapkan tentangmu. Aku hanya mencoba menjaga apa yang kita miliki dan kamu....kamu malah mengulurkan tanganmu kembali padanya” jawabku dengan emosi yang sudah mencapai batasnya
.
.
Flashback on
Author poV
emosi mino akhirnya tak terkendali . CUKUP... baginya sudah cukup ia mendengarkan ucapan-ucapan menyakitkan tentang ia dan istrinya, bagaimana ayah mertuanya memaksanya untuk menceraikan irene dan sekarang bagaimana ia mendengar seorang pria mencoba melecehkan sang istri dengan kata-katanya. Mino memang baik tapi mino bukan malaikat yang dapat sabar dengan semua masalah yang menimpanya.
.
.
.
“Tapi apa kamu perlu memukulnya disaat pesta pernikahan adikku!!?...dan apa maksudmu? ini tidak adil” teriak irene dengan suara cukup nyaring
“tak adil?” ucapku meyakinkan apa yang baru saja irene ucapkan
“aku melihatnya...aku melihat bagaimana kamu memandangnya, karena dulu kamupun memandangku seperti itu” jelasku dengan suara yang nyaris bergetar
“Mino,aku...”
“aniya...sepertinya kita memang perlu bersikap realistis dan aku rasa ingatanmu tak akan kembali” dengan penuh rasa sakit diulu hatiku ku ucapkan semuanya tanpa memandang irene karena aku tahu kini irene tangah menahan tangisnya
“Dan lagi sampai kapanpun aku hanya akan menjadi orang asing dalam hidupmu”
“Maaf, aku tak pernah mencoba untuk menyakitimu...tapi aku...aku akan terus mengecewakanmu” ku dengar helaan napas yang berat dari bibir irene
“aku tahu” jawabku singkat dengan senyum yang menahan setiap rasa sakit
”maaf aku benar-benar menyesal” isak irene akhirnya tak terbendung lagi, ia menangis tepat didepan mata kepalaku sendiri dan itu semua karena aku
“Haah...baiklah aku akan pamitan dengan yeri dan hanbin sekalian meminta maaf pada mereka karena mengacaukan acaranya”
“Ani...aniya tak perlu, kadang keributan diacara seperti ini akan menjadi sebuah kenangan...biar aku saja yang bilang pada mereka”
“Baiklah kalau begitu aku pergi...disini aku berdiri didepan wanita yang kucintai dan aku hanya mampu memberitahunya bahwa aku mencintainya” ucapku terakhir sebelum berlalu dari hadapan irene pergi meninggalkan wanita yang ku cintai dan yang ingin ku pertahankan. Tapi apa boleh buat tak mungkin sebuh hubungan hanya satu orang yang berjuang dan aktif sedangkan yang lainya hanya pasif dan tak berusaha.
.
.
.
THE END
Tapi bo’ong wkwkwk tinggal satu chapter lagi sebelum bener-bener end, kalau aku niat bakalan aku kasih 1 chapter tambahan tentang kehidupan mereka setelah ceritanya end.
Oh ya disini full point of viewnnya mino ya...author cm menyempil dikit
Oke thanks yang udah mampir jangan lupa tinggalin jejak ya see you on the last chapter 🔐
KAMU SEDANG MEMBACA
A Million Reason (END)
Fiksi PenggemarCeria adalah salah satu dari sekian banyak alasan aku mencintainya. Akankah dia tetap mencintaiku - Song Mino Dia bilang aku adalah salah satu alasannya bahagia. Dapatkah aku mengingatnya - Bae Irene 🌷
