Mino PoV
Seusai kecan dan kegiatan malam lainnya akhirnya ku antarkan Irene kembali kerumah orang tuanya. Tak mungkin ku terus membawa Irene disaat aku hanya memintanya untuk berkencan. Kini kami sampai dipekarangan rumah keluarga Irene di saat waktu menunjukan pukul 4 pagi, mungkin untuk sebagian orang ini sangat aneh karena kalian berkencan dan baru pulang pukul 4 dini hari tapi apa mau dikata daripada Irene tak pulang
"Gumawo irene-a...terima kasih untuk menerima ajakanku berkencan" ucapku sambil membantunya keluar dari dalam mobil
Irene hanya mengangguk dan melemparkan sebuah senyuman yang teramat manis
"Oke, selama malam semoga istirahatmu nyaman"
Irene tersenyum nyaris tertawa saat mendengar ucapan ku "kamu lupa no kalau sekarang sudah pukul 4 dini hari?"
Mino hanya mampu menggaruk tengkuknya yang tak gatal "ya sudah masuklah cuaca akan semakin dingin jika pagi"
"em... kamu juga pulanglah, terimakasih sudah mengantarku" ucap Irene kemudian berlalu masuk kedalam rumah membiarkan Mino berdiri disamping mobil miliknya
.
.
.
Irene PoV
seusai berpamitan dengannya aku masuk kedalam rumah yang cukup sepi, ya tentu saja siapa yang akan bangun jam 4 dini hari ditengah cuaca yang cukup dingin mereka pasti akan memilih untuk bergumul dibalik selimut lembut nan tebal milik mereka. Aku masuk dan melepas sepatu yang ku kenakan berjalan menuju dapur sebelum sebuah suara mengejutkanku
"Psttt"
"astaga yeri aku kira siapa, aku tak melihat mu disitu" ucap Irene mencoba menetralkan jantungnya akibat terkejut oleh suara yeri
"Pergi dengan Sehun oppa?"tanyanya sembari membalik posisi duduknya menghadapi
"Ani, aku pergi dengan Mino"
"Woah...aku menyukainya" seru yeri dengan mata genitnya
Irene hanya tersenyum canggung mendengar ucapan yeri
"Yeah a..ku juga" ucap Irene dengan suara bergetar, melihat Irene yang sepertinya akan menangis membuat yeri sontak berdiri dari duduknya dan mendekat kearah irene
"hei eonni kenapa, aduh bagaimana ini aku tak pernah melihatmu menangis"
"aku...aku juga tak tau kenapa, aku kenapa punya tatto,aku juga ternyata vegan" mendengar tangis irene yang lebih mirip seperti rengekan seorang bayi membuat yeri yang awalnya khawatir mendadak tertawa
"Cihh...ku kira kenapa"ucap yeri sambil meraih tubuh Irene dan memeluknya menenangkan sang kakak yang mendadak seperti bocah
.
.
Sore ini aku hanya duduk-duduk santai diteras belakang rumah sembari menikmati ikan-ikan yang tengah berenang didalam aquarium begitu tenang begitu damai. Suasana yang cukup sunyi menurutku hingga sebuah suara membuyarkan imajinasi ku tentang kedamian
"Sibuk sayang"
"Eh...aniya Irene tak sibuk ada apa yah"tanyaku sembari mencecap jus jeruk dari gelas yang ku pegang
"ayah memiliki kejutan untukmu" ucapnya sembari duduk disampingku
aku hanya menunjukan wajah seolah-olah bingung dengan maksud perkataan ayah
"Begini kamu tau tuan Choi Siwon?dia salah satu pengacara terkenal diseoul dan dia memiliki firma hukum yang sangat hebat, ayah dan beliau sudah saling mengenal sejak lama dan kini tuan Siwon menjadi dekan fakultas hukum"jelas tuan Bae panjang lebar
"lalu?" Tanyaku masih tak mengerti dengan pembicaraan ini
"dia menerima mu kembali menjadi mahasiswa disana" ucap tuan Bae yang sontak membuat irene terkejut
KAMU SEDANG MEMBACA
A Million Reason (END)
Fiksi PenggemarCeria adalah salah satu dari sekian banyak alasan aku mencintainya. Akankah dia tetap mencintaiku - Song Mino Dia bilang aku adalah salah satu alasannya bahagia. Dapatkah aku mengingatnya - Bae Irene 🌷
