#9 :Masalah Berbeda

49 32 8
                                    

Jangan pernah mengeluh atas semua masalah, ingatlah, semuanya pasti akan berlalu begitu indah. Jika engkau bersabar menghadapinya.

-Malem-
~Diary Kahra~

° ° °

Hari ini memang hari rabu. Tanpa menyibukkan diri, aku sudah lebih sibuk dengan memikirkan semua permasalahan rumah tanggaku. Memang membingungkan bukan? Kenapa tiba tiba Zahra seperti ini. Sifat sifat dia sekarang berubah drastis. Perlakuan dia terhadapku juga semakin berubah. Sekarang, dia lebih menyibukkan diri untuk mengurus mas Lukman. Kupikir dia tidak punya urusan lain apa? Selain menganggu rumah tangga orang?.

Zah, asal kamu tau aku tidak mau kamu jadi bahan perbincangan orang orang, karena merusak rumah tanggaku dengan pelan pelan tapi pasti, Astagfirullah.
Mas, Jarak memang sedang memisahkan kita, tapi aku yakin dengan semua kehendak Allah. Bukannya aku ingin menjadi istri durhaka padamu karena telah membiarkanmu dengan perempuan yang bukan makharommu. Aku hanya sedang mencari kebenaran atas semuanya, dan aku juga sedang menyiapkan berbagai bukti untuk dirimu, agar kamu tau siapa istri sahmu.

Tingg!!
______________________________________

Assalamualaikum Kah, bisa tidak kita bertemu di Cafe dekat rumah sakit?
Ada yang ingin aku ceritakan padamu.
Adikmu Latifa Nuril Akbar.

Hmm sudah lama anak ini tidak muncul di kehidupanku. Sekarang dia baru bisa muncul lagi.

Waalaikum salam fa, in sya Allah aku bisa.
Kakakmu.
√√


Alhamdulillah, aku tunggu ya Kah.
______________________________________


Aku tidak mengirimkan kembali balasan. Aku hanya bersiap siap untuk pergi menemui Latifa.

° ° °
Tidak lama aku di perjalanan, akhirnya aku sampai di Cafe dekat Rumah Sakit, aku melihat mobil Latifa parkir di depan Cafe.

"Cat mobilnya tidak berubah, masih sama berwarna kuning, benar, dasar mobil kesayangan." Cibirku sambil berjalan memasuki Cafe.

Aku melihatnya duduk di kursi paling pojok, dan Astagfirullah, aku juga melihat raut wajah Latifa yang suram.

"Assalamualaikum, faa." Aku terpaksa mengagetkan dirinya. Latifapun menoleh dan memeluk tubuhku.

"Waalaikum salam Kahh, Masya Allah, kamu berubah, makin cantik, duduk Kah."

"Alhamdulillah fa, kamu juga pangling jadi makin cantik lho faa."

"Bisa aja kamu Kah."

Aku memperhatikan raut wajah Latifa yang gelisah tampak mempunyai masalah yang berat.

"Fa, ada apa?seperti nya ada masalah yang bikin kamu seperti ini."
Tanyaku.

Sambil meneteskan air mata, dia berkata. "Kah, kamu tau nggak?."

Astagfirullah, sebenarnya ada apa ini? Kenapa Latifa sampai meneteskan air mata? Ahh anak ini memang selalu membuat ku khawatir.

"Tau apa faa?."
Tanyaku khawatir. Sungguh, saat ini aku benar benar khawatir.

"Tau nggak kalo... kalo...kalo...kalo."

Diary KahraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang