#7 Pelindung

23 8 1
                                        

Natanial baru saja kembali dari makan siangnya bersama Ryuu di luar kantor ketika mendengar keributan dari arah pantry. Nata berjalan mendekat hendak menegur mereka, disana lah dia melihat Mai. Gadis itu terlihat sangat geram, tidak seperti dirinya yang biasanya.

"...kamu pikir karena Mr.Rutter mendukungmu, jadi kamu bisa seenaknya saja mempermainkan orang lain?"

"Jangan bawa-bawa Mr.Rutter. Dia gak ada hubungannya."

"Oh, jadi sekarang kamu mau bela Mr.Rutter, terus kemana aja kamu waktu dia kena masalah gara-gara e-Motion?"

"Mr.Rutter harus menanggung malu karena kamu. Tapi dia tetap saja belain kamu, sementara kamu menghilang dan seenaknya lepas tangan dari masalah yang kamu buat sendiri!"

"Kalian gak tahu apa yang sebenarnya terjadi!" Pekik Mai.

"Kamu sekarang berani banget ya teriak-teriak sama senior-"

"Ada apa ini?"

Natanial segera menampakkan diri diantara mereka sebelum salah satu lawan bicara Mai melayangkan tamparannya.

"Mr.Rutter.."

"Kalau kalian merasa perlakuan saya ke Misaki tidak adil, orang yang harusnya kalian datangi secara langsung adalah saya," Kata Nata.

Mai terkejut mendengar kata-kata Natanial, walau begitu dia merasa tidak enak hati dibela seperti itu oleh atasannya. Setelah kerabat-kerabatnya pergi, Mai segera mengikuti mereka keluar pantry dan mengabaikan pertanyaan Nata padanya.

Natanial menganggap sikap dingin dan menutup diri yang terpancar jelas dari Mai selama beberapa hari ini adalah karena kesalahannya tempo hari telah menanyakan sesuatu yang terlalu pribadi yaitu tentang ayah Mai. Kenapa dia terus mengabaikanku?

Dilain pihak, Mai sengaja menjauhkan diri dan berusaha terlihat sibuk agar dia tidak punya kesempatan untuk bertemu Natanial sebisanya bukan karena pertanyaan Nata tentang ayahnya minggu lalu, namun dia tidak ingin memperburuk citra direktur eksekutif perusahaan itu di mata para karyawan yang sedang memusuhi Mai. Ini buruk, semakin aku mengabaikannya, semakin dia muncul dihadapanku. Parahnya, semua mata memperhatikan!

Aksi diam Mai itu entah bagaimana terasa sangat mengganggu bagi Natanial. Dia risau dan tidak fokus saat bekerja, sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh dirinya sendiri. Karena itu, dia tidak bisa membiarkan kebingungan menghantam kepalanya bagai pasang ombak dan dia tidak berbuat apapun untuk menemukan jalan keluar.

"Sudah cukup," Kata Natanial.

Pintu kaca ruangan direktur eksekutif Fukube R.E & Properties terbuka dalam sekali hentakan dan Natanial Rutter dengan gusar melesat memasuki ruangan divisi SDM lurus langsung menuju meja kerja Misaki Mai. Gadis itu tengah sibuk dengan layar komputernya sampai tiba-tiba sebuah bayangan besar menghalangi cahaya didepannya.

"Kau." Natanial menunjuk Mai. "Ikut saya, sekarang."

Tidak perlu menunggu jawaban maupun persetujuan Mai, karena tangan Natanial meraih lengan Mai dan membawanya keluar dari ruangan itu. Seluruh mata karyawan -baik mereka yang bersama-sama berada dalam ruangan itu, maupun mereka yang mengintip dari sekat-sekat kaca di luar ruangan- mengantar kepergian Mai dan Natanial dengan penuh rasa ingin tahu.

***

Mai menarik paksa lengannya dari genggaman Nata setelah tersadar mereka telah berada jauh dari tatapan orang-orang. Dilihatnya nafas Natanial memburu, entah karena emosi dalam dirinya atau karena kelelahan menuruni tangga sebanyak dua lantai jauhnya. Bunyi pintu tangga darurat yang terbuka dari lantai atas memaksa Mai menenangkan dirinya.

GrayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang