" Ketika seseorang yang benar benar peduli terhadapmu, maka Dia akan berusaha bersamamu Bukan memberikan alasan. "
Smokey eyes, pearly white. coffee skin.
Seperti itu Dia dalam tuturan lirik Lagu Cody Simpson yang di Putar Di caffe saat Kai mengham...
" Selama ini kamu tidak menyadarinya bahwa sebenarnya kamu itu bodoh, Go Ae-ra ssi? " Ledek Kai.
Ae-ra menatap sinis Kai.
" Wae? Kamu itu bodoh. B. O. D. O. H! Apa kamu tau itu? Apa kamu tidak bisa membedakan wangi parfum pria dan wanita? Atau setidaknya kamu tahu bentuk tubuh temanmu si Ji Hyo dengan si siapa tadi namanya? Pri lantai 8 itu? " Kai mengambil panci dan merebus air hendak membuat Ramyeon untuknya dan Ae-ra.
" Choi Jin Woo. " Jawab Ae-ra
" Ah. Benar. Jin Woo. Choi Jin Woo. Apa bagimu mereka terlihat sama? "
Ae-ra hanya menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya.
" See? Benarkan? Apalagi namanya jika bukan bodoh? " Kai kembali mengata ngatai Ae-ra
" Ah.... rasanya aku mau mati saja jika mengingatnya kembali. " Ae-ra kembali mengetuk ngetuk kepalanya di meja makan.
" Ini. " Kai memberikan Ae-ra pisau buah.
" Ya!!!! Apa kamu sudah gila? " Ucap Ae-ra dengan mata melotot melihat apa yang di berikan. Kai padanya.
" Katanya kamu mau mati. Aku kabulkan keinginanmu. Mau oppa bantu jika kamu masih meragukan niatmu itu? "
" Aku tidak bersungguh sungguh saat mengatakan itu. Kau ini kenapa sensitif sekali. " Ucap Ae-ra kesal.
" Hehehe " Kai hanya tertawa nyengir.
" Singkirkan kepalamu. " Kai meletakkan Panci panas berisi ramyeon yang baru saja selesai di masaknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.