Happy reading^^
"Masuklah cepat," aku berusaha membawa masuk Junhyeok melalui pintu belakang.
"Terima kasih," Junhyeok mengikutiku sambil melihat ke kanan dan kiri.
Aku membawanya ke ruang latihan untuk mendiskusikan masalah ini. Setelah berdiskusi cukup panjang, akhirnya dia sepakat untuk memberikan surat klarifikasi.
Setelah bos memberikan suratnya melalui e-mail, aku segera memposting surat tersebut di website resmi kantor. Aku kembali mengantarkan Junhyeok melalui pintu yang sama bersama dengan member lainnya.
Setelahnya kami ke depan untuk menemui media. Kami mengatakan bahwa sudah beberapa hari belakangan ini yang bersangkutan belum datang ke kantor dikarenakan alasan pribadi.
Day6 kembali ke dalam kantor untuk melanjutkan latihan yang sempat tertunda. Sementara aku melanjutkan memposting beberapa foto dan video busking yang telah kami lakukan beberapa bulan ini ke youtube official kami.
Ting!
"Ya?"
"Aku di lobby, apa kamu sibuk?"
"Tidak, hanya ada sedikit pekerjaan tapi sudah kukerjakan semua."
"Bisa temui aku di lobby? Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu."
"Baiklah tunggu sebentar," aku mematikan telponnya lalu menemui McKay di lobby.
"Hai," McKay tersenyum lalu memelukku.
"Hai, ada apa?" Aku membalas pelukannya.
"Duduklah dulu," McKay membawaku untuk duduk di sofa.
"Apa ada masalah?" Aku menatapnya.
"Aku minta maaf, sepertinya beberapa bulan ke depan aku tidak bisa menemuimu karena-" - McKay.
"Manager-mu?"
"Seperti yang kamu duga, aku benar-benar minta maaf" McKay menggenggam kedua tanganku.
"Ada yang sudah menunggumu, kamu harus kembali" aku melepas genggamannya lalu berdiri.
"Sya," McKay menatapku.
"Kembalilah bekerja, nanti malam aku yang akan menemuimu di lokasi" aku tersenyum.
"Tidak bisa, Sya" - McKay.
"Tidak bisa? Baiklah hati-hati di jalan," aku kembali ke dalam.
"Sya!" - McKay.
Aku berjalan menuju ruang tunggu yang berada di depan ruang latihan Day6. Aku mengusap bulir air mata yang jatuh di atas pipiku dengan punggung tangan.
"Pakai ini," seseorang mengulurkan sapu tangan berwarna putih padaku.
"Brian?"
"Pakai ini untuk menghapus air matamu," Brian tersenyum sambil mengusap air mataku dengan sapu tangannya.
"Aku tidak apa-apa," aku tersenyum tipis padanya.
"Kemarilah," Brian merentangkan tangannya padaku.
Aku memeluk Brian dan melepaskan semua tangisanku di pundaknya. Dia mengusap punggungku lembut sampai tangisanku mereda dan aku melepaskan pelukannya.
"Sudah lega?" - Brian.
"Sedikit lebih lega, terima kasih" aku tersenyum tipis.
"Jangan menangis lagi," Brian mengusap pipiku dengan ibu jarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Destiny - Day6 Young K
FanficApa kamu percaya dengan istilah cinta pada pandangan pertama?
