Darkside

53 9 1
                                    

"Makasih,"ucap Aurell dengan nada lirih.

"Lo ngerasa kita pernah ketemu sebelumnya?"

"Hah? Engga kayanya,"

"Oh yaudah sorry mungkin itu perasaan gue aja,"ucap Devan sambil meninggalkan ruangan UKS.

Setelah Devan pergi Aurell tiba-tiba meneteskan air mata, hal itu bukan karena luka di kepalanya, tapi karena kenangan itu. Ia teringat kenangan yang membuatnya menyesal hingga sekarang. Hatinya terasa sakit, kenangan masa lalu itu terus menghantuinya.

ngapain sih lo harus satu sekolah sama kita,

lo itu ngga pantes hidup, lo harusnya yang mati

jangan deket deket gue,

lo tau ngga sih lo itu monster? karena manusia ngga bakal ngelakuin itu,

monster monster monster,

Kepalanya terasa sakit, kalimat itu bahkan seperti menjadi makanannya sehari-hari.

"Gue bukan monster, gue bukan monster,"ucap Aurell lirih tapi tangisnya makin pecah.

Sekarang ia berubah menjadi Aurell yang terluka. Ini alasan kenapa ia memilih untuk tidak peduli dengan keadaan luar karena ia takut sisi sedihnya akan menjadi candaan bagi temannya.

Ia segera menyeka air matanya setelah mendengar seseorang membuka pintu UKS.

"Makasih,"ucap seseorang sambil memberikan sepotong kue

"Loh?"

"Aku ngga bisa ngasih lebih, cuma ini yang bisa aku kasih, permisi"

"Loh tu—tunggu-"

Perempuan itu segera pergi setelah memberikan kue itu. Kenapa ia berterima kasih pada Aurell yang bahkan tidak mengenalnya. Aneh.

🥀🥀🥀

"Gimana Dev?"

"Gimana apanya sih Bry?"

"Ngga ah ngga jadi,"

"Sono buruan lo pesen makan, gue takut lo pingsan,"ucap Yuta.

"Ngomong kayak gitu lagi gue tabok lu,"

"Ampun bang dik heheh,"

Devan segera memesan makanan kesukaannya yaitu nasi goreng jawa dan segelas jus apel. Perutnya sudah rewel ingin diisi karbohidrat.

Raut muka Devan menjadi seperti anak kecil ketika makanan yang ia pesan sudah datang, ia bertemu nasi goreng seperti bertemu harta karun. Baginya nasi goreng kantin adalah nasi goreng terenak, karena ia tidak pernah mencoba nasi goreng di luar sekolah.

"Lo dirumah dikasih makan kan Dev?"tanya Dika.

"Ya iyalah, kenapa emendhsksn"balas Devan dengan mulut yang penuh nasi goreng.

"Lo ngomong apa sih gajelas, ditelen dulu kek,"

"Dik orang makan itu ngga boleh sambil ngomong,"ucap Yuta seolah ia makan dengan diam.

"Terus lo ngomong ke gue sambil nelen cilok itu bukan ngomong sambil makan namanya? Sama aja ajg, emosi gue"

"Eh iya maap heheh lupa,"

Suara mereka memenuhi seisi kantin, bahkan mereka tidak peduli apa yang mereka bicarakan didengar oleh orang lain. Lama kelamaan mereka bosan dengan obrolan mereka dan memilih untuk kembali ke kelas.

Suasana kelas yang hening berubah ketika Devan dan teman-temannya datang. Pembuat onar? Itu adalah ciri khas mereka. Yuta bahkan bernyanyi di depan kelas seperti ia sedang mengadakan konser. Dika mengiringi nyanyian Yuta dengan bermain gitar. Bryan ikut bernyanyi dengan suara sumbangnya. Dan Devan hanya duduk memamerkan wajahnya.

"Hello, nama saya Yuta dan hari ini saya akan bernyayi Never Enough ditemani Bryan yang bahkan sebenernya ngga ada gunanya juga, dan diiringi oleh gitaris kesayangan kita, Dikaa,"

"Mending kalian ngadain konser aja,"sahut Reina, teman sekelas mereka.

"Itu emang rencana kita, 10 tahun kedepan haha. Mari kita bernyanyi semuanyaa,"

Ketika mereka mulai bernyayi, kelas sebelah mulai berdatangan untuk meminta mereka berhenti. Hal itu selalu diabaikan oleh Yuta hingga ia menyelesaikan satu lagu dan satu quotes diakhir.

"Oke teman teman gue udah capek, jadi konser hari ini selesaii,"

"Akhirnya,"ucap teman sekelas Yuta yang merasa lega gangguan itu sudah pergi.

"Kangmas Devan, gue tau lo ganteng dan kaya pastinya, tapi serius lo harus mamerin muka lo ke temen sekelas yang tiap hari lo temuin? Merinding bulu kuduk gue,"

"Dimanapun kapanpun gue harus stay cool karena ini karunia dari lahir,"

"Pengen gue tabok, tapi temen sendiri,"ucap Dika sambil mengelus dada.

Drrtdrrt

Ponsel Devan berbunyi, ia segera mengecek notifikasi ponselnya.

[unknown] Apa kabar kak?

[unknown] Setelah sekian lama, akhirnya aku berani buat muncul. Aku dapet nomer ini karena aku tau kakak bukan orang yang suka ganti nomor. Aku sering nelfon kakak tapi kakak selalu nolak. Aku cuma mau bilang maaf kalo aku yang jadi adik kakak, aku cuma pengen kakak tau aku baik baik aja sekarang

[unknown] Aku sayang kakak :)

🥀🥀🥀

BRYAN

"Aku hidup dengan dua sisi, dimana aku harus bertahan untuk menutupi sisi hidupku yang lain"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Aku hidup dengan dua sisi, dimana aku harus bertahan untuk menutupi sisi hidupku yang lain"

Hihihi part ini pendek aja dulu yaaa🧟‍♀️
nabilla🌞

IMPREDECIBLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang