5 hari berlalu sejak aku pergi dari rumah. Aku sudah sampai disebuah tempat bernama Kiland, Daerahnya masih dipegunungan. Suasananya sama dengan kampung halamanku, hanya saja tidak ada serigala disini.
Orang-orang disini terlihat ramah . dalam perjalanan 5 hari terakhir. Aku menginap dirumah orang setiap sampai di suatu desa atau kota. Aku tidak malu bertanya karena malu itu bila kita mencuri.
Sudah banyak orang-orang yang kutemui. Mungkin akan bertambah banyak nantinya. Biasanya ketika malam, aku mencari rumah penduduk untuk di tempati. Aku hanya tinggal semalaman saja, keesokan paginya akupun berangkat. Biasanya ada yang menawarkanku makan pagi sebelum berangkat, namun aku selalu pergi pagi-pagi buta. Aku juga membersihkan ataupun menyapu sebelum berangkat agar meninggalkan kesan bagus. Pernah suatu hari ketika aku membersihkan, sang pemilik rumah melihatku. Ia tidak mengucapkan apa-apa, tetapi ketika aku berkemas untuk pergi, ia mengatakan lebih baik tinggal saja dulu beberapa hari. Aku menghargai tawarannya, sayangnya prinsipku mencegahku melakukan hal tersebut. Aku dengan menolaknya dengan sopan sambil mengatakan bahwa lain kali saja.
Banyak rumah yang sudah ku datangi. Ada yang menerimaku dengan baik, ada juga yang beralasan bahwa sudah tidak ada lagi tempat. Padahal rumah yang ia miliki cukup besar. Orang kaya memang memiliki toleransi yang kurang dibandingkan yang miskin dan biasa-biasa saja. Bila kita terkena musibah di jalanan, pasti jarang orang-orang kaya yang membantu. Mungkin ia merasa itu bukan urusannya. Sangat egois pikirku.
Hari sudah sore. Aku sedang mencari rumah selanjutnya untuk menginap. Baru kali ini aku lelah. Setiap perjalanan ku, aku menaiki kereta kuda, kereta api, kapal dan banyak lagi. Aku pikir lama-kelamaan simpananku akan habis. Jadi aku memutuskan perjalanan kali ini untuk berjalan.
Aku lebih menikmati alam dibandingkan naik kendaraan. Banyak hewan-hewan serta tumbuhan yang baru kulihat. Di kampung biasa hanya burung, ikan, serigala, anjing, dan kucing. Apalagi tumbuhannya yang dominan ek merah. Aku tidak bisa menyebutkan semuanya, aku bukanlah ahli zoologi ataupun botani. Aku hanya orang biasa yang mengejar mimpi.
Ketika aku sedang melihat-lihat rumah yang aku tinggali. Tiba-tiba ada satu orang yang dikejar-kejar oleh warga dari jauh bagaikan kucing yang banyak mengejar 1 tikus. Aku memerhatikannya. Dan tak ku sangka ada sesuatu yang menarik dari dia. Aku dan dia ternyata hampir sama bahkan kembar. Yang hanya membedakan yaitu warna kulitnya. Aku lebih gelap darinya.
Dia juga melihatku dari kejauhan. Ia kemudian sampai didepanku.
"Hey." kata lelaki itu sambil menarikku.
Ia menarikku sehingga aku ikut berlari berasamanya.
"Eh, Kenapa ini? Kau siapa?" heranku
"Sudah, ikuti saja. Nanti ku jelaskan." Katanya dengan mengusap keringatnya.
Aku cukup curiga dengan orang begini. Banyak orang yang ku temui tapi baru kali ini aku bertemu seperti dia. Dan juga, untuk apa seseorang mengikuti permintaan dari orang asing yang baru ia kenal. Ini sangat aneh, namun dia pasti butuh bantuan. Aku tak bisa menolaknya walaupun mungkin niatnya buruk. Sambil berlari kami bercakap
"Hey, orang asing. siapa namamu?" kata lelaki itu
"Nama? Ada baiknya jika kau yang pertama. Orang yang meminta nama pertama kali biasanya orang jahat sepengetahuanku."
"Hahaha, dasar aneh. Namaku Beta. senang bertemu denganmu aneh."
"Namaku Alpha, dan aneh bukan namaku."
"Baik-baik, hey kau mau bermain?"
"Bermain? Kau pikir ini waktu yang pas? Alangkah baiknya kau menghilangkan orang-orang dibelakang kita dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
To be Continued Dream
PertualanganAlpha adalah seorang pemuda yang memiliki cita-cita untuk berlayar dilautan. Tetapi ditempat ia tinggali sangatlah jauh dari laut, bahkan mungkin sampai ia tua pun belum sampai. Orang-orang selalu menertawakan mimpinya yang ia ingin raih. Alpha kemu...
