"Ma,arsen..." Gina mengangkat sebelah alisnya"Arsen.....gatau"
"Kamu perlu waktu untuk memahami perasaan kamu sendiri sen"
"Tapi kalo mama liat.....lisa punya perasaan sama kamu" arsen menatap wajah ibunya,arsen menggeleng
"Mana mungkin,ma"
"Mama juga wanita sen..mama tau dari cara dia natap kamu,seperti...ada perasaan lebih dari sekedar bawahan sama atasan,mama juga pernah liat,beberapa kali lisa perhatiin kamu diem diem" arsen hanya tersenyum
"Sen kamu ga kangen lisa gitu?"
"Kangen si mah,baru juga gaada satu hari,tapi rasanya sepi ma,biasanya pagi pagi ada yang teriak teriak ngucapin selamat pagi,kadang suka ngerecokin arsen,dan bawel nya itu mah..yang suka bikin arsen sakit kuping" gina tersenyum mendengar penuturan arsen
"Mama yakin kamu hanya memerlukan waktu untuk memahami perasaan kamu pada lisa sen,kamu hanya belum memahami perasaan itu"
"Telpon dong..bilang kamu kangen,sekalian mama juga pengen bicara sama lisa" arsen menggrlengkan kepalanya
"Mana mungkin ma,arsen bilang kangen sama dia,nanti dia kegeeran"
"gengsi kan"
"Mama aja yang telpon lisa"
"Sen kamu udah dewasa udah mau 30 taun,masih ngedepanin gengsi,sekarang udah saatnya kamu gak ngebesarin gengsi gengsian lagi"
Arsen mengaguk"Iya ma"
Hari sudah pagi,lisa bersiap siap,pagi ini dia akan mencari pekerjaan,dia tidak mau bekerja dengan devian.
Lisa berjalan menyusuri trotoar,hari sedang terik teriknya,lisa menemukan taman,dia ke taman itu setelah sebelumnya membeli sebotol air mineral,tiba tiba seseorang menepuk bahu lisa..
"Alisa.."
"Dev...mau apa kamu kesini?"
"Alisa..dengerin,aku mohon lis kamu kerja sama aku..lis tolong jangan cari kerjaan lain,alisa asal kamu tau aku udah seneng banget kalo kamu yang bakal jadi sekretaris aku,lisa please" lisa membuang wajah dari devian
"Aku ga mau dev"
"Tolong lis....aku memohon sama kamu,aku mau nebus kesalahan aku dan ibuku dulu...alisa,kalaupun kamu ga mau jadi sekretaris aku,aku pengen biayain hidup kamu lis,aku pengen temenin hari hari kamu,aku pengen selalu ada saat kamu butuh" devian bahkan bertekuk
lutut pada lisa,lisa memejam kan matanya"Ga perlu devian,aku ga butuh"
"Alisa..." ucap devoan dengan wajah memohon,Lisa menggeleng
"Baik kalo kamu gamau lis...asal kamu janji jangan pernah tinggalin kota ini lagi ya..jangan pergi lagi alisa aku memohon sama kamu..jangan pernah bikin aku khawatir lagi ya..." Alisa mengaguk
"Selama kamu gak menemui aku lagi...devian" wajah devian memelas,lalu mengangguk
"Baiklah...akan ku usahakan sebisa mungkin untuk gak nemuin kamu"
Lisa kembali ke apartemen,hari ini dia tidak menemukan perusahaan yang mencari karyawan baru,mungkin besok lisa akan mencoba mencari lagi,handphone di tas nya berbunyi,lisa melihatnya,muncul nama 'tante gina' di layarnya
"Halooo tante,asalamualaikum"
"Waalaikum salam sayang,lisa kamu kok gak ada ngabarin tante sih"
"Hehe maaf ya tan kemarin datang ke bandung lisa langsung tidur...terus besoknya lisa langsung kerja hehe"
"Oo gitu yaa,oh ya gimana pekerjaan baru kamu"

KAMU SEDANG MEMBACA
My Annoying Secretary
Romance"LISA!" "ya ada apa pak?" "ini milikmu?" Arsen menunjukan celana dalam bermodel g-string dengan warna merah menyala "eh i-iya pak kok ada sama bapak,bapak nyolong ya?biasanya kalo cowok nyolong daleman cewek mau diapa apain tuh,bapak mau melet saya...