"Gua balik dulu!" ijin Valeron pada teman teman nya,
"HATI HATI BOS!" teriak Zico, Andre, Fathan, Argo.
Marel? Dia ijin pulang dan tidak ikut latihan,ada urusan katanya.
Valeron berjalan menghampiri Vio yang sudah menunggunya di parkiran,
"Yuk" ajaknya,
Vio tersentak, "Ishhh"
"Kenapa?kaget?" tanya Valeron
"Bodoh!" kesal Vio,
"Ayo!" ajaknya,
Mereka pun menunggangi motor Valeron, lalu melaju membelah jalanan.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara,Valeron fokus pada kemudi, dan Vio, fokus dengan pikiran nya.
Tangannya hanya berpegangan pada tas Valeron, ingin rasa nya memeluk Valeron dari belakang,
Namun sadar, kini ia hanya sebatas teman dekat, tidak lebih. Ia masih tau diri .
Vio hanya menatap jalanan, terkadang kenangan bersama Valeron dulu, saat keduanya masih berstatus sepasang kekasih, kerap mampir karna Vio melihat jalanan yang pernah ia lewati.
Valeron, aku rindu kita.
Apa sudah tidak ada lagi kita?
Apa kini hanya tersisa aku dan kamu?
Aku rindu Valeron.
Aku bersyukur, bisa dekat denganmu.
Maaf, kerap kali mengharapkan lebih
Meski aku tau, aku tak akan mendapatkan yang lebih..
Begitulah isi hati Vio,
Namun biar, biar hanya dia yang tau,
Valerob tak payah tau, biar hanya ia dan tuhan yang tau, bahwa rasa itu masih sama, hati nya masih untuk Valeron.
Lampu merah mereka lintasi, Valeron lalu menghentikan motornya,
Grep!
Vio tersadar dari lamunannya,
"Dari tadi gue nungguin lo meluk gue, tapi nggak peluk peluk" ucap Valeron,
Hati Vio berdebar kencang, semburat merah muncul di pipinya, ia takut Valeron mendengar debaran hati nya.
"Nggak usah deg deg kan, gue dengerr" ucap nya
"Eyooonn" rengek Vio menahan malu,
Valeron tertawa,
"Masih lucu ternyata" ucap Valeron.
Vio yang malu, membenamkan wajahnya di punggung Valeron.
Lampu berubah hijau, motor pun melaju.
***
"Ini rumah siapa yon?" tanya Vio,
"Rumah gue"
"Loh kok kerumah lo sih" protes Vio,
"Gue mandi dulu, abis itu gue anter lo ke rumah, gue mau apel" ucap Valeron santai,
"Gila" umpat Vio
"Gue denger" jawab Valeron,
"Ayo jalan, mau disini sampe isya?" tanya Valeron,
"Iya iya!" katanya kesal.
"ASSALAMUALAIKUM BUNDAAAA" salam Valeron,
"Biasa aja goblok!" ucap Vio kesal karna Valeron teriak tepat di telinga nya.
"Mau gue cium tuh mulut?" tanya Valeron,
"Sintingg!" kesal Vio,
"Ehh abang udah pulanggg,, loh ini siapa?" tanya Bunda Valeron.
KAMU SEDANG MEMBACA
ILY My BadBoy, Valeron.
RandomFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA:) Seorang gadis periang, cantik, ramah, baik hati. dipertemukan oleh seorang laki laki,murid baru yang ada disekolahnya, yang nakal,urakan.Sialnya mereka dipertemukan di satu sekolah,satu kelas, dan SATU MEJA! Dan dis...
