Sudah 4 hari Vio dan Valeron tak bertegur sapa,Vio yang selalu menjauh saat Valeron ingin mendekat,Vio jenuh, melihat Valeron saja enggan, apalagi berdekatan dengannya.
"Gimana yon? " tanya Sasa saat melihat Valeron termenung.
"Vio masih ngejauh, gue harus gimana? " tanya Valeron
"Sabar yon, lo harus usaha, maaf ya gara gara gue lo sama Vio jadi kaya gini" ucap Sasa
"Ngga papa, ini cuma salah pahamm" ucap Valeron
"Ehhh yon!! Itu Vio, masuk perpustakaan,deketin sonoh, mumpung sendirian" ujar Sasa
"Apa Vio masih mau ngomong sama gue?" tanya Valeron pesimis
"Coba aja dulu yonn" ujar Sasa
"Oke gue coba lagi! " ujar Valeron semangat
"GOOD LUCK! " teriak Sasa
Valeron mengacungkan jempol nya
Valeron berlari menuju perpustakaan,menyusul Vio yang baru saja masuk.
Setibanya di perpustakaan,Valeron melihat Vio yang kesusahan menggapai buku yang terletak di rak tertinggi.
Valeron mendekat,dan mengambilnya
Vio menatap nya
"Kalo ga bisa ngomong" ucap Valeron
Vio diam dan berlalu, menuju meja untuk membaca,dan menduduki salah satu bangku
Valeron mengekorinya, Valeron ikut duduk disamping Vio
Vio melanjutkan membaca, Valeron menatap Vio, terus menatap, sampai Vio salah tingkah
Lama kelamaan Vio jengah.
"Lo ngapain sih liatin gue!? " ketus Vio
"Kenapa? Malu? Gratis ini kan? " tanya Valeron
"Ya lo bikin konsentrasi gue buyarr! " ujar Vio
"Salting hmm? " tanya Valeron
"Engg... ngg... enggak!" elak Vio
"Masih Vio yang dulu" ucap Valeron dengan gemas mengacak rambut Vio
"Vi.. gue mau jelasin ke lo tentang kedekatan gue sama Sasa, lo salah paham" jelas Valeron
"Gue nggak peduli" ucap Vio
"Tapi gue peduli, gue peduli sama perasaan lo, gue peduli sama hubungan kita" ucap Valeron
"Hubungan yang mana, bahkan saat ini gue sama lo itu teman" ucap Vio
"Ya gue peduli sama hubungan pertemanan kita" ucap Valeron
"Oh" ucap Vio, Vio kira Valeron akan menyatakan perasaannya, namun tebakannya salah.
"Dengerin gue Vi" pinta Valeron
"Gue nggak ada waktu!" tukas Vio cepat
"Please" mohon Valeron
"10 menit" jawab Vio
"Gue sama Sasa itu sahabat,gue kepisah sama Sasa karna bokapnya ada urusan di Belanda, pas dulu Smp. Gue sama Sasa udah kaya sodara, dan kita gak ada rasa, Sasa juga udah punya pacar, dan gue udah punya lo" ucap Valeron
Vio memalingkan wajahnya malas
"Maafin gue ya, kemarin kelepasan nampar lo" ucap Valeron
"Ngga papa" jawab Vio
"Terus kenapa lo belakangan ini ngejauh dari gue? " tanya Valeron
"Gue cuma mau membiasakan diri tanpa lo, biar gue nggak terjatuh lebih dalam lagi" jawab Vio
"Maksut lo? " tanya Valeron
"Gue gamau naruh hati ke lo, lebih dalam lagi, " jawab Vio lirih
"Kenapa hm? " tanya Valeron
"Gue ngga mau kecewa" jawab Vio dengan menundukan wajahnya
"Vio.." ucap Valeron mengangkat kepala Vio
"Gue sayang sama lo! " ujar Valeron tegas
"Hahh?" tanya Vio terkejut
"GUE-SA YANG-LO!" ujar Valeron
Vio ternganga,
"Lo mau jadi pacar gue?" tanya Valeron
Vio memelototkan matanya,
Apa ini sungguhan?
"Vioo? " tanya Valeron, karna Vio hanya diam
"Ahh.. Haa apa apa?" tanya Vio gugup
"Lo mau jadi pacar gue nggak? "
"Nggg... gu.. guee" jawab Vio gugup
"Jawabannya iya atau mau!" tukas Valeron
"SINTING! " umpat Vio
Valeron terkekeh,
"Kalo gitu mending gausah nanya deh" ujar Vio
"Gue gamau ditolak ya! " ujar Valeron
"Mau! " jawab Vio, dengan bebarengan muncul nya semburat merah di pipinya.
Valeron tersenyum
"Gue mimpi kan ini?" tanya Vio
"Menurut lo? " tanya Valeron
"Cubit gue coba" pinta Vio
CUP!
"VALEROOONNNNN!!!!" teriak Vio
Valeron dengan cepat membekap mulutnya
"Kita di perpustakaan sayanggg" ucap Valeron
Vio tersipu malu,
"Gitu aja blushingg, gemes dehh, mau dong cium lagi" ucap Valeron
"Sini gue pukul! Lagian lo asal cium aja! " ujar Vio
"Jadi kita resmi pacaran? " tanya Valeron
Vio mengangguk malu malu,
"Duh gemesin banget pacar gue elahhh!! Gue halalin juga nih!" ucap Valeron
"SABLENGG!!" umpat Vio
"Duh mulutnya, gue perawanin juga nih mulut lo" ucap Valeron
"ISHHH!!! " ucap Vio
Valeron tidak tau bahwa jantung Vio serasa ingin melompat,
"Yang panggilnya aku kamu dongg" pinta Valeron
"Dih apa banget deh lo" ucap Vio
"Gitu banget si" ucap Valeron merengut
"Iya iyaaaa!!" ucap Vio mengalah
"Nah gitu dong, jadi tambah sayang gue kan" ucap Valeron
"KATANYA AKU KAMU!!" ucap Vio ngegas
"Astagfirullah, nyelo atuh yangg,iya iya aku lupa yang" ucap Valeron
"Pelupa!" ketus Vio
"Maapkeun atuh yanggg" ucap Valeron
"Beliin es krim dulu!" pinta Vio
"Iya nanti pulang beli es krim ya"
"Janji ya?" tanya Vio
"Janjii!" jawab Valeron,
Mereka menghabiskan sisa istirahat berdua di perpustakaan, ditemani godaan Valeron untuk pacar nya, Vio.
Tanpa mereka sadari
Rahel, Fathan,Sasa,dan Argo mengintip mereka di luar perpustakaan dengan cekikikan.
Dasar ABG!
KAMU SEDANG MEMBACA
ILY My BadBoy, Valeron.
RastgeleFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA:) Seorang gadis periang, cantik, ramah, baik hati. dipertemukan oleh seorang laki laki,murid baru yang ada disekolahnya, yang nakal,urakan.Sialnya mereka dipertemukan di satu sekolah,satu kelas, dan SATU MEJA! Dan dis...
