Fragile

847 128 5
                                        

–enjoy–


Seokjin menarik nafas perlahan, dia akan kembali ke sekolah hari ini. Sejujurnya Seokjin tak lagi punya keberanian untuk datang ke sekolah. Tapi kalau dia tidak pergi sama saja seperti membuang-buang hasil belajar nya dan menelantarkan beasiswa khusus yang telah di berikan Ketua Pack.

Mengerling sekali lagi pada wajah dan penampilan nya di depan cermin. Seokjin mengulas senyum, well dia tidak ingin terlihat kelam saat di sekolah nanti. Jadi tas yang sudah menunggu nya dari tadi ia tarik, kemudian disampirkan keatas bahu. "Semangat Seokjin!!"

–MOONBOW–

Keributan di depan pintu masuk tak cukup membuat Seokjin terkejut. Dia jelas tahu kalau Alpha dan Luna telah kembali hari ini. Sepasang mate itu terlihat lelah dengan wajah muram, tak lupa Nareum yang wajah dingin nya semakin terlihat dingin. Seokjin bisa simpulkan kalau mereka baru saja kena ocehan panjang dari sang Buyut.

Seokjin belum mau beranjak dari sisi Chosun. Ya, wanita itu telah kembali masuk setelah kemarin ia suruh pulang. Tentang Chosun, Seokjin kembali mengingat alasan apa yang kiranya ada di kepala Namjoon saat itu. Seokjin menguntai lengan nya ke depan, walau dia tinggal di sini Seokjin masih perlu menyambut yang empunya rumah.

Sepasang manik Seokjin bergerak lincah, mencari-cari Namjoon. Pria itu tidak muncul bahkan setelah Alpha dan Luna menginjakan kaki di lantai Mansion. Seokjin mendadak kaku saat Luna berhenti tepat di hadapan nya. Atensi nya terputus, Namjoon bukan lagi jadi topik yang Seokjin cari.

"Kenapa Lun–"

PLAK

Pipi Seokjin terasa panas. Wajah Luna terlihat merah padam di liputi amarah. Dada Seokjin mendadak terasa berdenyut nyeri. Bibir nya tak mampu terbuka untuk mengeluarkan sepatah katapun. Susah payah Seokjin menelan isakan nya kembali.

"K-kenapa Luna memukul ku?" Seokjin bergetar. Walau isakan mampu ia telan tapi lelehan air mata tak terbendung. Luna diam sejenak sebelum ingin kembali memukul Seokjin tapi Nareum dengan sigap menarik tangan sang Ibu agar tidak kembali melayang.

"Ibu kau tidak perlu memukul nya!!"

Wajah Nareum yang tadinya dingin mendadak berubah, terkejut yang kental ada padanya. Para maid juga terkejut karena Sang Luna bertindak di luar dugaan.

Luna menarik lengan nya dari Nareum. Nafas nya yang memburu bahkan dapat mereka dengar. Sang Alpha hanya menggeleng lesuh dan meninggalkan mereka menuju lantai atas.

"Dia pantas menerima nya Nareum, kau dengar sendiri apa yang tadi di katakan nenek? Dia itu pembawa sial, bahkan kelahiran saja sudah aneh. Seorang lelaki omega, ck." Luna menggeram marah. Sepasang mata nya berkilat-kilat.

Seokjin semakin terpojok, dia ingin lari sekarang juga. Tapi kedua kaki nya berpijak kuat di atas lantai, bahkan jari-jari nya tak mampu bergerak. Seokjin total membeku. Luna tergelak remeh, mengacak surai nya terlihat frustasi.

"Bahkan dia ditakdirkan jadi mate Namjoon, sialan!! Aku bahkan tidak rela dia menggantikan posisiku" sambung nya kemudian beranjak pergi. Meninggalkan kekacauan yang telah dia buat.

Tak lama Namjoon turun dari tangga, dengan seragam yang terlihat rapih dan mempesona. Seokjin melirik sebentar, terlihat kabur dan berbayang karena air mata. Ia menunduk dalam, tak sanggup menatap Namjoon dengan keadaan kacau dan wajah menderita. Cukup kemarin dan Seokjin tidak ingin lagi hari ini.

Dia semakin dekat, tapi Seokjin benar-benar tidak ingin melepaskan kesempatan menatap Namjoon. Jadi dia memutuskan untuk menatap Namjoon sejenak sambil mengulas senyum. Dada nya sesak sekali, Namjoon menatap nya sekilas kemudian berlalu begitu saja.

Ck, Memang apa yang Seokjin harapkan? Namjoon menyentuh pipi nya dan menenangkan nya?

Seokjin tergelak kecil, para maid menatap nya iba. Seokjin memang harusnya tidak berharap lebih.

---------------TBC-----------

The Trilogy : MOONBOWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang