Halutsinatsia

910 126 2
                                        

–enjoy–


Dua hari lagi malam penobatan Namjoon sebagai Alpha Pack. Mansion pasti akan penuh dengan warga Pack. Dan itu pasti berdampak pada Seokjin. Ia menghela nafas lalu membanting pelan kepala nya keatas meja. Kwon Ssaem sibuk menerangkan sejarah kaum Wolf sementara Seokjin di buat pusing dengan pemikiran nya sendiri.

Yoa melirik Seokjin dengan wajah bingung. Sesungguhnya ia merutuk karena harus di pasangkan dengan Seokjin sebagai chairmate. Omega male ini menurutnya sangat aneh dan uh, Yoa bahkan tidak bisa menjelaskan nya.

"Hei! Kenapa dengan mu?" tegur nya masih dengan separuh hati seperti hari-hari biasa saat ia bertanya pada Seokjin.

Seokjin merespon dan menoleh ke Yoa, dia tersenyum seraya menggeleng. "Tidak ada apa-apa, terima kasih sudah bertanya padaku"

Yoa mengusap tengkuk tak yakin, lepas itu mengedikan bahu acuh. Kembali memperhatikan Kwon Ssaem di depan kelas. Sementara Seokjin masih dengan masalah nya.

Sejujurnya bukan hanya kelelahan yang akan Seokjin takuti. Malam nanti Namjoon akan di nobatkan, otomatis Alpha harus mengumumkan calon Luna nya. Itu berlaku untuk yang sudah menemukan mate dan Namjoon jelas tahu bahwa Seokjin lah mate nya.

Ada rasa meletup geli dari dalam dada. Seokjin tidak tahu apakah ini sebuah kekhawatiran atau kebahagiaan. Seokjin tak mengerti semua nya terlalu campur aduk.    

–MOONBOW–

Benar terjadi ketika Seokjin kembali ke Mansion selepas pulang sekolah. Para Maid terlihat berjalan kesana-kemari bahkan tak sedikit yang memilih berlari kecil agar pekerjaan nya cepat rampung. Seokjin menghela nafas seraya meremat tali tas nya, bahu nya merosot perlahan. Well ini waktu nya Seokjin bekerja.

Belum ada setengah jam setelah melepas seluruh seragam nya, Seokjin di panggil dengan suara lantang dari arah kebun belakang. Bibi Greatle menunjuk sekotak penuh ember berisi bunga-bunga yang baru di pesan. Lengan kiri nya tersampir di pinggang seperti seorang Mandor, "bawa ini kepada Jungshim, setelah itu bantu dia memasang karangan bunga" pinta nya kepada Seokjin, kemudian dia berlalu kembali berteriak-teriak menyuruh ini dan itu.

Seokjin berdecak pelan, ia lihat sekeliling yang nampak sibuk. "Baiklah Seokjin kau hanya harus merangkai dan menempel karangan bunga, ini bukan sesuatu yang berat" desah nya parau setelah berhasil mengangkat ember itu sampai setengah tubuh nya.

Seokjin beruntung karena Jungshim tidak berada terlalu jauh dari nya. Walau posisi wanita berambut merah menyala itu tidak sama dekat dengan lima langkah kaki. "Jungshim-shi aku membawakan mu bunga untuk dirangkai dan ditempel ke sudut-sudut, aku akan membantu mu melakukan nya"

Seokjin meletakan ember tersebut pelan, nyaris membanting kalau saja ia tak ingat kelopak bunga bisa saja lepas. Tidak ada sahutan dari Jungshim tapi Seokjin menangkap gestur setuju setelah wanita itu mengangguk dan melirik Seokjin sekilas.  Tutup ember dibuka dan Seokjin mulai merangkai.

–MOONBOW–

Butir keringat di seka, Seokjin menumpu tepak tangan nya di atas lutut. Duduk diantara tangga kecil gazebo yang sudah di hias seindah mungkin. Pekerjaan nya sudah selesai, begitupun para Maid yang lain. Sama sepertinya yang sedang beristirahat sembari berbincang hangat persamaan maid lain. 

Seokjin menunduk, menatapi setangkai bunga smeraldo yang sengaja ia ambil dari rangkaian bunga buatan dengan jenis yang sama. Ya, diantara bunga smeraldo buatan Seokjin menemukan yang asli. Bunga tak nyata ini kenapa bisa terselip diantara bunga tiruan. Senyum nya mengembang, "tentu saja aku akan menyimpan bunga nya"

–MOONBOW–

Tepat malam ini, Mansion penuh sesak sejak senja tadi. Dan disinilah Seokjin, menyelinap di antara kerumunan werewolf. Dia tidak ikut andil dalam menjamu tamu hari ini sebab Seokjin masihlah bagian dari kategori teman sekolah Namjoon.

Malam ini Seokjin mengenakan suite berwarna hitam. Sejujurnya Seokjin yakin suite yang ia kenakan adalah model khusus untuk maid pria. Tapi ada sesuatu yang Seokjin rasa berbeda, suite ini terasa lembut walau menggunakan kain Satin yang gemerlap. Entah siapa seseorang yang dengan baik hati mendesain suite nya sedikit berbeda dengan maid tapi Seokjin sungguh ingin berterima kasih pada orang itu.

Sedikit berputar ke arah Barat daya, ada Chosun di sana dengan sorot pandang yang menyatakan kecemburuan pada Seokjin. Dia jelas tidak paham mengapa Chosun sampai seperti itu melihat diri nya. Memang sebagian besar maid di Mansion ini kurang suka akan keberadaan Seokjin, jadi ia tak perlu sangat terkejut.

Tepat setelah Chosun pergi meninggalkan bekas rasa iri nya pada Seokjin, yang empunya acara datang dari atas tangga. Semua tamu nampak menepi, Alpha nya terlihat sempurna. Rasa iri membuncah, menyerang jantung di balik rusuk nya. Untaian erat dan senyum merekah, kebahagiaan nyata yang Seokjin idam-idamkan. Ricuh tepuk tangan serta sorak pujian mengalir deras.

Seokjin ingin bermimpi, jadi sang wanita. Memandang lesung manis yang jarang sekali tampak dari Namjoon. Diberi senyum seindah bunga mawar di musim semi. Seokjin bisa bermimpi, berkhayal tentang semua ini namun satu hal yang tidak akan pernah terjadi. Berdiri bersanding dengan Namjoon sebagaimana sang wanita cantik itu lakukan.

Seokjin menginginkan nya,

Ditatap dengan manik seteduh bayangan pohon di kala cuaca terik.

Bukan sebuah lirikan tak berarti yang memang di dedikasikan untuk nya. Namjoon melihatnya, lihat dirinya di garis paling belakang antar tamu.

-----------------MOONBOW------------------

The Trilogy : MOONBOWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang