5

119 14 1
                                    


Yera b'day.

Tepat hari ini yera ulang tahun,dia sudah memakai gaun unicornnya sejak tadi. Yera memang sangat suka dengan kuda berponi warna warni itu yang membuatnya selalu diejek oleh iwan.

"Dasar pantat unicorn"

"Dih,siapa lo? Poni warna warni gitu"

"Pergi sana jauh jauh, lo bau kuda berponi tau gak?" Dan lain lain.

Ruangan tempat ulang tahun yera akan diadakan sudah rame dipenuhi tamu yang sudah diundang oleh yera.

Mulai dari tetangga sebelah, teman sekelas bahkan naruto dan dora hadir di acara ulang tahun yera.

Tapi, ada satu orang yang dari tadi ditunggu yera,

Farell.

Yera tahu harapannya ini akan sia sia,yera tahu harapannya itu tidak akan bisa jadi nyata, bahkan yera tahu farell tidak peduli dengan ulang tahunnya. 9

Yera sudah berjanji pada salsa dan fani, jika farell tidak datang ke ulang tahun yera, ia harus rela melupakan farell orang yang sudah ia sukai sejak 5 tahun yang lalu. Yera tahu ia takkan bisa melakukannya tapi, ia juga tak bisa menolak permintaan sahabatnya.

....

"Gue suka sama lo"....

Yera membasahi bibirnya saat sudah mengatakan perasaannya pada sahabat dekatnya itu.

Hening.

Namun tak lama yera bisa merasakan kepalanya di sentuh seseorang kemudian mengelusnya dengan lembut.

"Gue gak bisa nganggap lo lebih dari seorang adik, maaf yer"

"Tapi,gue sayang banget sama lo"..

"Hmm,gue gak bakalan nyalahin perasaan lo, tapi gue gak bisa"

"Tapi kenapa farell?"

"Gue cuma nggap lo sebagai sahabat gue, sampai kapanpun gue gak bakalan bisa balas perasaan lo yera"

"Farellll..."

"Gue gak bisa yera, maaf gue pergi"

......

Yera tersenyum pahit  mengingat itu, air mata yera perlahan turun dari pelupuk matanya. Ia ingat semuanya, saat dimana farell meninggalkannya sendiri saat ia terluka, saat dimana farell meninggalkannya setelah menyakiti perasaannya yang menghantuinya sampai saat ini.

"YERAA!" yera tersadar saat mendengar suara cempreng itu dari pintu kamarnya

"Hm?" Salsa mendekati yera kemudian tersenyum melihat sahabatnya itu.

"Ayo! Orang orang pada nungguin lo"

"Sal, farell udah datang nggak?"

Salsa diam. Ia takut yera kecewa di acara ulang tahun sahabatnya itu.

"Udah keluar aja dulu, nanti juga datang" kata salsa berusaha menenangkan yera.

"Gue tahu dia bakalan nggak datang" yera menunduk membuat salsa ikut sedih melihat sahabatnya seperti ini.

"Yera, lo tuh sekarang udah dewasa. Gue yakin lo tau mana yang peduli sama lo mana yang nggak pernah nganggap lo, gue juga yakin lo pasti udah tau gimana lo seharusnya, lo harus bangkit yer,kalo lo gini mulu gak bakalan ada yang berubah!"

Yera diam. Kemudian melihat salsa yang sudah duduk didepannya.

"Salsa"

"Hm?"

"Kok aneh yak lo ngomong gitu"

***

Yera meniup lilinya kemudian membuat harapan dan doa disana. Yera membuka matanya, menangkap sosok cakra memegang sebuah boneka besar di gendongannya. Boneka itu membuat yera langsung berlari kearah cakra yang membuat orang menoleh bingung saat yera berlari kecil ke arah cakra.

"Lo kok tahu gue suka unicorn?"

"Gue nanya fanii"

Cakra menyerahkan boneka unicorn besar itu. Membuat yera tersenyum senang kemudian memeluk boneka yang hampir sebesar yera itu erat.

"Makasih cakra"

"Sama-sama"

Yera mendekat kearah cakra, kemudian membisikkan sesuatu yang membuat cakra mendelik.

"Lo nggak bangkrut kan yak"

Cakra langsung menepuk jidat yera yang membuat gadis itu mengerucutkan bibir.

"Apapun itu selama itu buat lo"

"Hah?"

"Gak adaa"

.....

"DIH LO GILIRAN DIKASIH BEGITUAN BARU NGELOTOT, MATREE" iwan berteriak melihat yera sudah memegang boneka unicorn besar dipelukannya.

"IRI BANGET LO"

Cakra tersenyum melihat yera yang kesal dengan iwan.

"Selamat ulang tahun ya yera" ucap cakra saat yera mengahadap kearahnya.

"Makasih cakra"

Orang orang mulai meninggalkan pesta ulang tahun yera, yang  saat ini hanya meninggalkan iwan, fani juga cakra. Ryan dan salsa sudah pergi duluan karna salsa yang kedinginan yang membuat ryan turun tangan dan menjadi pacar yang baik bagi salsa dengan cara mengantar salsa pulang dengan sehat dan selamat.

"Gue juga pamit kalau gitu yak" cakra pamit.

"Hati hati ya cakra,!" Kata yera sambil melambaikan tangannya. Cakra tersenyum kemudian melaju meninggalkan yera, iwan dan fani.

....

"Yera" fani sudah menatap datar yera.

"Apa?"

"Lo pura pura bego apa gimana? Lo masih bisa ngarapin farell yang bahkan gak peduli sama lo bahkan saat lo ulang tahun dia nggak ada niatan mau datang gitu, gila banget"

Yera diam. Ia masih tak mengerti maksud fani.

"Dih, lo bisa make otak sekali aja kenapasii?" Timpal iwan sama datarnya dengan fani.

"Kenapa Sih? Gue ngerasa dihakimin tau nggak?!"

"Kasihan banget cakra" sambung fani yang membuat yera tambah tak mengerti

"Cakra kenapa?" Tanya yera polos

"Gue sebagai cowok bisa lihat apa yang dirasakan cakra, dia suka tapi masih bingung dan takut,dia takut kalo misalnya hati lo nggak buat dia " yera diam Masih  mendengarkan iwan yang tiba tiba berubah serius seperti ini.

"MAKSUDNYA APAAAA!?"

"Cakra beneran suka sama lo gblk,dan bodohnya lo lebih milih farell si gila yang plin plan itu"

***


16Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang