12

74 7 1
                                    







"Fanii!" Gadis berkucir kuda itu langsung tersentak mendengar suara familiar yang sudah lebih dari tiga hari tidak ia dengar. Fani berbalik memastikan orang itu adalah orang yang dipikirkannya.

"Lo kok ngga jemput gue sih, gue udah teriak teriak dari tadi, maluuu.. lo mah ih"

Fani masih tertegun. Bibir gadis itu terbungkam masih tak percaya.

"Lo kenapa sih? Ayo ke kelas!" Yera menarik fani yang terseret pasrah.

"Yer...l-lo u-udah ngga marah?" Yera berhenti, ia berbalik menghadap fani yang kini mengulum bibir kedalam.

"Lo kenapa ngomongnya kek azis gagap ih"  fani tersenyum begitu saja. Hatinya kini lega, yera tak marah lagi padanya.

"Yerr...huhuuu Lo kenapasih baik banget.." fani sudah menatap nanar gadis itu. Yera tertawa, kini berganti merangkul gadis itu.

"Gue ngga bisa marah sama lo, jafi gue pikir gue juga gak bisa kalau ngga ada lo" fani terenyuh. Baru sadar mempunyai sahabat sebaik dan setulus yera.

Semua orang tahu, yera adalah gadis baik, cantik, tulus, ramah gak heran sih banyak yang mau berteman dengannya.

Mungkin itu juga alasan cakra suka sama.............yera. ehm,





"Eh, iwan! Sini jalan bareng." Iwan yang berusaha menghindari yera tersentak ketika gadis itu memanggilnya.

Fani yang melihat ekspresi iwan sudah menahan untuk tidak tertawa tapi....gagal.
Bayangin aja iwan yang biasanya memang sudah bobrok tiba tiba masang muka bengong sambil nganga gitu KEBAYANG GAK SIH BOBROKNYA??!! HA.HA

"Lo bicara ama gue yer?!" Tanya iwan sudah menyerobot ke samping fani.

"Jadi menurut lo ini apa? Menggonggong?" Tanya yera tenang.

"Ih anjing, gue kira nggak bakalan bicaraan lagi sampe nanti punya cucu" celetuk iwan sembarangan.

"Lo lupa wan cucu kita mau kita jodohin?" Kata yera memasang muka kecewa yang dibuat buat.

Fani melongo. Melihat dua orang yang sudah menyelutuk tak jelas meninggalkannya selangkah dari mereka.

Fani terkekeh, teringat perkataan ryan yang mengatakan iwan dan yera lebih terlihat seperti adik dan kakak laki laki dan sekarang fani ikut mengakui itu.

"Hai.."

"He astaga!" Fani terlonjak kecil saat menyadari cakra yang berjalan disampingnya.

"Lo kok ditinggal duo dugong sana?" Tanya cakra terkekeh kecil melihat ekspresi kaget fani.

"Tau tuh, emang kalo udah jumpa nggak bisa diam lagi..." fani melirik cakra. Menyadari sesuatu yang membuat keadaan canggung.

"Hmm...susul aja sana! Tarik langsung ..." kata fani menepuk lengan cakra yang kini menatapnya bingung.

"Gue tahu lo cemburu. Yera sama iwan nggak ada apa apa"

Wajah cakra merekah cerah. Bibirnya tersenyum tipis masih melihat fani yang sekarang terkekeh geli disampingnya.

"Peka lo. Pantas farell suka" kata cakra kemudian meninggalkan fani yang sudah mematung. Langsung mengerjap dan menggeleng pelan menghilangkan sosok farell yang tiba tiba muncul dipikirannya.

"Gila semua" kata fani sebelum beranjak menyusuri koridor kelas 11.






***






"HE HE HE MINGGIR MINGGIR GUE MAU LEWAT " kata cakra menerobos iwan dan yera yang sedang berdebat.

"yeu si anjing modus" kata iwan menoyor kepala cakra yang kemudian dibalas cakra.

"Yer, lo kok mau jalan sama buayanya degem?!" Kata cakra menatap yera serius. Yera tersenyum samar.

"Yang ada lo yang buayanya" kata yera membuat iwan kini sudah tertawa melihat ekspresi cakra yang langsung berubah.

"Buayanya Sma garuda hahahahhaha" iwan masih sibuk mengejek cakra yang kini sudah merutuk tak jelas.

"Yer kasian cakra gagal nyepik lo hahahahhaha.....eh?"



Hening.

IWAN GOBLOK!.



"Hm, gue ke ke kelas duluan hehe dadahhhhh" iwan pergi kabur.

Sekarang hanya tinggal cakra dan yera yang masih diam. Tak ada yang membuka pembicaraan, beberapa orang yang lewat sudah melirik curiga melihat mereka berdua berdiri di koridor.

"Lo mau ke ruang osis atau ke kelas?"

LAH YERA GOBLOK! KAN MASIH PAGI MASA LANGSUNG KE RUANG OSIS...ASTAGFIRULLAH CKCKCK

"Lo lucu banget sih kalau gini.." tangan cakra bergerak meraih pipi yera kemudian mengerak gerakkannya.

Tungkai yera sudah melemas, pikirannya blank GIMANA WOY! INI KORIDOR...BANYAK ORANG YANG LEWAT ASTAGA.

"Gemes tau nggak,? apalagi pipinya merah hahahaha" yera hampir hilang kesadaran, sudah hampir pingsan melihat jaraknya yang cukup dekat dengan cakra.

"Ih, sakit tauuuuu!"

Cih. Yera boong.

Yera mendorong pelan tubuh cakra langsung berjalan cepat meninggalkan cakra yang sudah tersenyum geli melihat yera.



.   .   .


"CIE YANG CUBIT CUBITAN DI KORIDOR "

"ELAH SI CAKRA NGEGAS BANGET"

"KAYAK FILM KOREA TAU NGGAK SIHH"

"YERA UDAH KAYAK KEPITING REBUS, MERAH MERONA HAHAHAHHAHA"

teman laknat semua.

Sialan.

Yera berjalan kearah mejanya yang diisi oleh ryan yang berbicara dengan salsa disampingnya. Bangku yera dan salsa memang samping sampingan, membuat ryan jadi sering apel ke bangku yera.

"Minggir minggir.... pacaran jangan dibangku gue he" ryan dan salsa sama sama menoleh memasang muka jijik.

"Yang ada lo yang mesra mesraan di koridor Cih! Cabe" kata ryan menyelutuk yang langsung diangguki salsa semangat.

"YAUDAH AWAS! GUE MAU DUDUK NGERTI NGGAK?!" Emosi yera membuncah. Sudah tak tahan mendengar ejekan teman sekelasnya ini.

Ryan bahkan mundur kebelakang. Kaget tiba tiba disambar begitu.

"Ih, yera gausah kasar juga sama ryan...kasiannn"

Jijik.


Yera menghela nafas kasar, mengelus dadanya.


"Yer, nanti ke ruang osis bareng ya" cakra yang entah muncul sejak kapan sudah berdiri disamping yera.

Yera mengangguk. Bertahan sebisa mungkin agar wajahnya tak terlihat merona kali ini.

Sementara ryan dan salsa sudah terkekeh geli melihat yera yang kembali blushing.

"Keren sih modusnya cakra, terus nanti pasti bilang...eung, pulang sama gue aja, helehhhhhh" iwan yang entah muncul darimana kini sudah menyerobot heboh.

"Apa lo?!" Iwan menciut langsung duduk kembali saat melihat yera menatapnya galak.

"Eh iya, nanti pulang bareng aja kalau gitu."  Yera melongo, menatap cakra yang masih tenang.

"TUH KAN APA GUE BI-"

"DIAM LO!" 

Salsa dan ryan sudah tertawa tak karuan melihat iwan yang selalu dihina begitu. Tapi ya gimana.... Iwan yang minta dihina. Ck.

"Jangan lupa ya yer " kata cakra kemudian mengacak rambut yera yang membuat seisi kelas bersorak nyaring.

***

a/n:

Bang cakra semakin didepan hahaha

16Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang