"Lo ngapain sih wan,pake bilang gitu sama yera...lo tau kan yera gimana orangnya?" Salsa mengecilkan volume suaranya karna memang saat ini mereka sedang dikantin sekolah.
"Ck,gue kan udah bilang gak bakalan ada yang berubah" kata iwan tegas membuat fani yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Gak berubah apa anjir? Yera tadi mau kesini, cuma karna ada lo dia nggak mau" sambung fani.
"Karna ada lo juga kali" kata iwan mencibir fani ,yang kini mengulum bibir kedalam mengingat ia juga sedang tidak baik baik saja dengan yera.
"Gue heran deh, iwan suka sama yera tapi dia sok jadi playboy yang dapetin semua adek kelas biar gak kelihatan kalau dia lagi nutupin perasaanya, fani jugaaa...sok ngedukung yera sama farell tapi hatinya hancur melebur, gila!" Kata ryan melotot kepada fani dan iwan yang duduk didepannya.
"Betul tuh sayang" kata salsa mengangguk setuju. Membuat fani dan iwan mengeluarkan lidah muak.
"Gue gitu cuma gak mau yera sakit hati, gue nggak mau lebih mentingin ego gue tarus nyakitin yera...gue nggak bisa"
Suara fani bergetar. Membuat iwan, ryan dan salsa langsung menatap gadis itu prihatin.
"Kita sama fan, gue juga nggak jujur karna takut yera bakalan ngerasa nggak nyaman terus merasa bersalah gitu.." kata iwan menambahi membuat salsa dan ryan kini saling pandang.
"Tapi fan ,lo udah lama kan tau farell suka sama lo?" Tanya salsa yang membuat fani tersentak namun kemudian mengangguk kecil mengiyakan.
"Ckckck, lo malah nyakitin yera fan.. lo dukung dia sama farell padahal lo tau kalo hati farell tuh buat lo, jahat ih" kata salsa mengingat yera selalu semangat ketika menceritakan farell kepadanya.
"Gue nggak maksud.." suara fani terdengar lirih.
"Lo juga nyakitin farell juga sih sebenarnya, cuma si farell juga harusnya jujur dari awal sama yera, kalo udah kayak gini..siapa lagi yang mau disalahkan?" Fani tertegun. Meneguk ludah susah payah.
"Lo juga wan, pikirin dulu perasaan lo gimana? Gue jujur aja..ngelihat Lo sama yera tuh kayak lihat adik sama kakak laki laki sih" kata salsa beralih menatap iwan kini.
"Iya. Lo suka sama dia atau cuma mau ngelindungin dia?" Iwan terdiam. Bingung sekaligus ragu disaat yang bersamaan sekarang.
Yera dan iwan memang sudah dekat sejak kecil. Orang tua mereka yang memang adalah sahabat membuat mereka mengikuti jejak orang tua mereka. Iwan dan yera selalu satu sekolah dari dulu. Bahkan selalu berangkat sama karna jarak rumah mereka yang tak cukup jauh, hanya beda blok.
"Lo cuma nggak siap kalo yera sibuk sama pacarnya karna takut lo bakalan dilupakan sama yera..iya kan?" Kata salsa sudah menatap iwan yang kini bungkam. Merasa tertembak tepat. Seperti tersadar sekarang.
"Intinya, gue bilangin sama lo berdua kalo perasaan itu bisa berubah gitu aja, tapi yang tau perasaan lo itu cuma lo....cuma Lo yang tau resiko apa yang lo perbuat, jangan nyakitin diri karna ego yang ada."
Iwan dan fani kini terdiam. Sibuk dengan pikiran masing masing, ryan berdehem yang langsung ditatap oleh iwan dan fani bahkan salsa yang duduk disampingnya.
"Syukur gue udah jadi pacar salsa" kata ryan tenang membuat salsa yang disampingnya memerah begitu saja.
"Aaaaa gemesss banget sih" kata salsa sambil mencubit pipi ryan.
Iwan dan fani saling pandang kemudian saling mengumpat pelan melihat pasangan laknat didepan mereka ini.
***
Farell baru keluar dari ruang osis, melangkah melewati koridor yang sudah sepi hanya meninggalkan beberapa orang yang mungkin memiliki kegiatan ekskul.
Langkah farell terhenti ketika melihat yera berdiri diujung tangga sendirian. Melihat ke arah lapangan basket yang sudah kosong. Farell menyerngit memilih melangkah mendekati gadis itu.
"Nggak pulang yer?"Yera melompat kecil kaget memengangi dadanya.
"Untung nggak teriak.." kata yera.
Farell terkekeh kecil kemudian duduk di tangga kemudian menyuruh yera agar ikut duduk juga. Yera menurut saja, lagipula sepertinya cakra masih lama.
"Kenapa rell?" Kata yera membuka pembicaraan.
"Hm, nggak ada sih. Tadi nggak sengaja lihat lo berdiri sendiri disini" yera diam saja masih menatap lurus kearah lapangan basket.
"Kayaknya ada yang harus kita bicarain" kata farell lirih namun sudah cukup membuat yera mengerti.
"Maaf rell, gara gara gue lo harus ngorbanin perasaan lo... fani juga harus tersakiti saat gue bangga banggain lo depan dia ha ha jahat banget sih gue" suara yera bergetar, matanya sudah menghangat.
"Gue yang harusnya minta maaf yer, harusnya dari dulu gue jujur.. jadi lo juga gak perlu sakit hati kayak gini" farell membasahi bibir bawahnya merasa tak tega melihat yera yang sudah merunduk menahan tangis.
"Gue yang bodoh! Gak bisa tau kalo fani juga suka sama lo,dan lo juga.....ternyata suka" yera menghela nafas menahan bulir hangat yang ingin turun.
"Maaf yer..." kata farell lirih benar benar merasa bersalah. Yera mengangkat wajahnya yang kini sudah menahan tangis.
"Nggak papa. Gue baik baik aja"
"Jagain fanii, dia suka gak tau apa yang dia mau..." kata yera lirih sudah menyerah dengan ceritanya ini, membiarkan saja cerita ini berjalan apa adanya.
"Lo sama iwan udah gimana?" Tanya farell mengalihkan pembicaraan.
"Ya gitu... gak papa, kayak biasa" yera sedikit bingung namun akhirnya teringat iwan dan farell memang sangat dekat sampai sekarang.
"Jaga diri yer.." kata farell kini memberanikan diri mengusap kepala gadis itu.
"Cepat jadian sama fani, biar kita dekat lagi kayak dulu hehehe.." kata yera membuat farell tersenyum samar.
"Udah lama nunggu yer?" Yera menoleh yang diikuti oleh farell.
"Ayo pulang.." Cakra berjalan meraih lengan yera membuat gadis itu menurut saja.
Farell menatap cakra dingin, menyembunyikan dendam disana. Cakra juga membalas tatapan itu bahkan lebih menyeramkan dari farell.
Cakra melirik yera. Melihat gadis itu menunduk diam saja. Tatapan cakra beralih kepada farell lagi, menatapnya tak suka.
"Lo jangan pernah ganggu yera atau berani nyakitin dia. Gue nggak bakalan biarin lagi kali ini" yera tertegun. Merasa dilindungi sekarang.
Farell diam. Hanya menatap cakra dengan tatapan tak terbaca. Cakra menggenggam tangan yera erat, membawa gadis itu pergi dari sana...
"Jangan dekat sama farell, gue nggak suka.."
"H-hm?"
***

KAMU SEDANG MEMBACA
16
Teen Fiction"kok lo peduli ama gue?" "peduli lah lo kan teman gue! gimanasii?!"