Yera berjalan melewati koridor kelas 11 tanpa semangat. Perkataan fani dan iwan tadi malam masih saja terngiang dipikirannya.
"Cakra beneran suka sama lo gblk,dan bodohnya lo malah milih farell si gila yang plin plan itu"
Ia mengumpat pelan kemudian menunduk menyembunyikan air mata yang merengek untuk turun.
"Yera" yera mematung mendengar suara yang selalu membuat gadis itu mendadak panas. Ia menoleh, mendapati seseorang yang berjalan mendekat kearahnya.
"Eh,f-farel?"
"Maaf tadi malam gak bisa datang, ada urusan mendadak"
"Gapapa kok" hanya itu yang bisa yera ucapkan saat itu. Yera berusaha keras memaksa senyuman kecil disana.
"Btw,happy b'day" yera AMBYAR, ia hampir terjatuh karna lututnya yang melemas begitu saja. Yera langsung tersenyum bahagia. Ia bahkan lupa bahwa ia tadi hampir saja menangis.
"Makasih..." kata yera menahan dirinya untuk tidak berteriak dan melompat senang.
"Kalau gitu gue duluan" yera mengganguk dan masih tersenyum lebar. Sebelum berbalik farell mengelus rambut yera sekilas yang membuat yera melotot kecil.
"Sekali lagi maaf" kata farell sebelum benar benar meninggalkan yera yang sudah meleleh disana.
Yera masih diam ditempatnya, masih tak percaya apa yang farell lakukan tadi padanya. Ia sudah mengigit bibirnya agar tidak berteriak, yera akhirnya berlari senang sambil bersenandung kearah kelasnya tanpa memperdulikan tatapan orang.
Dan...cakra yang berdiri di ujung lorong diam dari tadi berdiri melihat yera dan farell dari jauh, tanpa sadar cakra tersenyum pahit.
"Segitu cinta yera sama farell, pantas aja dari dulu hati gue nyuruh buat mundur"
***
"KYAAAAAA!!" Yera berteriak saat sudah sampai dibangkunya. Salsa yang berada di samping yera terkejut kemudian menatap gadis itu khawatir.
"YERAA OYYY!" Salsa berteriak melihat gadis disampingnya ini sudah seperti cacing yang digoreng berkali kali.
"APAAN?!" kata yera berteriak membalas salsa.
"Lo kenapa teriak teriak masuk kelas, ha!?" Salsa mendelik ngeri melihat yera yang sudah kembali bergerak gerak tidak jelas dibangkunya.
"Ih ngeri tau yerrr" kata fani mendekat kearah yera dan salsa.
"NIH CABE KENAPA LAGII?!" iwan langsung menyemprot.
"Lo kenapa sih yera?" Kata ryan melihat kearah yera yang masih tersenyum geli.
"Gue diucapin b'day ama farell, terus dia ngelus kepala gue sebelum pergi, KYAAAAAA!" yera kembali berteriak mengingatnya.
Sementara iwan,ryan,fani dan salsa langsung mendelik melihat sahabat mereka sudah meledak tak jelas kembali.
"GUE KIRA LO DINIKAHIN"
"SALAH GAK SIH KALAU GUE PENGEN BOTAKIN YERA?!"
"PANGGANG AJA GIMANAAAAA???!"
"Yera" keadaaan mendadak hening saat cakra memanggil yera, bahkan ryan yang sudah ingin bangkit langsung duduk kembali.
"Ada yang pengen gue omongin" yera langsung melirik keempat sahabatnya itu, bukannya mendapat bantuan yera malah mendapat tatapan tajam yang siap menerkamnya kapan saja.
"Ngomong disini aja deh" kata yera mencari alasan.
"Ini penting" kata cakra kemudian langsung mengambil lengan yera dan menyeret gadis itu dengan mudah.
Semua orang langsung terkejut dan berteriak mengejek yera.

KAMU SEDANG MEMBACA
16
Teen Fiction"kok lo peduli ama gue?" "peduli lah lo kan teman gue! gimanasii?!"