Chapter 6 "Whore"

1.3K 94 12
                                    


Hai!!! Ketemu lagi sama athour gaje ini hehehe. Gak banyak sih yang mau dikata, yang penting kalian suka dan baca sampai habis, oiya sekalian di-vote dan dikomen kritik dan sarannya hehehe.

Aku kan anaknya pemalas jadi maaf banget kala ada typo atau kesalahan penulisan dalam kalimat soalnya chap ini kepanjangan dan aku dah mager banget buat nyunting, jadi maaf yah. Tolong kalau ada salah dalam penulisan bisa dikasih di kolom komentar, makasih semua!!

HAVE A NICE TIME TO READ!!!

Chapter 6

Naruto melangkah dengan wajah terangkat dan senyum yang cerah terukir di kedua kurva bibirnya. Tangannya yang kosong menenteng mantelnya kala ia melangkah menyusuri lobby Konoha Tower di mana hampir semua mata tertuju padanya—seperti biasanya. Hari ini Sasuke ingin Sakura yang mengurus soal kopi dan sebagainya jadi ia tidak perlu mampir ke Starbucks pagi ini.

"Hi" sapanya pada salah satu penjaga gate di sana, yang disapapun memajang senyumnya. Ia dan Naruto sudah cukup sering bertukar sapa sejak pemuda pirang itu bekerja untuk Sasuke.

Lepas gate-nya terbuka Naruto segera melangkah menuju lift dan menekan tombol yang mengarah ke atas lalu menunggu lift terbuka dengan sendirinya, matanya sekilas menatap monitor yang menunjukkan kalau lift di depannya masih berjarak dua lantai lagi.

Sekitar dua menit menunggu dan pintu pun terbuka, Naruto kembali mengayun langkahnya yang segera berhenti kala sosok berambut hitam tergerai yang menganak sweater hitam masuk lebih dulu ke dalam lift dengan wajah datarnya.

Kala sosok itu berbalik jelas Naruto mengenalnya, Sasuke. Ia tengah berdiri menunggu lift tertutup dan Naruto berdiri di depan lift membeku, bingung apakah ia ingin tetap masuk atau tidak. Semua orang tahu kalau Sasuke tidak suka satu lift dengan orang lain.

Suara napas mendesah pelan terdengar dari sosok berkacamata hitam di depan Naruto, sontak Sasuke menurunkan kacamatanya sampai netra mereka bisa bertemu langsung.

"Kalau kau ingin masuk, masuk. Jangan membuang waktuku, Dobe" katanya cepat dan kembali menempatkan kacamatanya di tempat yang seharusnya.

Mendengar apa yang dikatakan si bos, Naruto segera masuk dan menutup lift. Sebelumnya ia bisa melihat lirikan orang-orang yang terkesan iri dan bingung.

Bagaimana mungkin seorang Sasuke Uchiha mau se­-lift dengan orang lain?

Naruto menebak pikiran mereka terhadapnya sekarang.

Sampai di lantai yang ditujukeduanya segera melangkah keluar dari lift dengan Sasuke yang ada di depan.

"Temui aku di ruanganku, Naruto" pintahnya tepat mereka sampai di depan ruang kerja Sasuke.

"Okay" balas Naruto dan beralih ke mejanya kemudian membereskan pekerjaannya.

Sakura yang duduk di depannya segera mengankat kepalanya dan memberi Naruto tatapan penuh tanya.

"Aku tak tahu, dia menyuruhku bertemu dengannya" sahutnya seakan tahu isi kepala sahabat pink-nya. Mendengar balasan dari si pirang, Sakura pun mengedik acuh dan kembali melakukan pekerjaannya yang sempat tertunda sebelumnya.

Jeda sekitar sepuluh menit sampai akhirnya Naruto menyelesaikan semua pekerjaan yang masuk ke dalam email-nya kemudian berdiri dan melangkah masuk ke dalam kantor Sasuke di mana sang empunya tengah menunduk mengamati semua gambar sketsa yang dikirimkan Hinata padanya.

Sasuke yang sadar akan kehadiran Naruto pun segera mendongak dan menanggalpak kamatanya.

"Bisa kau jelaskan bagaimana caramu mendatangkan garda nasional Britania Raya untuk menjemputku tempo hari?" tanya Sasuke penuh dengan tuntutan. Bahkan kalau Naruto boleh bersuara ia merasa kalau Sasuke tak bertanya namun ingin memojokkannya.

THE DEVIL WEARS ARMANITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang