❃.✮:▹ ◃:✮.❃
❃.✮:▹ ◃:✮.❃
Author POV
Selalu seperti ini. Saat menatap mata hazelnya. Melihat kehadirannya.Selalu menimbulkan reaksi yang berlebihan di diri Ally.
Jantungnya selalu berdebar seperti sedang berlari marathon. Matanya bahkan tidak lepas memandangi setiap inci wajah tampan Keir.
Ally menatap figur Keir yang berdiri menjulang di ambang pintu UKS. Dengan ekspresi wajahnya yang tidak tersirat akan emosi apapun. Datar, kaku dan dingin.
Tapi meski begitu perasaan hangat menyebar dan merambat dirasakan oleh Ally. Karna di hati kecilnya selalu mengatakan bahwa Keir masih seperti dulu. Yang hangat dan riang.
Dan tentu saja, Keir masih peduli kepadanya. Terbukti dengan laki-laki itu yang datang ke UKS untuk menemuinya.
Walapun Keir menutupi semua emosinya hingga membuat Ally buta arah. Ally akan terus berusaha belajar mengerti Keir.
Jantung Ally semakin berdebar seiring Keir melangkahkan kakinya mendekati Ally hingga berdiri dihadapan gadis itu. Yang terbengong menatap Keir.
Ally menatap penampilan Keir. Rambut hitamnya yang selalu berantakan. Semua kancing kemeja putihnya terlepas menampilkan kaos putihnya. Keir always looks so cool and cold.
"Ayo, pulang." Kata Keir datar.
Ally segera mengetahui pasti Keir lah yang meminta guru piket mengijinkannya pulang. Dengan kuasa yang di miliki Keir, guru piket pun tidak berdaya berhadapan dengan Keir.
Ally menggelengkan kepalanya, "Ally udah baikan kok. Lagian, tanggung banget pulang tinggal satu mata pelajaran lagi."
"Aku bilang pulang." Kata Keir.
"Tapi--"
"Ally." Potong Keir dengan nada tidak ada bantahan.
Newton yang tidak suka melihat sikap Keir. Bertindak.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐧𝐠𝐞𝐥 𝐨𝐟 𝐃𝐚𝐫𝐤𝐧𝐞𝐬𝐬 [ON HOLD]
Teen Fiction[ATHANASIUS #3] [Semper Fi #1] Eventhough he is cold like a winter season. He can be warm like a summer season only for her. And only her that can bring his bad side on surface, make a weather goes rampage. *⋆»♠︎«⋆* (This book can stand alone. You d...