dua puluh tujuh

28.7K 1.3K 155
                                        


Wattpadnya error gak bisa masukin foto😭😭😭

Aku up sehari dua kali nih, jadi besok aku gak up ya🥰🥰🥰




Jungkook masih di Phuket Thailand, sudah seminggu dia masih terus berusaha mendapatkan maaf dari Lalisa.

Tetapi wanita itu masih saja mengabaikannya, Jungkook bahkan tinggal tepat di depan apartemen Lalisa. Dia merasa khawatir Lalisa tinggal sendirian dengan kondisi hamil seerti itu dan Jungkook terkadang hanya bisa mengawasi Lalisa dari Jauh.

"Kalian berdua siapa?" tanya Jungkook melihat dua sakit remaja baru saja keluar dari apartemen Lalisa.

"Kami bekerja di rumah Kakak Lalisa, dan kami ingin pulang sekaligus mengantar orderan kue" ucap Flipo.

Jungkook mengangguk, dia sudah tahu perihal Lalisa yang bekerja membuat Cake via Online.

"Ini untuk kalian" ucap Jungkook mengeluarkan beberapa lembar uang Baht.

"Banyak sekali Tuan, anda siapa? Maaf kami tidak bisa menerimanya" ucap Gwangsim, gadis itu lebih dewasa di banding Flipo.

Flipo menelan ludahnya sembari menatap uang yang di pegang Jungkook.

"Kalian tenang saja, aku bukan orang jahat dan aku memberikan ini karna rasa terima kasih ku sudah menemani dan membantu Lalisa"

Flipo pun mengambil uang dari tangan Jungkook.

"Terima kasih tuan" ucap Flipo.

"Aku yang harus berterima kasih ada kalian karna sudah menjaga Lalisa"

"Anda siapa nya? Apa anda Kakaknya? Aku kasian dengan Kakak Lisa, dia sendiri semenjak menginjakkan kakinya disini, aku dan Flipo senang bisa menemaninya bahkan kami terkadang mengobrol dengan Adik bayi yang masih berada di perut kakak Lisa" ucap Gwangsim.

Senyum yang tersemat di bibir Jungkook pudar, pria itu membayangkan bagaimana sulitnya Lalisa beradabtasi sendirian dengan kehamilan pertamanya.

"Kami pergi dulu Tuan" Jungkook mengangguk.

Kedua anak remaja itupun pergi, Jungkook hanya bisa memandang pintu apartemen Lalisa dengan sedih.

Lalisa menjadi sanga jarang keluar, wanita itu keluar jika pria pucat itu menjemputnya.

Siapa pria itu? Jungkook sangat tidak suka dengan mukanya yang dingin itu, Jungkook yakin jika Lalisa masih mencintainya dan tidak mungkin menjalin hubungan dengan Pria pucat itu.

Jungkook pergi ke supermarket di lantai dasar, dia berniat membelikan berbagai macam buah buahan untuk anaknya.

Perihal bahasa  Jungkook pintar dalam semua bahasa asing terutama inggris, thailand, indonesia, china dan
Korea.

Setelah memberi berbagai macam buah Jungkook berdiri tepat di pintu apartemen Lalisa.

Pria itu sangat hafal kode password apartemen Lalisa, bahkan saat Lalisa tidur Jungkook sering menyelinap masuk untuk mengecup Lalisa dan juga anaknya yang masih di dalam perut Lalisa.

Cklek.

"Ada apa? Bukankah aku sudah bilang agar kamu tidak menunjukkan wajahmu di hadapanku?" sinis Lalisa.

"Aku membawakan mu banyak buah dan juga susu paling baik untuk ibu hamil" dengan seenaknya Jungkook masuk dan meletakkan susu serta buah buah annya dengan rapi.

"Pergi dari sini Mr. Malvern, jangan ganggu hidupku lagi" ucap Lalisa lagi.

Jungkook hanya tersenyum, dalam hati dia meringis sakit tapi ini yang harus di terimanya karna menyakiti Lalisa.

I'm Your BitchTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang