24. Miss U.

7.7K 470 236
                                        

SEHABIS BACA KELVINATA KALIAN BACA ALDO. UP MALAN INI CUY.

**
Beritahu dunia sifat aslimu. Tidak perlu menjadi orang lain agar di sukai banyak orang.

“INI ULANGAN! JANGAN MENENGOK-NENGOK KE KANAN KIRI!”

Renata mendengus sebal mendengar suara pengawas yang super galak itu. Masih di hari pertama ulangan dia langsung di awasi dengan guru yang sangat menyebalkan ini. Siapa kali kalau bukan Bu Rina, guru pelajaran matematika minat. Yang kalau memakai lipstik selalu dengan warna yang berbeda-beda dan terkesan sangat menor.

“Renata jangan menengok samping kanan kiri.” ujar sang guru membuat Renata langsung menoleh ke arah sang guru dengan tatapan datarnya.

“Cuma ambil penghapus, Bu.” jawabnya dengan sedikit kesal.

“Sudah tau ulangan harusnya di siapin dari rumah. Kalo gitu kan jadi ganggu temennya yang lagi fokus mengerjakan soal.” cibir sang guru membuat Renata memutar bola matanya malas.

“Ini penghapus saya, Bu, makanya saya ambil. ” jawabnya dengan enteng yang membuat sang guru diam karena merasa di pojokkan oleh Renata.

Ssttt,”

Lagi. Renata yang sedang mengerjakan soal langsung melirik kebelakang dan mendapati sahabatnya berisik.

“Nomor 30 sampai 35 apa?” bisik Resia. Renata mendelik kesal mendengarnya tapi tetap memberikan jawabannya.

Renata langsung melihat jawabannya dan melirik pengawas yang sedang memainkan ponsel setelah itu menengok sedikit ke belakang.

“C, A, B, E, A.” jawabnya pelan.

Renata kembali lagi fokus mengerjakan soal yang tinggal beberapa nomor lagi belum dia isi. Renata menyoret-nyoret kertas yang di khususkan untuk menghitung atau lebih tepatnya kertas coretan.

Sang pengawas yang melihat Renata menidurkan kepalanya di meja langsung berjalan menghampirinya. Resia yang berada di belakang Renata sudah mengode sahabatnya lewat dorongan bangku gadis itu. Tapi tak di tanggapi.

“Kerjakan soalnya bukan menulis nama orang lain, Renata!” ujar sang guru tepat di sampingnya.

Renata kaget dan sontak mendongak. Dia menyengir lalu menunduk melihat tulisannya. Dia menulis nama lelaki yang sudah singgah di hatinya.

“Maaf, Bu.” ujar Renata berusaha sopan.

“Dari tadi ibu perhatikan kamu itu gak ada serius-seriusnya mengerjakan soal. Ada apa?” tanya sang guru membuat Renata mendesis pelan. Tau aja guru ini.

GARA-GARA PACAR GUE LAH, batin Renata. Mana mungkin dia akan berteriak seperti itu di ruangan yang berisi teman-temannya.

“Lagi galau, Bu, pacarnya ke Milan.” jawab teman kelasnya membuat Renata melotot.

“Sok tau lo!” protes Renata.

“Masih kecil gak usah cinta-cintaan.” ujar sang guru sembari berjalan kembali ke tempat duduknya.

Renata mencibir pelan karena beberapa temannya tertawa mengejeknya. Lebih baik dia kembali mengerjakan soal yang belum dia isi.

**

Seperti biasa jika ulangan di laksanakan pasti pulang cepat. Seperti saat ini jam masih menunjukkan pukul satu siang dan Renata sudah pulang.

Gadia itu sedang berada di cafe tempat dia bekerja. Gadis seenaknya itu datang tidak untuk bekerja melainkan untuk nongkrong. Kurang ngelunjak apalagi gadis ini.

KELVINATA (versi Ebook)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang