40. Kenal game

3K 342 180
                                        

WKAKAKAKAKAK UPDATE NIH

KOMEN DAN VOTE YAAAA:(

KASIH TAU KALO TYPO

••000••

PAGI ini mood Renata sangat buruk karena dia harus bertengkar dengan kakaknya meributkan mobil. Pada akhirnya dia tetap kalah sehingga lagi dan lagi telat datang ke sekolah. Tapi kali ini dia tak lolos dari hukuman karena sang guru ternyata masih berjaga.

Mungkin ini sial yang paling buruk karena dia sedang datang bulan juga. Intinya semua orang dimatanya sangat salah dan hanya dirinya yang paling benar.

“Bego,” maki Kelvin dari kejauhan.

Dia memutar bola mata melihat Renata yang kini sedang hormat dibawah tiang bendera dengan gaya tengil gadis itu.

“Kamu itu udah kelas 3, jangan main-main terus Renata.” ujar sang guru dengan geregetan.

“Saya gak sengaja telat Bu.” jawab Renata sekenanya.

“Sengaja atau tidak sengaja bukan urusan Ibu. Ini sekolah bukan sekolah Papa kamu jadi jangan seenaknya. Ibu gak mau tahu ya, pokoknya abis ini ibu gak mau liat kamu telat atau berulah lagi. Ini terakhir kalinya, oke??” ujar sang guru dengan ketus.

“Iya Bu. Saya udah boleh masuk kelas kan?” tanya Renata membuang sang guru melotot.

Renata meringis, “Jangan gitu ah, serem Bu.” ujar Renata dengan pelan.

“Jangan kembali ke kelas sebelum jam istirahat berbunyi.” jawab sang guru dengan ketus.

"Bu, mau tau gak kenapa banyak murid yang gak pinter-pinter?” tanya Renata membuat sang guru memandang Renata dengan ganas.

“Pake nanya lagi. Itu karena mereka gak mau belajar.” jawab sang guru.

Renata tersenyum cerah mendengarnya.

“Nah itu tau, penghambat murid gak pinter juga salah satunya hukuman yang ibu kasih sekarang ini. Bayangin aja, saya suruh berdiri disini selama 3 jam baru boleh masuk kelas. Saya kan jadi ketinggalan 1 pelajaran dan itu sangat berpengaruh bagi saya yang otaknya dibawah rata-rata. Akibatnya nilai kecil dan pelajaran gak masuk ke otak.” jelas Renata dengan wajah serius.

Sang guru merenung sejenak. Dipandangnya wajah Renata dengan tatapan curiga. Tapi Renata hanya membalasnya dengan senyum manis.

“Bener juga yang kamu katakan. Yaudah, sekarang kamu masuk kelas aja.” ujar sang guru membuat Renata memasang wajah melas.

“Tapi kalo sampai kelas saya dihukum lagi gimana, Bu?” tanya Renata dengan nelangsa.

“Gak akan karena kalau udah lolos dari Ibu kamu akan aman.” ujar sang guru dengan mantap.

Renata mengelap keringatnya lalu mengambil ransel yang sengaja dia letakan di paping. Dia kembali memandang sang guru dengan wajah senangnya.

“Terimakasih Bu guru. Rena mau belajar dulu ya, Assalamualaikum.”

Setelah itu Renata langsung meninggalkan sang guru dan Kelvin yang kini memandang Renata dengan ekspresi masing-masing.

Kelvin menggelengkan kepala tak habis pikir dengan akal kancil gadis itu. Entah kelebihan ide atau gurunya yang sangat berperasa sehingga termakan oleh omongan gadis itu.

••000••

Hari ini guru menugaskan muridnya menggambar alam sekitar di sekolah sehingga semua kelas 12 IPA 1 berada di halaman sekolah dengan buku gambar masing-masing.

KELVINATA (versi Ebook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang