ѷ§ѷ
◎
"Ada apa ini,,?!"
Keduanya menatap kearah sumber suara. Alexa Mingyu, adik dari Alva Seungcheol masih berdiri diambang pintu masih dengan tangan kirinya yang memegang gagang pintu.
Jeonghan segera menyeka airmatanya. Sedangkan Seungcheol, berjalan menghampiri sang adik dan mengajaknya untuk masuk.
"Kamu apa-apaan sih Al, bukannya kasih salam malah tanya yang ngga-engga.."
"Aku kaget bang, dari luar tadi aku dengar ada suara tangisan. Dan ternyata kak Vanya yang menangis,,? Kenapa,,?", jelas Mingyu masih berjalan menuju ruang tamu sembari dirangkul oleh sang kakak.
"Hah,,?!
Kakak gak nangis, lho, Al.. Sini duduk samping kakak..", sanggah Jeonghan.
"Jangan bohong, buktinya mata kakak merah..
Dan tadi kenapa kalian duduknya jauhan,,?
Kalian bertengkar,,?", tebak Mingyu seraya melihat abang dan calon kakak iparnya bergantian.
"Siapa yang bertengkar,,?
Kakak tadi itu pas dijalan gak tau kelilipan apa, sakit banget.
Kakak gakuat, ya akhirnya kakak kucekin mata kakak hingga merah. Pas kakak kasih obat mata, tambah perih dan sakit, jadinya ya kakak nangis deh.."
"Iya, tadi abang tuh mau nolongin, eh malah abang dipukulin sama kakak iparmu, ya abang menjauh.."
"Mana obat matanya, kasih lihat.."
Jeonghan dan Seungcheol pandai sekali dalam bersandiwara. Ya, itu terpaksa mereka lakukan, karena mereka tidak mau memberikan contoh yang jelek kepada Mingyu.
Tapi, sandiwara mereka gak semulus yang mereka bayangkan. Buktinya, Mingyu menginginkan sebuah bukti.
Untungnya, Jeonghan selalu sedia obat mata ditas'nya untuk berjaga-jaga.
"Nih,!", Jeonghan mengambil obat mata dari tasnya dan memberikannya ke Mingyu. Dan finally, Mingyu percaya. Membuat kedua sejoli itu bernafas lega.
"Ada apa nih,,?
Tumben jam segini sudah balik kerumah,,?", tanya Seungcheol.
"Mau diskusi sama abang.."
"Sama kakak, engga nih,,?"
"Iya, sama kak Vanya juga.."
Hening beberapa saat.
"Bang,, Kak,,
Kalo misal Alexa nutup beberapa warung PS, abang sama kakak setuju ga,,?", tanya Mingyu hati-hati.
"GAK !!!", jawab keduanya barengan.
"Kenapa harus ditutup Lex,,?", tanya abangnya.
"Abang tau kan, rumah depan SMANSE yang dulunya lahan kosong,,?", pertanyaan Mingyu diangguki abangnya.
"Itu rumah Alexa bang..ㅡ"
Seungcheol dan Jeonghan dibuat melongo. Antara percaya gak percaya.
"ㅡ Sekarang prosesnya sekitar 83%nan..
Dan rencananya, Alexa ingin buka semacam studio foto, tapi Alexa masih ragu..
Tapi, setelah Alexa fikir-fikir lagi, lebih baik Alexa buka dulu semacam percetakan.."
"Ya, abang setuju-setuju saja. Terus kenapa harus nutup warung PS, Lex,,?"
"Dana Alexa menipis bang..
Properti rumah, gak Alexa fikir dulu, yang penting alat-alat percetakannya dulu biar lengkap.."
"Kalau masalah dana, abang bisa kasih pinjam Lex.. Abang gak setuju kalo harus nutup beberapa warung PS..
Kamu tau kan, 17 warung PS yang kamu kelola itu selalu rame dan selalu menguntungkan.."
"Iya, bener kata abang kamu, Al..
Jangan ditutup, dan kakak juga akan kasih pinjam kalau kamu mau..
Dan kakak usulkan, lengkapi percetakan kamu dengan fotocopy..."
KAMU SEDANG MEMBACA
[Discontinued] Boss & Me
Fanfiction- MEANIE - GS! LOKAL!AU! _____♡_♡_____ Langsung baca aja yah, hee Di part awal ada summary'nya kog (:
![[Discontinued] Boss & Me](https://img.wattpad.com/cover/211818390-64-k435690.jpg)