Asdgflkjh [Alva_Vanya]

387 27 2
                                        

ѷ§ѷ






Diruang BK saat ini, dijam istirahat yang pertama, nampaklah Bu Endang dan Pak Alva Seungcheol yang sedang duduk setengah gusar menantikan orangtua atau wali dari Axellia Wonwoo.



Sebenarnya, Bu Endang sudah melarang Seungcheol untuk ikut andil, namun memang Seungcheol yang keras kepala bersikukuh untuk tetap andil dalam pertemuan ini.



"Permisi, boleh saya masuk,,?"



Sapaan tersebut mampu membuat keduanya mengalihkan pandangannya ke sumber suara, dan Seungcheol malah menjatuhkan rahangnya.



"Oh, ada apa ya, Bu Vanya,,?", tanya Bu Endang.

"Saya disini, selaku wali dari Axellia Wonwoo, Bu.. Saya kakak sepupunya..
Kebetulan orangtua Xellia sedang ada dinas keluar kota, jadi beliau meminta saya untuk menggantikan perannya..", jawab Jeonghan panjang lebar.

"Oh, baiklah.. Silahkan duduk, Bu..", pinta Bu Endang dan langsung dituruti oleh Jeonghan. Jeonghan duduk tak jauh dari Seungcheol, namun tetap berhadapan dengan Bu Endang.



Seungcheol menatap Jeonghan dalam diam, namun penuh dengan pertanyaan. Sungguh, dia tak menyangka kalo kekasihnya ternyata sepupu muridnya.
Tapi, apa benar kalo mereka sepupuan,,?
Kalo memang benar Wonwoo itu sepupunya, jadi secara tidak langsung, Jeonghan cemburu dengan sepupunya sendiri dong,,?
Entahlah, pemikirannya'pun membuyar disaat Jeonghan membuka suara dan menyinggung namanya.



"Sebenarnya, ada masalah apa ya, Bu,,?
Apa karena Xellia yang sering keluar dengan Pak Alva,,?
Mohon maaf, tapi setidaknya, seharusnya Bu Endang mendengarkan terlebih dahulu penjelasan dari Xellia, supaya tidak ada kesalahpahaman yang malah membuat Xellia jadi menangis..
Dan untuk Pak Alva, Pak Alva kan wali kelas dari Xellia, seharusnya bapak juga memberikan pembelaan untuk Xellia kemarin, kenapa malah diam saja,,?"



Pertanyaan panjang yang terlontar dari mulut manis Jeonghan membuat bu Endang menganga, tak beda jauh juga dengan Seungcheol. Keduanya mendadak bisu.



"Duh, Bu Vanya.. Maaf ya, sebelumnya..
Sebenarnya, saya tidak terlalu menyalahkan Axellia untuk masalah dengan Pak Alva..
Niatnya, saya menyuruh Xellia memanggil orangtuanya karena atas perintah dari Kepala Sekolah.. Beliau ingin mengucapkan terimakasih sekaligus selamat, karena Axellia sangat berprestasi.. Cocok dijadikan duta sekolah..
Mungkin penyampaian saya yang salah, sehingga membuat Axellia salahpaham dan berakhir menangis..
Saya minta maaf untuk itu.."



"Oalah. . . .
Begitu rupanya,,? Maaf ya, Bu, tadi saya sudah lancang, malah menyalahkan Bu Endang..
Baiklah, nanti akan saya sampaikan ke orangtua Xellia termasuk Xellia'nya juga..
Apa masih ada yang mau disampaikan, Bu,,?"

"Tidak ada.. Bu Vanya dan Pak Alva bisa kembali lagi kekantor..
Terimakasih.."



Seungcheol dan Jeonghan keluar berlawanan arah. Seungcheol yang menyadarinya, segera mengejar Jeonghan yang sekarang sudah hampir berada di halaman depan sekolah. Seungcheol menarik kuat pergelangan tangan Jeonghan sehingga membuatnya berbalik dan bersitatap.



"Mau kemana,,?"

"Pulang, jadi tolong,, lepaskan..!!"



Seungcheol yang dibentakpun melepaskan pegangannya, dan membiarkan Jeonghan berjalan menjauhinya. Dan lama-kelamaan, menghilang dari pandangannya.















___♡…♡___















Seungcheol memilih pulang dijam istirahat kedua. Karena sudah tak memiliki jam ajar dan sedikit merasa lelah, jadi dia memutuskan untuk beristirahat dirumah.

[Discontinued] Boss & MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang