Shadow with Benefit pt 1

123 17 2
                                        

Genre : Grey, Daily, Romance

Rate : M

Main Cast : Lee Kyung Soo, Oh Sehun (Wu Xishun), Park Chanyeol

1st POV

Typo Bertebaran
.
.
.
.

Don't forget to vote or comment
.
.
.
.

Happy Reading
.
.
.
.
...


SEHUN POV

Namaku Wu Xishun, usiaku 27 tahun, berkebangsaan China yang melarikan diri hingga ke Korea Selatan. Ditampung dan disembunyikan seorang ketua departemen keamanan, menjadikanku sebagai anak angkatnya dan memberiku nama Oh Sehun. Sebagai ucapan terimakasih aku bekerja untuknya di perusahaan penyedia jasa bodyguard miliknya.

Aku telah menjadi bodyguard yang profesional, bahkan sudah berkali-kali aku berganti tugas sejak aku bekerja dengan ayahku. Saat ini aku bekerja menjadi pengawal seorang putri taipan industri hiburan Korea, Lee Kwangsoo. Sudah hampir 3 tahun aku bekerja sebagai bodyguard, namun tak ada yang tahu bahwa aku juga seorang putra taipan China. Hanya ayah angkatku yang tahu siapa diriku sebenarnya.

"Sudah berkemas?"

"Ya"

"Ku kira kau akan pulang pergi, tapi ternyata tuan Lee meminta pengawal nya untuk mengawasi putrinya 24/7"

"Bukankah kau juga punya anak kandung sendiri, mengapa negitu mencemaskanku?"

Tuan Oh tertawa "Karena kau satu-satunya anakku yang bekerja sebagai pengawal"

"Cih"

"Ayolah Xishun, aku hanya memiliki anak perempuan, aku menyelamatkanmu dari mereka"

"Baik-baik pak tua, terimakasih"

"Ehem, apa kau akan tinggal satu unit dengan anaknya?"

"Secara teori tidak, aku akan menempati unit disamping anak itu"

"Berapa usianya?"

"19 tahun"

"Wow, masa labil"

"Begitulah, tuan Lee begitu khawatir dengan putrinya, karena dikelilingi oleh orang-orang yang seperti gengster"

"Benarkah?"

"Hmm.. aku sendiri tidak menyangka putrinya bisa berteman dengan orang-orang seperti itu"

"Mungkinkah dia sedang dekat dengan seseorang?"

"Entahlah, rumornya, seorang gengster bernama Park Chanyeol mendekatinya"

"Dia mahasiswa?"

"Aku tak tahu ayah, mungkin mahasiswa abadi"

Tawa ayahku meledak, dia mengira aku bercanda dengan kalimat yang baru saja kulontarkan.

"Kenapa tertawa?"

"Ekspresimu datarmu saat mengucapkan mahasiswa abadi terlihat konyol"

Aku mendengus, didikan dingin dari keluargaku ketika masih kecil membuatku menjadi individu yang jarang sekali tersenyum. Namun bersama keluarga tuan Oh, mereka menyambutky dengan hangat, sehingga hatiku menjadi luluh dengan cinta dari keluarganya.

JUSTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang