chapter 8 (New chapter, in our story )

1K 67 0
                                    

Sudah 1 minggu semenjak seorang min yoongi memutuskan untuk kembali bangkit demi orang orang terdekatnya.

Kini mansion Min terasa lebih hidup, Yoongi yang biasanya akan kembali kumat  kini tak ada lagi, Kini yoongi benar benar lebih hidup dan hal sekecil itu membuat taehyung dan juga jin ikut bahagia melihat perubahan positif yang dibawa oleh yoongi.

Seperti saat ini...

Yoongi memutuskan untuk keluar, sekedar merasakan udara musim semi belakang mansionnya. dengan secangkir teh hijau buatan ahjumma lee dan juga tentunya dengan ahjumma lee yang setia menemaninya.

" Bi.. kau boleh melanjutkan pekerjaan mu, aku akan memanggil jika butuh sesuatu" ujar Yoongi dengan sopan.

"Tapi tuan.."

"Bi.. kau sudah merawatku bahkan semenjak Taehyung masih didalam kandungan oemma kenapa masih memanggilku dengan sebutan tuan sih? Tak bisa kah menganggapku anakmu? "

"Ahhh baiklah, arraseo yoongi~ya panggil bibi jika kau butuh sesuatu arra?" Ujar ahjumma lee sembari mengacak rambut yoongi pelan lalu kembali memasuki mansion

"Hmm arraseo bi"

Kini yoongi benar benar sendiri, sesekali ia meraba angin, sesungguhnya ia berharap setidaknya matanya masih bisa ia gunakan, ia merindukan pohon pohon sakura yang ditanamkan mediang oemmanya.

Pohon yang akan menunjukkan daun daun berwarna merah muda jika musim semi ini datang, sangat cantik ia sungguh mau melihat hal sekecil ini lagi.

Yoongi tersenyum hambar, keputusan nya agar berangkat ke belanda sebenarnya ia tau percuma, ia tak akan kembali melihat menurutnya tapi setidaknya ia harus mencoba nya kan? Demi adiknya dan juga pamannya.

"Kenapa keluar tanpa syal?" Ujar suara yang terdengar akrab digendang telinganya.

"Udara hari ini terasa dingin hyung.. kau ini" ujar suara itu lagi, sembari melilitkan syal dileher yoongi

"Tae.."

"Hmmm aku sudah pulang hyung.." ujar taehyung

" Bagaimana tae?"

"Hah bagaimana apanya?" Ujar taehyung

"Bagaimana perusahaan min taehyung? Apa kau mengalami kesulitan? Hyung akan mencoba membantumu jika hyung bisa"

"Ahhh anniya hyung, nan gwenchanna tak ada yang terjadi, paman sudah mengurusnya dengan baik jadi aku tinggal menghandle rumah sakit saja" ujar taehyung

Min Taehyung, ia memang masih sangat muda tapi jangan pernah menganggap nya remeh, ia bahkan bisa melakukan hal hal yang seharusnya dihandle oleh orang seumuran yoongi dengan sangat mudah. Bahkan kini tempat sang kakak juga ia ikut ambil alih sementara sampai kakaknya itu siap terjun kembali

"Aku akan mengembalikan apa yang seharusnya kau pegang hyung.. aku akan menjaganya saja" ujar taehyung sembari menampilkan senyuman kotak andalannya

" Tae.. jika saatnya hyung akan kembali keposisi pemberian aboeji dan oemma, ketahui lah semua juga akan hyung berikan kepadamu.. karena keringat dan hasil jerih payah aboeji dan oemma dan juga hyung adalah milikmu"

Taehyung yang mendengar itu langsung tertunduk, ia jadi merindukan sosok kedua orang tuanya...

Didalam diri Yoongi, taehyung bisa merasakan kehadiran aboeji dan oemmanya. Sosok ayah yang tegas, dan kehangatan dari ibunya, taehyung bisa merasakan itu dari sosok yang dari tadi berdiam diri disebelahnyaa.

"Tae.. kau baik baik saja?"

"Ahh anni hyung.. nan gwenchanna"

"Ayo masuk, hyung dinginn" ujar yoongi sembari bergedik disaat sapuan angin menyapanya

HYUNG (on going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang