Jam didinding kamar taehyung sudah menunjukkan pukul 15.30, dan sang pemilik kamar pun sudah membuka matanya. Lebih tepatnya memaksa membuka matanya.
" eugh... pukul berapa ini" eluhnya
"sudah pukul tiga lewat rupanya" monolognya
Jujur badannya agak sedikit pegal karena dari tadi posisinya dipeluk sang kakak, ia juga heran kenapa disaat ia tidur Bersama hyungnya ia akan tidur diam? Sedangkan disaat dia tidur sendiri? Bisa dibilang ia akan memutar 360 derajat.
Ia pun mengambil ponsel pintarnya setelah berhasil meloloskan dirinya dari pelukan sang kakak. Dan setelah itu melakukan tugas yang diberikan seokjin beberapa jam yang lalu.
-Calling jungsoeki hyung-
"yeoboseyo.."
"Hyungiee..." pekik taehyung dengan suara yang tak begitu kencang
"ada apa tae? Tumben sekali menelfon? Sedang free?"
"apa menelfon seorang kakak harus ada alasan hum?"
"ishish bukan begitu maskud hyung tae, ck kau menyebalkan"
"hahaah aku juga bercanda hyung.. ah itu aku ingin mengundangmu kerumah. Datanglah pukul 07.00 nanti jika kau tidak ada jadwal operasi lagi, professor jung" jelas taehyung sembari menekan kata professor diujung pembicaraan nya
" Apa ada acara yang akan kau adakan hum?"
"ishhh kau hanya tinggal datang hyung.. paman akan menjelaskannya kepadamu" sungut taehyung.
"kau bisa kan? Kuharap kau bisa datang hyung, daripada paman menghabisimu ketika kau bertemu dengannya" lanjut taehyung sembari tertawa pelan
"Min Taehyung... rupa rupanya kau sudah berani mengancamku eoh?! Ck arraseo setelah operasi terakhirku pukul 04.00 nanti aku akan segera kerumahmu"
"baiklah hyung.. dahh"
"ah baiklah sisa jonnie hyung" ujarnya lega, karena tugasnya telah selesai satu. Sesekali ia pun melihat yoongi hyungnya yang masih terlelap, sesekali juga tangannya tak berhenti memperbaiki selimut yang menutup tubuh mungil sang kakak.
-Calling jonnie hyung-
Butuh beberapa menit hingga panggilan itu terangkat, wajah taehyung bahkan sudah menahan emosi.
"HYUNG!! DARI MANA SAJA SIH? SO SIBUK SEKALI KAU"maki taehyung kepada lawan bicaranya.
"eung... yoboseyo.." jawab suara diseberang sana, ciri khas orang baru bangun tidur. Taehyung yang mendengar suara kakaknya disana seperti itu langsung menahan tawanya.
" hyung.. kau tidak bertugas hari ini?"
"annia tae.. hyung sedang off ada apa? Kau menggangu waktu tidurku saja"
"opsie.. my bad hehehe"
"yayaya up to you little lion, so whats wrong?"
"jam 07.00 datanglah kerumahku, atau paman akan kembali mengancam membakar bandaramu"
"ehh.. apa apaan ini? Dia tidak akan berani lagi tae.. hahaha pamanmu itu hanya bisa mengancam jika ia kalut"
"baiklah.. aku akan datang lebih cepat, by the way ada acara apa tae?" tanya namjoon.
" datang saja.. paman yang akan menjelaskannya kepadamu"
"dan hyung.. maaf karena mengganggu waktu istirahat berhargamu"
" aku hanya bercanda tae.. kau tak mengangguku, aku akan datang tunggulah"
"baiklah hyung.. bye. See you later, ah ya kau tak lupa oleh olehku kan?"
" kau ini, hyung jauh dari kanada dan kau hanya meminta daun maple? Kau gila tae"
" aku tak gila hyung, aku hanya mengingat yoongi hyung menyukai daun negara itu.. aku tak salah kan" ujaranya sembari tertawa kecil
"adik yang baik.. baiklah bye tae.. see you soon!"
Taehyung pun kembali menyandarkan tubuhnya kekepala Kasur miliknya, ia tak tau apa yang ia rasakan, karena semua campur aduk.
Ia senang kakaknya mau menjalani perobatan disana, setelah 3 tahun lamanya ia menolak dan memilih menutup dirinya di rumah.
disatu sisi ia sedih karena ia akan berpisah dengan yoongi hyungnya, Kalau dulu mungkin tak akan jadi masalah. Dulu saja ia bisa hidup di amerika dengan santainya, Karena ia tau ia akan selalu punya tujuan pulang, tapi sekarang? Ia tak mempunyai siapa siapa selain hyungnya ya walaupun ada seokjin yang akan menemani dan memastikan taehyung tumbuh menjadi seorang pria yang bisa membagakan mendiang ayah dan ibunya.
Ia takut, ketika yoongi hyungnya pergi kehidupannya ia akan berubah Atau mungkin ia akan berubah menjadi seorang pria workaholic atau mungkin ia akan menjadi yoongi?Menciptakan penjara buatannya dan membiarkan dirinya terkurung disana.
"Tae..." lenguh sang kakak
" sudah bangun?" tanya taehyung
Tangan yoongi sudah mengudara, berusaha mencari keberadaan sang adik. Melihat hal itu taehyung pun langsung menggenggam kedua tangan kakaknya.
"aku disini hyungie.." ujarnya halus
"Tae.." panggil yoongi lagi
"ada apa hyung? Kau ingin bangun?" tanya taehyung, yang dibalas anggukan yoongi.
Dengan telaten taehyung membantu sang kakak duduk bersandar, Dan untuk beberapa saat semua hening hanya terdengar dentingan detik dari jam yang menempel didinding kamar taehyung.
"Tae..."
"Wae hyung?"
" Taetae percaya kepada hyung kan?" tanya yoongi
"Tentu saja taehyung percaya.. hyung akan sembuh dan kembali kepada taehyung" ujarnya sembari tersenyum, sambil memainkan jari jari tangan kakaknya yang dari tadi ia genggam.
"Uljimmaseyo.."
"hiks.. hiks.. taetae takut hyungie" adu taehyung sambil terisak.
"kau bilang kau percaya padaku tae, tapi sekarang kau yang takut.."
"tae tae tak ingin sendiri... tae sudah tidak punya siapa siapa. Taehyung hanya punya hyungie saat ini" jelasnya.
"lalu kau anggap apa paman jin? Soeki? Dan namjoon hmm? Mereka semua keluargamu tae.. hyung hanya pergi sebentar.. ya hanya sebentar tae, hyung janji" ujar yoongi sambil menggenggam tangan taehyung erat.
"aku hiks aku tau hyung... tapi, tapii tetap saja rasanya berbeda jika nanti aku pulang kau tak ada dirumah hikss tak ada dirumah ini"
"berjanjilah untuk kuat tae.. hyung tidak akan bisa sembuh jika hyung mengingat little lion hyung disini harus rapuh.. hyung rela tak bisa berjalan lagi, tidak dapat melihat adik hyung jika kepergiaan hyung membuat adik hyung ini rapuh serapuh rapuhnya" jelas yoongi.
Taehyung pun menghapus air matanya dengan kasar, berkata kepada dirinya sendiri didalam hatinya ia akan kuat untuk sang kakak, ia akan menjadi akar untuk sang kakak. Agar kakaknya itu dapat berdiri dengan kokoh walau diterpa angin dan hujan sebesar apapun.
"anniya.. hyungie tak harus melakukan itu, taetae janji taetae akan kuat.. taetae akan hikss taetae akan kuat, keundae.. hyung harus janji hyung akan pulang.. pulang kesini, karena taetae akan menunggu hyung seberapa lama pun waktu yang hyung perlukan"
"aaaa... little lion hyung sudah sangat besar, gomawo taehyung~ah.. hyung janji hyung akan membuatmu Bahagia, walau tanpa kehadiran aboeji dan oemma disekitar kita"
Taehyung dan yoongi hanya bisa saling tersenyum dan saling memeluk, memanfaatkan waktu yang sedang mereka lalui sebelum mereka benar benar terpisah sangat sangat jauh
Finally up hehe😅
Jangan lupa like dan voment biar semangat ngelanjutin✨🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
HYUNG (on going)
FanfictionDitinggal dalam kekayaann bukanlah sesuatu yang diingin Min yoongi Ia tak ingin kekayaan jika hal itu bisa merebut kemampuan untuk melihat dan berjalannya, bukan hanya itu ia juga harus merelakan ayah dan ibu nya pergi selamanya Menyisahkan dirinya...
