Mentari nampak menyapa kedua kakak beradik itu namun mereka masih enggan untuk membuka matanya. Ah tidak maksudku saat ini yang sudah bangun taehyung, Walau nyatanya dirinya baru tidur dua jam yang lalu tapi ntahlah nampaknyaa mentari di negara Kincir angin ini dapat langsung membuat matanya terbuka dengan sangat lebar.
Dengan tertatih sembari bertumpuh kepada dinding dinding ruangan dengan salah satu tangannya, ia memutuskan untuk pergi ke mini kitchen untuk meneguk segelas air hangat dan mencuci wajahnya.
Setelah menunggu segelas air hangat dan mencuci wajahnya ia memutuskan untuk pergi ke kursi yang berada tepat di sebelah ranjang pesakitan Sang kakak.
Iya duduk dan menopang wajahnya sembari melihat wajah Sang kakak yang masih saja menutup matanya seakan akan ia enggan untuk bangun.
" mommy I'm curious about something why you make our yoongi hyung so looks like a snow prince why he's so freaking white with his small eyes" monolog taehyung
"Dan.. aboeji kenapa wajah hyung sangat mirip dengan aboeji? Melihat hyung membuatku semakin merindukanmu.."
"Tae.. bisa kah tidak berisik?" Tiba tiba suara serak yoongi terdengar
"Mian hyung.." jawab taehyung dengan polosnya
"Selamat pagi.." lanjut taehyung
"Pagi tae.."
"Ingin sarapan apa? Tadi sekitar pukul 05.00 sebelum aku tidur jackson hyung bilang akan kemari mengantarkam makanan bersama paman, hmmm mungkin sekitar 30 menit lagi" ujar taehyung
1..
2..
3..Pletakk
Suara jitakan pelan terdengar, ya siapa lagi kalau bukan yoongi yang telah mendaratkan jitakan itu dengan mulus nan sempurna dijidat taehyung.
"Yakkk waeee...??" Tanya taehyung tak terima, oh ayolah bagaimana jika jidatnya biru? Atau ia gegar otak? Atau lebih parahnya dia bisa hilang ingatan? Aishhh yoongi hyungnya memang seperti itu.
"Kau mau Jidatku membiru atau bahkan aku bisa gegar otak hyung! Atau kau mau aku amnesia hah?"
"Min taehyung... satu citakan pelan tak akan membuat mu hilang ingatan atau bahkan meninggal, jangan Mengada-ngada!! otak mu terlalu luas untuk berfikir adikku... sekali cobalah berfikir yang logis saja kau ini kan profesor di sebuah rumah sakit ternama di Korea tetapi kenapa otak mu seperti siswa SD kelas enam saja sih!!" Ujar yoongi dengan gemasnya setelah mendengar kemungkinan yang akan terjadi menimpa adiknya itu, entahlah apa yang difikirkan taehyung hanya taehyung yang bisa mengerti
"Dan ngomong ngomong... KENAPA KAU TIDUR PUKUL 5 PAGI MIN TAEHYUNG!! APA PEKERJAAN ITU SEBANYAK ITU? HINGGA MEMBUAT ADIKKU MEMILIKI JAM TIDUR YANG BERKURANG HAH? KAN HYUNG SUDAH BILANG.." murka yoongi lagi, setelah ia baru sadar setelah mencerna kata kata sang adik
"Yoongi hyung... maaf, ini salahku.. aku tak mungkin melepas tanggung jawabku kepada sekretaris kim saja.. aku janji aku tak akan mengulanginya.. yaksohae.." ujar taehyung sembari menjulurkan jari kelingkin nya
Yoongi yang masih sedikit kesal, tetap saja ikut menjulurkan jari kelingkingnya dan mengaitkan nya ke jari kelingking taehyung
"Ngomong ngomong Kau harus mengisi perutmu sesuatu dulu hyung sebelum paman dan jackson hyung datang..." ujar taehyung lagi sembari tersenyum polos

KAMU SEDANG MEMBACA
HYUNG (on going)
FanfictionDitinggal dalam kekayaann bukanlah sesuatu yang diingin Min yoongi Ia tak ingin kekayaan jika hal itu bisa merebut kemampuan untuk melihat dan berjalannya, bukan hanya itu ia juga harus merelakan ayah dan ibu nya pergi selamanya Menyisahkan dirinya...