┊┊┊┊⋆ ✧ · ✧ ✵
┊┊┊☆ * * ⋆
┊┊★ * [Savier, Lili 'stories]
┊┊* . * ✦
┊☆ ° ✧
· ★*
{Careness}
Kalo kalian penasaran sama bagaimana sifat seorang Savier dihadapan atau didepan seseorang yang spesial buat dia,maka jawabannya cuma satu, dingin tapi manis.
Yap Savier ini memang orang yang jarang mengekspresikan perasaannya secara terang terangan,bahkan di depan si mba pacar, atau yang biasa di panggil Lili sama Savier ini.
Liliana Verasati,nama lengkap dari pemilik hati si calon dokter. Namanya seperti orangnya. Cantik,anggun,dewasa. Cocok sekali sama Savier. Tapi apadaya seorang Savier yang agak kaku ini sering dianggap menyia nyiakan kehadiran sang mba pacar. Padahal orang orang ga tau saja gimana protektif nya Savier kalo sudah ngebahas soal Liliana. Savier bakal langsung pasang ancang ancang kalo ada yang berani macem macem atau ngedeketin kesayangannya itu.
Cuma ya mungkin gak keliatan aja.
Savier ini sebenernya juga sosok pacar yang sangat pengertian,cuma dia kadang bingung gimana cara nyampein nya. Beruntung Lili orangnya paham betul sama sikap sikap nya Savier. Tapi tetap saja Savier ini orangnya susah di tebak mau selama apapun kalian kenal sama Savier.
Karena buktinya Lili yang dari kecil temenan sama Savier pun masih sering ga paham.
Contohnya kaya waktu itu dimana hujan lagi deras deras nya turun berbarengan sama jam bubarannya Liliana. mau gak mau Lili mesti nunggu hujan nya reda,karena dia harus jalan kaki untuk sampai ke halte bus tempat nya biasa nunggu angkutan umum. Entah ada angin apa,tiba tiba Savier dengan santainya nelpon Lili yang lagi bingung mikirin gimana caranya dia bisa pulang tanpa basah basahan.
"Li.." seru Savier di sebrang sambungan,suaranya masih sama seperti biasa,dalam dan hangat kalo kata Lili.
"Iya Sa,ada apa?" tumben banget pikir Lili,biasanya aku yang telepon duluan.
"kamu masih di kampus?" tanya Savier lagi.
"Iya masih Sa,baru aja bubar" diam sejenak.
"Hujan" Lili bingung sama kalimat atau lebih tepatnya kata yang dilontarkan Savier, pasalnya kata 'hujan' nya itu lebih mengarah ke pernyataan dari pada pertanyaan.
"eung iya nih,tapi aku bawa payung sih Sa" jadilah Lili jawab begitu.
"Masih banyak teman teman kamu?"
"Iya Sa masih,lagi pada nunggu hujan reda juga" jawab Lili sambil liat sekitarnya yang masih lumayan ramai
"Yasudah,saya jemput kamu"
eh,jemput? Lili kaget, bukan karena Savier ga pernah antar jemput Lili, tapi masalahnya hari ini Savier lagi ga ada mata kuliah, yang artinya dia pasti sekarang ada di kos kosan nya yang beda arah sama rumah Lili, jadi mau gak mau Savier harus rela bolak balik dengan jarak yang menurutnya lumayan jauh.
"Loh gausah Sa,aku kan bisa naik angkutan umum kaya biasa"
Lili ini memang ga pernah nuntut Savier untuk siap sedia jemput dia setiap pulang kampus,kalo memang Savier lagi ada mata kuliah dengan jam yang sama atau hampir sama,baru Lili pulang bareng Savier. Karena dia gak mau Savier repot repot mesti bolak balik dari kos kosan nya ke kampus cuma buat jemput Lili. Ya walaupun Savier gak keberatan juga.
"Jangan,nanti kamu sakit" sergah Savier setelahnya. Dalem hati Lili berbunga bunga juga denger pacarnya ini jadi sweet kaya sekarang. Tapi tetap jiwa gak mau ngerepotin Lili terlalu besar.
"Engga ko Sa"
Jawab Lili meyakinkan.
"Saya khawatir" jeda sebentar
"tunggu disana, jangan kemana mana,"
"saya berangkat"
kalo sudah begini Lili cuma bisa ngikutin kata Savier, lagipula gak ada salahnya juga kan.
"Makasih ya Sa,kamu jadi repot gini"
Kata Lili beberapa menit setelah mobil yang dikendarai Savier jalan keluar gerbang kampus.
Savier cuma bisa menghela nafas. Pacarnya ini memang orangnya terlalu gak enakan, padahal dia ini sebenernya ikhlas lahir batin ngejemput Lili.
Bukan karena paksaan apalagi pencitraan.
"Saya kan sudah bilang sama kamu, kalo mau pulang bisa kabarin saya." Kata Savier
"Saya juga kan sudah berapa kali bilang, saya gak mau kamu kenapa napa"
"Saya sayang sama kamu,Lili"
Lili cuma bisa diem sambil merhatiin Savier yang masih fokus ke jalanan macet kota Jakarta di depannya itu, bener memang yang dibilang Savier.
Jadi Lili cuma bisa senyum,dan megang tangan kiri Savier yang sekarang ada di kepala Lili,sehabis ngacakin rambut Lili pelan.
"Hehe,iya Sa,sama aku juga sayang sama kamu,banget,"
"makasih ya Sa"
KAMU SEDANG MEMBACA
ATEE(S) [discontinued]
Fanfictionlocal vibes of ATEEZ WARNING! ⚠️ Cerita ini mengandung kerusuhan :) "Berdelapan kita rusuh, bersatu kita bukan Mario Teguh" Cuma cerita biasa tentang kehidupan Hosena, Savier, Yunandra, Yovano, Santara, Miko, Wiraya, Jonathan. 8 anak kampus yang ga...
![ATEE(S) [discontinued]](https://img.wattpad.com/cover/217184761-64-k884276.jpg)