18. Yunan's Story

148 16 0
                                        


┊┊┊┊⋆ ✧    ·   ✧ ✵
┊┊┊☆ *   * ⋆
┊┊★ *                        [Yunan, Irena'stories]
┊┊* . * ✦
┊☆ ° ✧ 
· ★*

{Books,and little things}


Bukan hal yang asing lagi bahwa seorang Yunandra Herdino adalah penyuka buku, bukan pecinta, karena Yunan gak semaniak itu terhadap buku.
Yunan cuma suka aja karena di buku buku itu banyak kata kata yang bagus, bahkan kadang sampe ga kepikiran.

Jadi disinilah Yunan sekarang, berdiri di rak  buku ketiga dari belakang, deretan buku dengan tema sajak dan puisi. Disampingnya berdiri juga seorang perempuan yang gak begitu tinggi, pas lah untuk bisa dirangkul kalo kata Yunan.
Namanya Irena Aquilla, si perempuan yang berhasil mendapatkan hati sosok energizer di kosan ATZ.
Perempuan yang cantik,tentu. manis,dan punya aura yang selalu terlihat ceria dan juga hangat ini juga salah satu mahasiswi desain interior di kampus yang sama dengan Yunan dan kawan kawan.

Sebenernya niatan mereka dateng ke toko buku ini untuk nyari buku desain yang dari lusa pengen irena beli, cuma karena irena lupa dimana letak rak buku nya, jadilah mereka nyasar ke rak buku sajak dan puisi. Jelas,Yunan betah disini.
Tapi karena ingat sama tujuan awal, Irena mutusin untuk nyari rak buku yang dia mau, yang ternyata letaknya ada di samping rak buku tempat Yunan lagi sibuk membolak balik buku yang dia pegang sekarang.

"hmm,a b c d. Oh itu dia bukunya" Irena seneng karena akhirnya dia berhasil nemuin buku yang dia cari, tapi sialnya buku itu ada di rak paling atas yang otomatis tangannya gak akan sampe untuk ngambil buku nya.

"Yunaann.." tanpa pikir panjang Irena panggil Yunan yang notabenenya memang tinggi itu dan sudah dipastikan dia bakal bisa ambil buku nya.
Yunan yang lagi sibuk baca buku puisi pun langsung jalan kearah irena yang sekarang lagi lompat lompat kecil buat nyoba ngambil buku.
Yunan ketawa kecil ngeliat kesayangannya itu kayak anak kecil yang mau ambil balon yang kesangkut di pohon. Duh gemes banget sih ren, monolog yunan dalam hati.

"Nih kalo mau bukunya kasih hadiah aku dulu dong"
Iseng yunan sambil nunjuk pipinya sendiri, masih sambil pegang dua buku di tangan kanannya yang lagi di angkat keatas supaya irena gak sampai, satu buku puisi dan satunya buku desain yang dari tadi berusaha irena ambil.

"Nann.." irena pasang muka bete. Kesel karena bisa bisanya si Yunan bercanda begitu,padahal mereka ini lagi di toko buku. Sebenernya dia sedikit salah tingkah juga sih. Cuma hey,itu urusan nanti.

"Hehe, iya iya nih aku kasih, mba Irena si tuan putriii, galak banget sih,kan aku jadi makin sayang"

"Ih apadeh nan, cringe tau ga" Jawab irena dengan nada juteknya, dan habis itu gak lupa hadiah cubitan pelan di perut yunan diiringi sama senyuman nya yang bikin Yunan gemes banget.

"Ren..."
Panggil yunan yang cuma dibales deheman pelan dari Irena karena masih fokus ke buku di tangannya itu.

"Irena Aquilla.."

Sadar nama lengkapnya di panggil, yang artinya yunan ini butuh Irena untuk perhatiin si lawan bicara. Irena nengok sambil tutup buku ditangannya.

"Iya iya kenapa hm?"

"Tadi aku nemu kata kata bagus buat kamu, kamu mau denger gak?" Jawab Yunan, lalu nyengir sambil nunjukin deretan gigi giginya itu. Irena ngangguk sambil liatin yunan.

"it was you, it was me, it was the silence,

suara manis Yunan mulai ngisi kesunyian di toko buku, berpadu sama suara alunan lagu perfect nya ed sheeran yang entah lagi di puter dimana. Mata Yunan masih fokus ke buku yang dia pegang, gak lupa nampilin senyum nya yang manis itu.

"underneath the stars that understood my heartbeat and its racing,"

"you told me every good things,and i believed you,"

"in that moment i found life. In that moment, i found you"

Yunan senyum sambil natap muka Irena, yang ditatap cuma bisa diem nikmatin suara manis seorang Yunan

"Em, jadi gimana ren kamu suka atau engga?"

Irena diem sebentar, sebenernya dia mau langsung jawab pertanyaan yunan, cuma otaknya lagi kepikiran ide untuk ngisengin Yunan balik.

"Eh nan, udah sore. Pulang,yuk?" Tanya irena sambil benerin tali tas slempangnya dan ngelangkah pergi dari Yunan.

Yunan cuma bisa bengong liat reaksi nya Irena. apa iya gue salah ngomong? atau kata katanya gak pas? batin Yunan.
Belum sempet yunan sadar dari lamunannya, Irena jalan balik kearah Yunan sambil senyum manis. Begitu yunan tepat didepannya, Irena jinjit dan cium pipi Yunan sekilas, oh iya ga lupa tengok kanan kiri dulu, bukan karena mau nyebrang, cuma karena ya malu aja di tempat umum.
Gak enak juga kan kalo tiba tiba ada yang liat, pikir Irena.
Untungnya toko buku nya lagi ga begitu ramai pengunjung.

"Iya, aku suka kok" jawab irena yang sekarang pipinya gak jauh beda sama buah tomat. Ya siapa yang gak luluh kalo dibacain kata kata yang manis banget, apalagi yang bacain orang spesial,
se- spesial Yunan Herdino misalnya.

ATEE(S) [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang