Kebangkitan 2

861 21 10
                                        


Hanya beberapa ratus meter dari gedung tua tersebut, berdiri bangunan sekolah. Gendruwo yang masih menghuni tubuh wanita telanjang tadi berjalan setengah merangkak diantara kelamnya malam, sambil sesekali ,menggeram. Ia terhenti tepat dibelakang sekolah, berjongkok dihadapan seekor katak, ia renggut katak itu dan secara menjijikan langsung digigitnya, wanita itu seperti tengah mengunyah kudapan lezat. Tiba-tiba si wanita tercenung, dilepasnya katak yang sudah tinggal sebagian, hidungnya mengendus-endus, mahluk itu bergerak kearah sekolahan, menempelkan tubuh bagian depannya ke tembok gedung, masih mengendus-endus.

"Lezaaat..." kini tubuhnya berbalik sehingga giliran punggungnya lah yang menempel didinding. Perutnya tiba-tiba membesar, gumpalan dari perut itu perlahan naik, melewati dada dan lehernya, sampai akhirnya mulut wanita menganga sangat lebar, gendruwo keluar dari dalam mulut wanita telanjang itu.

Bu Gina adalah guru seni di SMA Edelweis, usianya masih sangat muda. Selain muda bu Gina juga dikaruniai wajah cantik, berkat olah tubuh yang rutin, dia memiliki tubuh yang padat kencang nan montok, dan sangat kentara ketika ia meliuk-liuk dikala memperagakan tarian kesenian. Tanpa dia sadari, hantu genderuwo yang baru saja keluar dari tubuh gadis muda tadi terpikat dengan tubuh bu Gina dan sedari tadi terus mengintainya.

***

Bu Gina tercekat kala menyadari bayangan hitam yang melintas dengan cepat dipojok pelupuk matanya, ia melepas kacamatanya, kemudian mengucek matanya "mungkin hanya halusinasi, aku kecapekan" batin bu Gina pendek pada dirinya sendiri, sambil membasuh mukanya di wastafel, lalu mengeringkan kedua tangannya dengan 4 lembar tisu gulung yang terletak di samping kanan wastafel, dan kemudian agak terkejut melihat bayangannya yang ada di dalam cermin adalah sosok laki-laki dengan sklera mata berwarna hitam.

"ka ... ka ... ka ... mu ... siapa ?". Tanya bu Gina sedikit takut pada sosok dengan mata hitam yang muncul dalam cermin, sambil menempelkan telapak tangan kanannya pada cermin secara pelan-pelan untuk membuktikan bahwa sesosok tersebut bukanlah bayangan dirinya, seketika wajahnya berubah menyeramkan dengan bulu hitam lebat memenuhi wajahnya sambil keluar dari cermin dengan merangkak secara perlahan menghampiri dirinya sehingga membuat bu Gina jatuh terjerembab. Gendruwo yang kini berada tepat di depan wajahnya

"whaaaaaaaaa" teriaknya di depan wajah bu Gina. Ia tak bisa berteriak sebab dibekap mulutnya, sementara tangan Bu Gina merentang karena ditahan pula oleh mahluk tersebut, tubuh Bu Gina meronta tatkala mahluk tersebut mulai merenggut paksa kancing kemejanya. Bulatan daging kencang Bu Gina yang masih tertutup bra pun terlihat, mahluk itupun menggosok-gosok wajahnya yang berbulu kearah sana, terus menggosok, hingga kemudian perlahan, terlihat seperti membenam kedalam kulit Bu Gina yang putih mulus.

Mulut Bu Gina menganga, ia seperti kehilangan nafas, matanya sempat melirik ke arah wajah gendruwo yang mulai menerobos masuk kedalam kulit dada dan perutnya, badannya mendadak kaku mengejang,matanya melotot, bulatan hitam matanya secara aneh mulai bergerak ke kanan dan kiri berseberangan, menyisakan hanya warna putih dimatanya. Gendruwo tersebut akhirnya lenyap masuk ke dalam tubuh guru seksi yang saat ini masih telentang dilantai toilet.

"Grrrr". Geram bu Gina pelan, sambil beranjak bangun dari tempatnya, lalu dengan langkah aneh menuju wastafel, tersenyum menyeringai pada cermin yang terletak di depannya, ia membuka menanggalkan blazer hitamnya, diikuti kemejanya secara perlahan,kemudian membuka rok pendeknya,diteruskan dengan melepaskan pakaian dalamnya, bu Gina tersenyum menyeringai melihat tubuh polosnya dari cermin, ia menggenggam bulatan dada kirinya sambil masih menyeringai menyeramkan, dan kemudian membuat payudaranya tumbuh sedikit lebih besar secara perlahan.

"aku lapar..". Kata iblis yang berada didalam diri bu Gina, sambil melihat dirinya di depan cermin dalam keadaan polos dengan ekspresi wajah menunjukkan kengerian.

Setan Gedung KosongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang