10

5K 268 15
                                        


Satu minggu setelah kejadian itu, Luna tidak pernah menemui Hana.buķan karena ia tidak merindukannya hanya saja ia sedang berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya kembali bagaimana mungkin semudah itu ia menyerah
Sedangkan hatinya sedang bergemuruh menginginkan sebuah pertemuan dengan belahan jiwa

Sepulang dari Restorannya,ia memutuskan untuk pergi menemui Hana dirumahnya.jam menunjukan tepat pukul 08.00.
Ia melajukan mobil nya .kondisi jalan saat itu tidak begitu ramai mengingat cuaca yang sepertinya sudah mendung.selang setengah jam kini mobilnya sudah terparkir tepat di pekarangan rumah Hana.

" Tok tok tok .assalamualaikum " setelah beberapa menit menunggu,tidak ada yang membuka pintu .saat Luna medorong pintunya ternyata tidak terkunci .dengan ragu ia pelan pelan masuk mencari keberadaan Hana
Setelah mengecek ruang tamu dapur ternyata ia tidak menemukan sosok yang di carinya.
Akhirnya ia bergegas menaiki tangga menuju kamar nya ,wajar saja ia tahu letak kamar nya bukankah beberapa waktu lalu ia pernah menginap disini

Saat kaki nya hendak melangkah ke depan kamar nya ,tiba-tiba ia diam membeku mendengar suara lantunan al-quran yang di bacakan Hana begitu merdu dan indah nya membuat Luna seketika merasa kagum tidak hentinya.kini ia tengah duduk di lantai bersandar di luar tembok kamar Hana mendengarkan pujaannya mengaji sampai selang beberapa menit ia menunggu,kini orang yang ia rindukan selama seminggu ini tepat berada di hadapannya.

"A asalamuallaikum " ucap Luna berdiri seketika

"Wa walaikum sallam,masyaallah Luna sejak kapan kamu disini" tanya Hana heran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wa walaikum sallam,masyaallah Luna sejak kapan kamu disini" tanya Hana heran

" maaf aku tadi udah mengetuk pintu ,aku tunggu ternyata tidak ada orang,karena pintunya tidak dikunci akhirnya aku masuk,pas aku sampe depan kamar aku mendengar lantuntan ayat suci al-quran dari seorang bidadari. .maaf kalo aku sudah lancang dan tidak sopan" ucap Luna menjelaskan

" mmm yasudah tidak apa-apa lain kali kan bisa telpon kalo mau kesini" ucap Hana.entah kenapa sepertinya ia sudah melupakan kejadian di restoran waktu itu

" bahkan aku ga punya nomor hp kamu" kata Luna

" spertinya ada orang yang pernah bilang gini ke aku * apa si yang dia ga tau tentang aku"mendengar itu Luna berfikir sejenak dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal

" oh iya apa kamu udah makan" tanya Hana

" belum" jawab Luna singkat sambil tersenyum

" yasudah kalo gitu kebetulan aku mau masak ,kamu mau kan makan malam bersama " ajak Hana

" apapun itu asalkan judulnya bersama sama kamu aku mau " goda Luna

" sudah jangan kebiasaan merayuku seperti itu"

" itu bukan merayu,hanya mengungkapkan keinginan hati" lagi lagi Hana hanya menggelengkan kepalanya.

Di dapur

" ada yang bisa aku bantu nona" ucap luna sambil memperhatikan Hana yang sedang sibuk memasak"

"Sebentar lagi matang ko ,kamu tunggu saja di meja makan atau diruang tamu" jawab Hana

" berapa lama aku harus menunggu ,rasanya aku tidak sabar untuk membawanya ke pelaminan" ucap luna asal sedangkan matanya masih pokus menatap intens Hana yang masih sibuk memasak .lagi lagi Hana hanya menggelengkan kepala

"Calon istri idaman" ceplos Luna saat Hana sudah selesai menata masakannya di meja makan

" sudah ,ayo makan,jangan lupa berdoa"

**

"
Setelah keduanya telah selesai makan

"Han, apa aku begitu menyeramkanam ,sampai kamu terus menerus membuang tatapan"tanya Luna yang keduanya sedang duduk diruang tamu
"Apa ada yang salah dariku" tanya luna lagi

" sepertinya begitu" jawab Hana sambil matanya masih terpokus menatap layar tv

" emmm apa aku kurang cantik ,
Tapi banyakk oŕang suka memandangku" ucap Luna percaya diri

"Aku tidak suka kamu berpakaian seperti ini ,aku tidak mau tubuh kamu menjadi tontonan gratis oleh banyak orang diluaran sana .karena hanya aku yang boleh me" seketika Hana tidak melanjutkan perkataannya dan menutup mulutnya.sementara Luna masih pokus menatap Hana .membuat Wajah Hana semakin memerah
" jangan menatapku seperti itu" ucap Hana Malu
Tanpa sadar keduanya sudah duduk saling berhadapan.

" apa tadi kalimat termanis yang pernah aku dengar,sayang sekali kalimatnya terpotong.. Hana listen to me , jangan mengelak segala sesuatu jika semesta sudah mempertemukan kita,lantas bagaimana kita bisa menolak bahagia"

Beberapa detik suasana menjadi hening

"Kalo gitu aku pulang dulu ya ,ini udah malem,kamu istirahat" pamit luna saat ia hendak melangkah ,hana seketika memeluk Luna dari belakang
" aku tidak mengerti perasaan ini, tapi saat aku bersamamu,bahagia itu tercipta dengan sendirinya .seperti mata air sejuk yang muncul saat kegersangan menyelimuti"ucap Hana pelan
seketika luna membalikan tubuhnya menghadap hana

"Kamu tau Hana,kejujuran paling murni itu terletak disini" ucap Luna sementara tangan nya tepat berada di dada Hana( dada ya readers jangan mesum wkwkkw)
" jalani seperti air mengalir ,ikuti kata hatimu ,karena pada hakikatnya bahagia tecipta bukan dari obsesi melainkan isi hati" ucap Luna sambil tersenyum.
"Kalo gitu aku pulang ya" tiba- tiba hana melepaskan kerudungnya dan melilitkannya seperti syal di leher Luna.

" ini sudah malam diluar sangat dingin ,"kata Hana

"Emm okey " seketika Luna mengecup bibir Hana singkat.sementara Hana hanya diam tidak berkutik

"Assalamualaikum bidadari"

" wa walaikum salam,













She is My Happiness (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang