Apa kau pernah menginginkan sesuatu hingga membuatmu tidak dapat berfikir dengan baik? Bahkan kau menjadi bodoh dan bermain-main dengan dunia mu hanya untuk mendapatkan hal itu. Setidaknya begitulah yang ku rasakan. Aku menginginkanya, menipu dan menyelinap masuk dalam kehidupanya.
Hal yang paling konyol yang pernah kulakukan selama ini.
Jahat? Oh.. kalian tidak dapat mengatakan jika apa yang kuperbuat itu adalah hal yang jahat. Karena bagaimanapun juga aku diciptakan untuk dapat melakukan hal yang ku mau dengan seenaknya. Jadi bukan hal yang salah tentunya jika aku melakukan berbagai cara dalam mendapatkan apa yang ku mau, toh tidak ada satupun orang yang menginginkanya didunia brengsek itu. Maka jangan salahkan aku jika aku mengurungnya dalam dunia miliku sendiri.
.
.
.
.
.
"Apa yang kau fikirkan Chan? Kenapa kau diam dan melamun? Apa kau masih marah?" Mark memeluk lelaki manis yang sedang duduk di atas kursi. Mark tahu apa yang sedang Haechan fikirkan saat ini, dan itu sanggup membuat Mark tersenyum.
"Apa kau sudah merasa puas dengan permainanmu, huh? Ck! Kali ini kau bermain cukup lama Mark!"
"Maafkan aku, ya? Aku terbawa suasana disaat harus memerankan Charles, dan membuatmu cemburu dengan dirimu sendiri adalah hal yang menyenangkan."
Permainan?
Tentu saja, itu adalah hal yang paling mudah Mark lakukan dan Haechan... adalah salah satu peran utama dalam setiap permainannya atau lebih tepatnya permainan mereka.
"Tapi permainan mu kali ini sungguh membingungkan Mark! Aku sampai merasa sakit jika melihat kau membayangkan Peter." Haechan mempoutkan bibirnya. Manis.
"Apa kau ingin bermain yang lain? Kita bisa memainkan peran apapun yang kau inginkan." Mark terkekeh dan semakin memeluk Haechan erat.
"Apa kali ini boleh aku yang menentukan? Tapi rasanya tidak menyenangkan saat kau membawaku masuk kedalam permainan itu, seketika aku lupa mana yang asli dan nyata. Bahkan aku tidak bisa keluar hingga kau yang menghentikanya." Haechan protes begitu banyak.
Ya, karena Mark yang membuat semua permainan itu maka hanya Marklah yang bisa mengakhiri semuanya.
"Kau tidak perlu takut, Chan. Bagaimanapun keadaan dan peran yang kita mainkan.. kau akan selalu menjadi pemeran utama."
"Hm... " Haechan berbalik dan membalas pelukan Mark. Rasanya terkadang masih sulit dipercaya jika sosok yang berada dalam pelukannya saat ini selamanya akan berada disisinya.
"Sudah lama ya.. tanpa terasa sudah 12 tahun.. sejak saat itu." Mark bisa mendengar dengan jelas hembusan nafas berat dari Haechan.
"Aku senang saat itu kau menepati janjimu dan menjemputku. Karena aku sangat takut saat terakhir melihat semua menjadi gelap, aku takut kau akan marah karena aku tidak menepati janjiku."
Tidak mungkin Mark tidak menepati janjinya. Karena bahkan saat melihat Haechan detik itu, seperti sekali lagi Mark melihat kegelapan. Ingin berteriak namun lebih ingin marah dan menghancurkan semuanya. Menghancurkan siapapun yang sudah menyakiti Haechan dulu.
Hingga pada akhirnya, mengurung Haechan bersamanya sudah menjadi pilihan Mark sejak pertama kali mereka bertemu. Kematian dan kesendirian Mark, kesedihan dan juga kekecewaan Haechan akan mereka rangkai bersama menjadi kebahagian walau penuh dengan tipu daya. Ya, menipu Haechan adalah hal yang akan selalu Mark lakukan dan tertipu olehnya akan menjadi satu-satunya hal yang Haechan nikmati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Room
RomanceAku tidak mengenalmu, kau yang tersembunyi didalam ruangan itu. Kau yang terkurung dalam kesepian namu selalu memberikan ku keajaiban. Aku tidak mengenalmu! Kau dengan bola mata akan sarat kerinduan untuk ku. Ya, aku tidak mengenalmu namun kerap kal...
