Bagian 4

197 2 0
                                    

Tanpa Curiga

Angga memeluk dan mencium Tanisha yang sedang tertidur di pangkuannya. Hari ini Tanisha kecilku genap 4 Tahun. Boneka barbie lengkap dengan rumah-rumahannya terjejer rapi hadiah dari Angga untuk anak semata wayangnya ini.

Seperti biasa Angga akan ke Jakarta tiap 2 minggu sekali untuk melaporkan kondisi di cabang kepada Atasannya. Dan kali ini dia harus pergi bertepatan dengan hari ulang tahun Tanisha.

Sambil memandangi wajahnya, aku teringat kertas Boarding Pass yang ditemui bibi di kantong kemejanya dua hari yang lalu, tujuan Semarang. Padahal selama ini Angga tidak pernah berpamitan untuk bekerja ke Semarang.

"Mungkin saja boarding pass saat kami berpergian ke Semarang waktu itu" pikirku, karena aku tidak memperhatikan tanggal yang tertera, langsung ku buang begitu saja.

Apalah arti secarik kertas itu. Bagiku yang terpenting adalah Angga selalu pulang tepat waktu, uang belanja tidak pernah terlewat, dan bagian yang paling membuatku terkesan padanya, Ia tak pernah memaksaku untuk melakukan sex kalau aku sedang tidang mood. Dia selalu pengertian semenjak kami berpacaran. Dan Wina adalah malaikat cinta yang menyatukan kami berdua.

Tahun ini ada perasaan yang berbeda tiba-tiba saja muncul di benakku. Entah mengapa, melihat sosial media kawan kawan lama, ingin rasanya seperti dulu, berkumpul, berkeliling Indonesia, bercerita, saling jatuh cinta, ah..semuanya menjadi sangat aku rindui. Ingin rasanya kembali ke masa itu. Terlebih, wajah Rian sering secara tiba-tiba terlintas di kepalaku.

"Bunda" suara Tanisha, membuyarkan hayalanku.

"Iya, sayang" jawabku sambil meraihnya.

Tanisha kecilku sangatlah lucu, ku gendong dia ke kamar dan ku tidurkan.

*2 minggu kemudian

Aku yang sedang asyik melihat story instagram, tiba-tiba terkejut dengan telepon dari Angga, penerbangannya hari ini ke Balikpapan dibatalkan karena ada pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Suaranya terdengar lelah sekali dari ujung telepon. Aku pun mengiyakan pertanda 'tak apa' dariku.

Aku tiba-tiba saja tersadar wajahnya dalam beberapa hari ini nampak seperti lesu dan kurang bergairah. Dan aku pun merasa, sejak menikah denganya di awal Tahun 2015 aku jarang memberikan perhatian lebih padanya, bahkan aku tidak pernah memberikan kejutan ulang tahun padanya seperti yang ia lakukan padaku tiap tahun. Mungkin saja kini Angga mulai bosan padaku, atau dia rindu pada Ayah dan Ibunya.

"Ah, tidak mungkin, kami baru aja dari Semarang" hatiku bertanya-tanya.

2 hari kemudian, Angga pulang. Dia langsung mandi dan tanpa banyak bicara Ia langsung mencium, memeluk dan melucuti satu persatu bajuku. Aku terkejut karena sikapnya yang tiba-tiba. Tidak biasa, seorang Angga yang lemah lembut nan romantis menjadi agak agresif hari ini. Dia begitu menikmati cumbuannya kepadaku. Namun aku hanya mengikuti keinginannya tanpa dapat menikmati. Bagiku rasanya sudah tak seperti dulu, hambar.

Keesokan harinya...

Aku terkejut, ketika terbangun, Angga sedang memandangi wajahku sambil tersenyum. Dia menghelai rambutku yang sudah tak berponi seperti kami baru pertama kenal dulu.

"Maaf kalau selama ini kamu enggak pernah liburan ke luar kota, kamu pasti bosan dirumah terus" suaranya lembut berkata padaku

Kenapa tiba-tiba Angga seakan bisa membaca pikiranku. Aku tak bisa menyembunyikan wajah bingungku.

"Terus" balasku seadanya

"Kita liburan ke bali, mau?"

Waw, sungguh sebuah tawaran yang sejak lama aku harapkan.

"Kamu serius, mau ngajak aku ke Bali?" Tanyaku lagi untuk memastikan

"Iya dong sayang"

"Kapan?"

"Minggu depan"

Aku pun langsung menjatuhkan badanku ke pelukan Angga dan mencium pipi, hidung, dan bibirnya.

"Emm, udah sayang, bau tahu, belum mandi" candanya sambil mencubit hidungku.

Aku pun langsung beranjak dari kasur dan bergegas mandi, hari ini sampai waktu perjalanan ke Bali, aku akan lebih semangat menjalani hari-hariku, tak sabar ke hari itu segera.

Selesai mandi tiba-tiba saja ada notif whatsapp dari Wina. Ada apa, sepagi ini mengirimi aku pesan.

The WeddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang