Happy Reading
____
Hari ini sedang jam kosong. Aku mendengar kabar dari Nara yang mengatakan bahwa Guru-guru sedang rapat. Beberapa kursi terlihat kosong, hanya ada segerombolan yang siswi,yang berjarak beberapa bangku dari tempat dudukku. Entah sedang membicarakan tentang apa, aku terlalu malas untuk berkumpul dengan mereka.
Aku mengeluarkan Novel dari dalam tas ranselku, saat-saat seperti ini memang sangat cocok untuk membaca Novel, sukses membuatku lupa waktu karna terlalu asik dengan cerita yang di sugukan.
Samar-samar aku mendengar percakapan mereka.
"Bentar lagi gue jadi selegram nih."
"Iya followers lo kan udah 50." Salah satu dari mereka ikut menimpali.
"Ihh udah 55 kali."
Aku terkekeh mendengar percakapan mereka. Ada-ada saja.
"Lagi baca apa?" Tanya seseorang sambil mendekatkan kepalanya ke Novel yang aku baca.
Kaget? Tentu saja aku sedang asik dengan dunia ku sendiri tiba ada yang bertanya tanpa kutahu sejak kapan dia berdiri di sampingku.
"Lo ngapain sih, bikin kaget aja."
"Lah gak liat, gue kan lagi merhatiin lo," ucap Dian ,lalu duduk di bangku Nara yang berada tepat disebelahku.
"Pergi sana ganggu aja."
"Lah yang gangguin lo siapa?"
Aku mendengus mendengar pertanyaan Dian. Terlalu malas untuk berdebat, aku berdiri dari bangkuku, berjalan ke arah pintu membawa novel yang kubaca tadi."Mau kemana? Kok nyuekin dedek yang ganteng ini," Tanya Dian kepadaku.
Akhir-akhir ini aku suka bingung dengan perubahan sikap Dian, meski tingkat kepedeannya tidak berkurang, apa cuman perasaanku saja? Aku mengangkat bahu ku acuh, melanjutkan langkahku tanpa menjawab pertanyaan dari Dian.
Aku menyusuri korider kelas
Sepuluh. Cukup sepi, mungkin penghuninya sedang berada di kantin.Aku melihat ke area lapangan basket. Beberapa siswa sedang bermain basket, tumben Dian tidak ikut bermain, malah berada di kelas. Biasanya dia tak akan melewatkan kesempatan ini untuk bermain basket bersama teman-temannya.
Aku memasuki perpustakaan yang cukup sepi. Perpustakaan merupakan tempat yang cocok untuk membaca tanpa di ganggu oleh siapapun.
Kududukkan bokongku di salah satu kursi yang berada tepat di dekat jendela.
Dari ujung mataku, aku melihat seseorang duduk dikursi yang berada di depanku. Aku tak peduli itu siapa, kembali sibuk dengan buku yang kubaca.
"Lo Queensha dari kelas Sepuluh 1 kan?
Aku beralih menatap kearah seseorang yang bertanya kepadaku. Aku mengerutkan keningku bingung, bertanya-tanya siapa pula orang ini?.
"Gak kenal sama gue?" Tanyanya padaku.
Aku menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaanya, tanda bahwa aku tak mengenalnya.
Dia terkekeh, "Serius gak kenal sama gue?" Tanyanya lagi kepadaku.
"Enggak," Jawab ku singkat, lalu kembali melanjutkan bacaanku yang sempat tertunda tanpa memperdulikan orang yang sedang berbicara didepanku. Bukan bermaksud tidak sopan, aku hanya agak risih diperhatikan oleh orang lain, apalagi lawan jenis.
"Kita satu sekolah loh, dan lo gak kenal gue?"
Aku semakin bingung, memangnya aku harus tahu semua nama siswa yang ada di sekolah ini?

KAMU SEDANG MEMBACA
Delusi
Teen FictionAku Kyra Queensha, Hanya cewek biasa yang mempunyai sejuta impian. Aku adalah salah satu perwujudan dari fangirl yang menggilai Oppa Korea. Kata orang nama itu bertolak belakang dengan kepribadianku. Tak masalah aku menyukainya. Ketika membaca kisa...