Waktu terus berjalan, hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun, aku sadar rasa ini tidak akan hilang untukmu sayang - jungkook
Aku menunggu, mengingat satu tangkai bunga putih yang kamu berikan padaku masih aku simpan dengan baik, kapan kamu...
Saat ini Seokjin sedang berada di ruang kerjanya menunggu kabar dari anak buahnya.
TOK TOK
"Masuk." Ucap Seokjin sambil meminum secangkir kopi hitam pekat.
"Tuan mereka semua sudah sampai." Ucap Pak Kim.
"Hmm bagus, bawa mereka kesini." Perintah Seokjin dengan seringaian tajamnya.
"Baik tuan, saya permisi." Kata Pak Kim yang kemudian berjalan keluar dari ruangan Seokjin.
"Mereka semua harus tau akibatnya." Gumam Seokjin sambil mengelus bingkai foto almarhum jisoo.
Jimin pov
Pagi ini gua masih setia ngejaga Jennie di rumah sakit, dan karna insiden Lisa teriak tangan Jennie yang tiba tiba bergerak membuat gua seneng gak ketulungan. Akhirnya ada harapan Jennie bisa siuman.
Dasi Run Run Run nan meomchul suga eobseo (nada dering ponsel taehyung)
"Tae ponsel lu bunyi tuh." Ucapku yang melirik ponsel Taehyung.
"Gua angkat dulu ya hyung." Balas Taehyung yang langsung mengambil ponselnya.
"Halo." Ucap Taehyung.
"Halo Taehyung-ah, ini saya Pak Kim." Kata Pak Kim.
"Iya kenapa Pak Kim?" Tanya Taehyung.
"Tuan Seokjin.." Ucap Pak Kim yang ragu untuk menceritakannya.
"Kenapa dengan appa?" Tanya Taehyung semakin penasaran.
Gara gara denger Taehyung nyebut paman Jin gua jadi ikutan penasaran.
"Tuan Seokjin membawa keluarga Jeon ke rumah dengan tubuh penuh luka Taehyung-ah." Jelas Pak Kim.
"APAAA." Balas Taehyung yang kaget dengan kelakuan appanya.
"Maaf Taehyung-ah saya harus kembali lagi bekerja, titip salam saya untuk nona Jennie." Kata Pak Kim.
"Arraseo Pak Kim." Ucap Taehyung yang mematikan panggilannya.
"Kenapa dengan paman?" Tanya gua penasaran.
"Appa sepertinya akan membalas dendam soal kematian eomma ke keluarga Jungkook." Jelas Taehyung yang terduduk lemas.
"Kita harus ngelakuin sesuatu Tae." Ucap gua.
"Tapi dengan keadaan appa yang masih marah sama gua, akan sulit bagi appa denger omongan gua." Jelas Taehyung murung.
"Andai aja Jennie udah bangun, pasti paman akan denger omongannya." Balas gua yang menatap Jennie.
Jennie pov
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kali ini sangat terang tidak gelap seperti sebelumnya, dimana aku, apa ini hutan kemarin. Rasanya nyaman tidak ada rasa takut sama sekali.
"Jennie-ya." Panggil seorang yeoja, alhasil aku pun menolah kebelakang.